Ini adalah Pidato pengukuhan Jabatan Guru Besar, Prof. Dr. Fendy
Suhariadi, MT, Psi. (41 tahun), dalam Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia
pada Fakultas Psikologi Universitas Airlangga di Surabaya pada hari Sabtu
Tanggal 25 Agustus 2007. Beliau adalah profesoar termuda di lingkungan
Universitas Airlangga. Silahkan menikmati kesegaran ide-idenya….
Seputaran tahun 1960-an dan saat ini, atmosfer organisasi saat ini telah
berubah secara menakjubkan. Berbagai kekuatan arus telah memicu
perubahan-perubahan tersebut. Seiring meningkatnya efek teknologi dan
telekomunikasi yang telah berhasil “mengecilkan” ukuran dunia, pergerakan
keragaman para pekerja (profesional) membawa nilai-nilai, perspektif dan
ekspektansi yang berbeda di antara mereka (para pekerja). Kesadaran publik
semakin lama semakin sensitif dan menuntut organisasi agar semakin profesial
dan bertanggung jawab secara sosial. Seperti halnya negara-negara dunia ketiga,
kita pun telah turut terlibat dalam persaingan pasar global dan melebarkan
arena bagi aktivitas penjualan dan pelayanan. Organisasi pun akhirnya kini
tidak hanya dituntut untuk bertanggung jawab kepada para stockholders (para
pemegang saham) namun juga para stakeholders. Pada saat ini, dunia yang kita
alami sudah sangat jauh berbeda dengan dunia yang kita alami sepuluh lima belas
tahun yang
lalu. Dunia ilmu juga tidak terlepas dari berbagai pengaruh ini. Terjadi
perubahan Era, yang sekarang kita berada era informasi, bukan lagi era
industrialisasi. Era dimana pemikiran linear yang bersifat mekanistik, yang
menghasilkan kemajuan seperti yang kita alami saat ini, sudah mulai digoncang
oleh hasil-hasil perkembangan ilmu yang baru, yang mendorong tumbuhnya suatu
paradigma baru.
Sebagai hasil kekuatan perubahan di atas, organisasi didesak untuk mengadopsi
“paradigma baru” atau melihat dunia saat ini secara lebih sensitif, fleksibel,
dan mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan para stakeholders.
Banyak sudah organisasi yang telah melepaskan atau sedang melepaskan paradigma
lama yang bersifat top-down, kaku, dan berstruktur hierarkis menuju pada
bentuk-bentuk yang “organik” (fluid). Dengan perkataan lain, diperlukan mind
set yang baru, baik dalam pemahaman maupun pengelolaan organisasi dan manusia
yang ada di dalamnya.
Era industrialisasi dimulai dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt.
Penemuan ini menyebabkan digantikannya tenaga manusia dengan tenaga mesin.
Terjadi pemisahan antara manusia yang bekerja dengan alat produksi. Hal ini
mendorong tumbuhnya pabrik-pabrik, dengan segala macam konsekuensi
pengelolaannya. Mesin menjadi suatu alat utama dalam proses produksi untuk
meningkatkan kesejahteraan. Pentingnya mesin ini merasuki semua aspek kehidupan
manusia sehingga cara berpikir dan cara bertindak kita menjadi mekanistis.
Metafora mesin menjadi suatu metafora yang dominan dalam era industrialisasi.
Teknik-teknik pengelolaan yang dikembangkan dalam industrialisasi mengacu pada
pandangan organisasi sebagai mesin dan memandang manusia sebagai salah satu
bagian dari mesin (Morgan,G. 1998). Teknik-teknik manajemen yang berkembang dan
mendominasi era industrialisasi dimulai dengan Scientific Management dari
Taylor, yang berkembang lebih lanjut sesuai dengan tuntutan masyarakat antara
lain Management by Objective [MBO], Management Science yang bersifat matematis
untuk mengoptimalkan ”mesin” organisasi, Total Quality Management yang berusaha
meningkatkan kualitas keluaran organisasi, Bussiness Process Reenginerring
[BPR] yang menekankan pada penghilangan proses-proses produksi yang tidak
memberikan nilai tambah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi.
Kata kunci yang dipegang dalam era ini adalah “efisiensi”. Teknik motivasi
dan teknik kepemimpinan yang berkembang dan dikembangkan dalam era ini juga
menganggap manusia sebagai bagian dari alat produksi. Manusia harus dirangsang
oleh sesuatu yang dari luar, extrinsic motivation, untuk berperilaku sesuai
dengan keinginan organisasi seperti tehnik motivasi yang dikemukakan oleh Vrom,
Porter & Lawler, teori Equity dari Adam. Teori-teori dan teknik-teknik
kepemimpinan yang berkembang di era ini pun bersifat behaviouristik, yang
menganggap manusia itu makhluk yang pasif, yang bisa digerakkan untuk
kepentingan tertentu–dalam hal ini kepentingan organisasi. Teknik-teknik
kepemimpinan dalam mengelola sumberdaya manusia pada era ini berdasarkan pada
dua sumbu utama, yaitu “sumbu tugas” dan “sumbu manusia”. Dimulai dari model
Ohio, dan dikembangkan lebih lanjut oleh University Michigan, menghasilkan
berbagai teori dan model kepemimpinan seperti Managerial Grid dari
Blake & Mouton, Situational Leadership dari Hersey Blanchard, Path Goal theory
dari House & Mitchel, Contingency theory-LPC dari Fiedler, ataupun teori
kepemimpinan Vroom, Yetton & Jago yang semuanya lebih bersifat preskriptif
(Daft, Richard L., 2002).
Hadirin yang saya hormati:
Era informasi yang sedang kita masuki sekarang ini mengharuskan kita melihat
dan menanggapi organisasi secara lain, karena organisasi sekarang ini berada
dalam situasi lingkungan yang berlainan, dengan tantangan dan kondisi yang
berbeda dengan era industrialisasi. Perubahan- perubahan terutama dalam ilmu
fisika mendorong suatu pemahaman baru tentang dunia yang kita alami, termasuk
pemahaman tentang manusia yang ada dalam dunia. ”Adanya” manusia dan cara
mengadanya mendapatkan pemaknaan secara berbeda dalam cahaya ilmu yang berubah.
Perbedaan cara pandang, yang dikenal sebagai perubahan paradigma berpikir dalam
memandang dunia dan manusia dapat dilihat dari tabel di berikut.
Era informasi ini juga merubah drivers organisasi. Kepemilikan modal,
sumberdaya alam, tenaga kerja yang murah, mesin, dan teknologi tidak lagi
menjamin bahwa organisasi akan mampu berkiprah dengan baik dalam suatu populasi
organisasi. Era sekarang sangat mementingkan pemilikan dan penguasaan
pengetahuan para anggota organisasi, sehingga driver utama bagi kelangsungan
hidup organisasi adalah kepemilikan pengetahuan para anggotanya. Pengetahuan
para anggota organisasi ini perlu dikelola lebih baik yang dikenal sebagai
knowledge management. Nonaka membagi pengetahuan yang dimiliki organisasi
menjadi dua yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge. Tugas para pengelola
organisasi adalah menjadikan tacit knowledge yang dimiliki anggota anggotanya
menjadi explicit knowledge yang dimiliki bersama. Organisasi dalam era ini
membutuhkan knowledge workers. Untuk dapat survive, organisasi sebaiknya
mengubah pola pengelolaan sumberdaya manusia dalam organisasi, karena knowledge
ini
dimiliki oleh para anggota organisasi, dan akan keluar bersama anggota
tersebut kalau dia meninggalkan organisasi. Bukan seperti mesin yang tetap
tinggal dalam organisasi meskipun operatornya keluar dari organisasi.
Era knowledge economy membutuhkan karyawan-karyawan dan organisasi yang mampu
melakukan proses pembelajaran secara terus- menerus, sehingga organisasi mampu
menyesuaikan diri secara terus- menerus. Pembelajaran dalam organisasi tidak
saja merupakan pembelajaran dari feedback negatif–yang disebut Argyris sebagai
single loop learning, melainkan suatu proses pembelajaran yang dikenal sebagai
double loop learning. Proses ini akan menghasilkan suatu learning organization
(Senge, P. 1990).
Saat ini para pemimpin atau manajer organisasi/instansi harus berhadapan
dengan arus perubahan yang cepat dan terus-menerus. Para pimpinan/manajer harus
bekerja dengan pengambilan keputusan yang vital yang tidak dapat mengacu pada
arah-arah pengembangan di masa yang lalu. Teknik-teknik manajemen harus secara
berkesinambungan memperhatikan perubahan di lingkungan dan organisasinya,
mengukur perubahan dan mengelolanya. Mengelola perubahan tidak hanya berarti
mengendalikan saja namun juga mengadaptasinya atau bahkan mengarahkan
sebagaimana mestinya.
Tentu saja hal ini membuat para pimpinan/manajer tidak dapat menguasai seluruh
pemecahan masalah atau sumber daya bagi setiap situasi. Manajer seyogyanya
mulai mempertimbangkan dan lebih mendengar pada para pegawainya.
Konsekuensinya, bentuk baru sebuah organisasi menjadi hal yang umum dilakukan
seperti, worker-centered teams, self-organizing dan self designing teams, dan
sebagainya.
Lengkapnya klik disini
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]