Baik Hati Adalah Emas di Dalam Jiwa
   
  penulis: Guan Ming
   
  Di dalam kehidupan ada banyak orang yang lugu dan baik hati. Namun pada 
umumnya seiring dengan standard moralitas umat manusia yang melorot, manusia 
kadang kala bisa beranggapan bahwa orang yang baik hati itu sangat tolol dan 
bodoh.  Sesungguhnya baik hati adalah etika moralitas yang paling tinggi 
diantara karakter manusia, orang yang berbuat banyak kebajikan, patut dikagumi. 
Jikalau seseorang memiliki hati yang baik, barulah bisa menyempurnakan 
kehidupannya sendiri.  Seseorang tidak serta-merta rugi sesuatu hanya 
dikarenakan kebaikan hati dan perbuatan baiknya sendiri, malah sebaliknya ia 
akan memperoleh imbalan rejeki berkat akumulasi berkahnya. Meskipun pada 
hal-hal sepele di dalam kehidupan sehari-hari, orang yang baik hati juga bisa 
merasa gembira atas suka cita orang lain, merasa bahagia atas kebahagiaan orang 
lain, pada setiap saat tidak akan bergendang paha dan merugikan orang lain demi 
keuntungan diri sendiri. Insan yang bermoral jiwanya bertalian dengan Tuhan,
 di kala marabahaya senantiasa hanya keterkejutan yang dialami tapi  tidak 
sampai membahayakan, memperoleh kemujuran dikala bencana, menjumpai kesulitan 
akan beralih menjadi suka-cita.. Di tengah kehendak takdir, Tuhan melindungi 
orang yang baik hati. Semua orang yang berkhianat dan licik di dalam 
masyarakat, seperti Hitler, Qin Hui dan sebangsanya, walau merasa diri sendiri 
pandai, toh akhirnya tak mampu mengandalkan pengkianatan dan kelicikannya untuk 
merubah nasib mereka yang berkesudahan dengan memalukan.
   
  Suatu hari dalam perang dunia ke II, panglima tertinggi pasukan sekutu di 
Eropa, Eisenhower di suatu tempat di Perancis berkendaraan pulang menuju pusat 
komando untuk mengikuti rapat dadakan kemiliteran.  Pada hari tersebut turun 
hujan salju dengan deras, udara terasa sangat dingin, mobil melaju seperti 
barisan tamu sepanjang jalan. Tiba-tiba ia melihat sepasang suami isteri 
Perancis duduk di pinggir jalan dan menggigil kedinginan. Ia segera 
memerintahkan penterjemah disebelahnya untuk turun menanyakan keadaan mereka. 
Seorang penasehat dengan sigap mengingatkannya: “Kita harus tiba di rapat pusat 
komando dengan tepat waktu, persoalan semacam ini sebaiknya diserahkan kepada 
pihak kepolisian setempat.” Akan tetapi Eisenhower bersikukuh: “Apabila 
menunggu pihak polisi datang, sepasang suami isteri tua ini barangkali sudah 
mati kedinginan!”  Melalui tanya jawab baru diketahui bahwa sepasang orangtua 
tersebut sedang dalam perjalanan mengungsi ke Paris ke rumah anaknya, tetapi
 mobilnya malah mogok di tengah jalan.  Di tempat itu selain jauh dari desa 
juga tak nampak adanya pertokoan, maka tak tahu bagaimana baiknya. Sesudah 
mendengar penuturan mereka Eisenhower segera meminta mereka menaiki kendaraan, 
malahan dengan khusus mengantar si pasangan tua tersebut ke Paris. Setelah itu 
barulah mereka menuju ke pusat komando. 
   
  Tidak pernah terpikir di benak Eisenhower melakukan kebajikan tersebut dengan 
pamrih. Akan tetapi, kebaikannya ternyata telah memperoleh imbalan yang tak 
terbayangkan. Ternyata pada hari itu tentara penyergap Nazi-Jerman sudah sejak 
pagi mendekam di dekat jalan yang harus dilalui oleh mereka, tinggal menunggu 
momentum dimana mobilnya melintas maka dengan segera akan dilakukan pembunuhan 
rahasia.  Andaikata bukan demi membantu si pasangan sepuh lalu merubah 
perjalanan berkendara mereka, ia kemungkinan besar akan sangat sulit terhindar 
dari malapetaka tersebut. Jikalau Eisenhower mengalami penyergapan dan gugur, 
maka sejarah perang dunia ke II sangat mungkin akan ditulis ulang.    
   
  Apakah yang paling berharga di dalam kehidupan manusia? Yu Guo menjawab 
dengan bagus: Baik hati. “Baik hati adalah mutiara langka di dalam sejarah, 
orang yang baik hati hampir boleh dikatakan lebih unggul daripada tokoh besar.” 
Penulis Amerika Mark Twain menyebutkan baik hati adalah semacam bahasa lintas 
global, ia bisa membuat orang buta “melek” dan orang tuli “mendengar”.  Hati 
yang bajik berkilauan bagaikan emas murni, bersih dan kemilau bagaikan sari 
embun. Hati yang bajik pasti luas dan lapang, mampu mewadahi seluruh mahluk 
alam semesta, dan menciptakan kesejahteraan bagi kehidupan umat manusia. Orang 
yang berbuat kebaikan tanpa pamrih acap kali bisa memperoleh imbalan tak 
terduga, ini merupakan kodrat alami dari sebab-akibat yang gilir berputar. 
Manusia yang baik hati seringkali membahagiakan orang lain, yang sesungguhnya 
juga membawa rezeki bagi dirinya sendiri. “Membantu orang lain, sama dengan 
membantu diri sendiri.” Perkataan ini mutlak bukan hanya berupa
 imbalan sebab akibat yang sederhana, melainkan adalah hal pokok menjadi 
seorang manusia.  Biarkanlah kebajikan eksis bersamaan dengan jiwa, ini 
merupakan berkah besar bagi manusia. Asalkan terdapat kebajikan di dalam jiwa, 
tentu keceriaan akan sering hadir dalam kehidupan; asalkan terdapat kebajikan 
di dalam jiwa, kebahagiaan akan senantiasa mendampingi kehidupan seseorang; 
dengan adanya kebajikan di dalam kehidupan, barulah jiwa bisa  membubung dengan 
tiada henti. Baik hati adalah emas di dalam kehidupan, baik hati adalah sinar 
kehidupan yang paling mulia di dalam karakter manusia.
   
  

Blog Produk DVD The Secret, Hipnotis & meditasi --> 
http://meditasi2007.blogspot.com
  Milis Ngebahas Pengobatan alternatif --> 
http://groups.yahoo/group/pengobatan-alternatif
  Weblog Berita & Artikel ---> http://kumaraqulmi.multiply.com
   

       
---------------------------------
Building a website is a piece of cake. 
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke