*Pesankan saya tempat di neraka !!!*
http://www.icmi.or.id/ind/content/view/39/40/
**
Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat.
Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya...
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat.
Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya.
Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan
musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga.
Jilbab bisa sebagai multi fungsi. Dalam sebuah perjalanan yang cukup
panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus.
Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan
sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi
dekat pintu keluar.
Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu *mengundang* *perhatian*  kalau
bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya
yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu
bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian
seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut?
Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena
merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif
seseorang.

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di
neraka Tuhan Anda!! Sebuah respon yang sangat frontal.
Dan sang bapak pun hanya beristighfar.
Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan
dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu.
Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus
Alexandria .

Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh
perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat
pintu keluar. "Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun
lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar,
menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk
disampingnya.

*Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan*.
*Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang
buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...*
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin
dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar... mumpung kesempatan itu
masih ada...



-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
Internal Auditor
PT.Sanyo Indonesia
Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
--------------------------------------------
See my Article On http://erwinarianto.blogspot.com/


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke