<http://erwinarianto.blogspot.com/>








Saya hanyalah mahasiswa yang nakal dan senang berkelahi dan sedikit urakan,
tapi semuanya berubah semenjak pertemuan dengannya seorang mahasiswi baru
jurusan arsitek. "nama kamu siapa…, boleh kenalan" tanyaku kepadanya seorang
dara cantik dengan rambut tergerai panjang di suatu angkot yang membawa
kearah rumahku. "Terry.." jawabnya singkat. " Kamu anak kampus biru ya…"
sebuah pertanyaan basi meluncur bertanya kepada. " iya.." sebuah jawaban
yang terlalu singkat. "sama aku juga, nama ku Eri, jurusan ekonomi…" dengan
bangga aku memperkenalkan padanya… "boleh tahu no hp kamu…" tanyaku langsung
tanpa basa-basi "boleh 0815456789" jawabnya singkat. Itulah awal pertemuan
ku dengan Terry seorang yang menjadi kekasih hati ku.

Sebulan setelah pertemuan itu aku dan terry menjadi sepasang kekasih, dimana
yang special dari jadian kami, kami ikrarkan di mesjid di kampus biru dengan
harapan cinta kita bisa abadi. "Mas Eri, aku engga mau punya cowok tukang
berantem… aku engga bangga mas" " Kamu jangan banyak ngatur aku dong ter…
aku adalah aku, jangan kamu atur aku" itulah pertengkaran kami karena dia
tidak menyukai aku menjadi berandalan, dan semenjak itu di bisa merubah
sifaat aku.dan akupun kehilangan teman-teman nongkrong ku karena terry.

Tapi aku tidak menyesal semenjak pertemuan dengannya Nilai kuliah ku
melonjak drastis, dan teman ku berubah total aku jadi semangat untuk
belajar, dan teman-teman salut padaku karena aku dianggap cerdas. "Ri, mau
kamu mewakili kampus untuk lomba Accounting di Untar, mewakili kampus biru"
Tanya ikram ketua senat fakultas ku, " nanti ya aku kasih jawaban" kataku…
"Sayang aku diminta mewakili menjadi wakil kampus.." obrol ke padanya "kamu
harus ikut, aku bangga kalau kamu ikut sayang…" jawabnya singkat, dan aku
pun ikut perleombaan, ketika aku ikut lomba ternyata terry ku masuk rumah
sakit karena hemoglobin nya drop.

"kamu kenapa engga kasih kabar aku kamu masuk rumah sakit" ungkap ku saat
menjenguknya.. "Mas aku mau kamu ikut lomba dan menang, demi masa depan kamu
mas" jawabnya dengan bijaksana, inilah pertama kali aku tahu ternyata
Terryku terkena penyakit lupus/Maag kronis. Sehingga dia sering keluar masuk
rumah sakit, dan aku pun sering nginap gratis di Paviliun kartika, Rumah
sakit gatot subroto.

" Sayang kita tahun baruan bersama suster dan dokter ya… " kata ku saat
tahun baru bersamanya di rumah sakit ketika ketiga kalinya dia masuk rumah
sakit karena penyakitnya, "Mas kamu engga malu punya cewek penyakitan
seperti aku" Tanya nya lirih "Kenapa mesti malu, kamu adalah malaikat
kecilku yang telah banyak merubah hidup aku" jawabku kepadanya. Orang tuanya
datang "Ri, sini papah mau bicara sama kamu" kata ayah terry kepada ku, "ada
apa pah" aku memanggil ayahnya dengan sebutan papah, karena aku merasa dekat
dengan orangtuanya.

"Ri, makasih ya dah mau nemin terry di rumah sakit, kamu masih muda dan
jalan kamu masih panjang, kamu serius menyayangi terry" Tanya ayahnya
ngobrol sama aku "Iya pah, aku sayang sama terry" jawabku sambil berfikir
ada apa. "Tolong jangan sakiti Terry, kondisinya lemah dan sakit-sakitan,
kalau kamu tidak mau susah, lebih baik kamu tinggalin terry" ayahnya berkata
kepada ku dengan serius dengan mimik seperti dosen memberi kuliah padaku,
"pasti pah, aku akan jaga terry dan aku akan sayang terry" jawabku kepada
ayahnya terry. "kamu harus janji sama papah sebagai sesama laki-laki kamu
harus jaga terry, kalau kalian ingin selesai, selesaikan jangan sakiti
terry, kamu mau janji" Tanya ayahnya yang memang menyangi anaknya yang
pertama,dari 3 anaknya yang kebetulan semuanya adalah wanita. "saya janji
ayah" jawab ku kepadanya.

"sayang aku boleh kerja engga" Tanya ku pada terry, "kerja apa…" tanyanya,
ini temanku ngajak aku magang jadi penawar kartu kredit boleh engga, aku mau
mandiri" diskusi aku dengannya  "ya udah jangan ganggu kuliah ya" nasihatnya
kepadaku, "iya aku mau beliin kamu sesuatu dengan uang ku sendiri, karena
aku sayang kamu" kata ku kepadanya. Dan aku mulai belajar kerja menawarkan
kartu kredit ke tempat-tempat umum, ke kantor-kantor dengan penghasilan aku
berikan kepadanya.
"sayang kamu ditanyaain ibu, kamu diminta main kerumah ku" pintaku
kepadanya, karena diapun dekat dengan keluarga ku " kenapa ibu kamu mau
ngajarin aku masak ya, atau adik kamu mau minta ajarin gambar ya" Tanya nya
kepadaku, terry jago dalam menggambar, dan adikku sering minta diajarin
gambar olehnya.

Suatu ketika adik meninggal karena sakit, kata orang angin duduk, dan aku
pun menangis sekenanya, aku dirundung duka yang berkepanjangan ,terry lah
yang dengan setia mendampingiku " mas masih ada aku, aku akan selalu
mendampingi mas, aku juga kehilangan Ena seperti adiku kujuga aku juga
kehilangan mas" terry memberiku semangat "terimakasih merpati ku, kamu
selalu menentramkan hati ku, kamu adalah rahmat ku yang terbesar"

Ketika tiba waktuku skripsi, terry yang selalu menyertaiku dalam mencari
bahan dan menemui pembimbingku, tetapi tengah perjalanan mengerjakan skripsi
terry masuk kerumah sakit, dan akupun tidak konsentrasi untuk mengerjakan
skripsi, kondisinya sangatlah buruk, aku takut dia pergi, aku tidak mau
kehilangan orang yang kusayangi, "Mas gimana skripsinya" tanyanya "aku engga
mikirin skripsi, aku hanya mikirin kamu merpati kecilku" katakau, "aku engga
mau jadi hambatan mas, kamu tinggal sedikit lagi, kamu bisa mas Eri" katanya
kepadaku lagi, "Tidak sayang aku mau kamu sembuh, aku tidak peduli dengan
skripsi ku" aku coba membela diri, "Oke nanti aku bilang ayah, untuk
meminjamkan laptopya dan ditaruh disini agar mas tetap bisa mengerjakan
skripsi mas" katanya memberi solusi.

Ketika membuat skripsi aku selalu mendampinginya, dan aku  menginap di
pavilun kartika aku jarang pulang aku terus berada disana, kecuali aku
pulang ketika diminta pulang oleh orang tuanya, dan aku pulang hanya menaruh
cucian kotor, dan aku kembali balik kerumah sakit, sampai susternya, satpam
di lantai tersebut akrab dengan ku, dan aku terus mengerjakan skripsi dengan
di dampingi terry, aku menulis skripsi dirumah sakit. Kecuali aku ambil
pakaian kotor, bertemu dengan dossen pembimbing, dan mencari bahan, pasti
aku berada dirumah sakit, dan aku memutuskan untuk keluar dari kerjaan ku
sebagai penawar kartu kridit.

Dalam pembuatan skripsi tidak sedikit ide yang dibantu oleh terry, terry
seorang yang sangat teliti, dia adalah editor ku, dia memberi kata-kata yang
sesuai dan kesalahan-kesalahan kecil, dan tibalah wktu terry untuk dapat
pulang keruamah, "mas Aku dah selesai nginepnya, sekarang aku dah dirumah"
dia menelphone memberi kabar dia telah selesai dirawat di rumah sakit. "Mas
berjuang terus ya, selesaikan skripsinya" dia berbicara kepada ku.

Skripsi ku pun hampir selesai, tinggal membuat abstraksinya, aku berusaha
untuk dapat menyelesaikan skripsi ku dengan tepat waktu. Aku ingin membuat
bangga orang tuaku dan terry, di suatu perbincangan ketika aku bermain
kerumahnya kami pun bercerita menyusun sebuah masa depan. "Mas… kamu
selesaikan skripsinya, terus kamu di wisuda, terus kamu cari kerja yang
baik… kalau sudah nanti kamu lamar aku ya…" kate terry bercerita tentang
masa depan, dan tiba-tiba ayahnya keluar dari kamar "Apa.. anak ayah mau
nikah…." Kata ayahnya meledek putri pertamanya tersebut. "Mama engga
ngijinin terry nikah sampai kamu selesaikan kuliah kamu dulu terry" kata
ibunya menimpali ayahnyan suasan keluarganya adalah keluarga yang harmonis
"mas bantuin aku donk, bilang ke mama-papa bahwa kita akan menikah nanti
kalau kamu dah dapet kerjaan mas" kata terry sedikit merajuk kepadaku. "Iya
Papa, mama, aku mau serius untuk suatu saat menikah dengaanya, boleh kan"
kataku kepada kedua orang tuanya.

Dan tiba pada akhir skripsi ini, skripsi ku telah selesai.. dan tiba
waktunya penetapan jadwal sidang skripsiku… dan aku mengabari terry bahwa
skripsik telah di setujui untuk sidang oleh dosen pembimbingku, dan siap
untuk disidang. "Cinta ku, Akhirnya skripsiku di Acc sama pembimbingku,
mungkin 3 minggu lagi aku sidang" kataku memberi kabar ke Terry. "Hebat
mas.. aku senang dapat kabar itu, kamu hebat mas Ery" kata terry begitu
semangat.

Tiba waktu sidang untuk skripsiku, dengan didampingi terry aku berangkat
kekampus dengan menaiki mikrolet yang menuju kampus biru, sudah banyak
temanku disana "memangnya harus pakai dasi hitam ya, wi…" aku betanya kepada
dwi teman ku ' Iya emang lo engga tau…" timpalnya. Dan ketika semua orang
panic dan grogi untuk belajar untuk sidang aku pun panic untuk mencari
pinjaman dasi hitam. Ralaupun akhirnya aku putuskan pinjam dasi kepada
temanku yang telah selesai sidang.
Tibalah waktuku untuk masuk keruang sidang dengan rasa percaya diri yang
tinggi, kata teman-temanku pengujiku adalah dosen yang killer, tetapi
syukurlah aku bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Dan aku berada
di dalam dalam waktu 45 menit.dan ternyata aku dapat menjawab semua
pertanyaan yang diberikan dosen karena aku telah belajar bersama terry.
Setelah selesai dari ruangan sidang terry pun bertanya kepadaku "mas gimana
bisakan…", "iya kan aku dah belajar bersama kamu" kata ku, tiba waktu
pengumuman kelulusan ku, aku sidang di ruang 3, dan nomer urutku adalah 5
dari 9 orang di ruang tiga tersebut. " Yang lulus sidang hari ini pada ruang
3 adalah no test 2,3,5,6,8 yang lainya bisa ikut ijuan ulangan setelah 3
minggu dari sekarang, atau jadawal sidang semester berikutnya" begitu
keterangan dosen memberi pengumuman.
" Aku lulus…." Teriakku dan aku pun segera sujud sukur atas kelulusan itu,
"selamat mas ery kamu lulus, mas kamu lulus.." bisik terry kepadaku, dan
kugenggam tanggan terry, ku kekecup kening terry karena luapan bahagia ku
dan tanda terimakasih ku atas terry yang telah terus memberi semangat
kepadaku. Dan aku pun merayakan kelulusan ini bersama terry dan keluarga ku
dengan ayahku mengajak makan di restoran.

Setelah seminggu kelulusan ku, ketika pulang kuliah kujemput terry, dalam
perjalanan pulang terry berkata "mas semoga kamu dapat kerja ya mas biar
kamu cepat melamar aku dan kita menikah mas" katanya sambil melingkarkan
tangannya di punggung, karena kami sedang berboncengan motor, "Oke bos, kamu
juga focus ke kuliah kamu ya sayang, nanti aku Bantu buat maketnya deh"
kataku sambil terus mengemudi motor dengan cepatnya.

Dua minggu aku pun kembali ke kampus untuk dapat menjumpai dosen pembimbing
untuk mengucapkan terimakasih telah membimbing aku, dan aku pun bertemu
dengan dosen mata kuliah Managemen keuangan, "siang pak.." sapa ku kepada
beliau. "kamu dah lulus er.." Tanya pak marso kepada ku, setalah kami
mengobrol cukup lama tak kusangka pak marso menawarkan aku untuk dapat coba
bekerja di kantornya, dia memiliki Kantor akuntan publik di bilangan sunter.
"coba kamu kirim transkip nilai kamu dan surat lamaran ke alamat yang saya
beri ya ri, saya tunggu" kata pak marso sambil masuk keruang guru stelah
selesai dia mengajar.

"sayang aku ditawari kerja di kantor pak marso" kataku kepada terry saat aku
berkunjung kerumahnya. "Allhamdulillah…" kata terry, "mas cepat kirimya…
sudah terbuka jalan tuh" katanya melanjutkan perkataanya. Dan setelah dua
minggu mengirim surat lamaran akupun diterima bekerja di kantor pak marso.

Setelah 1 bulan aku bekerja di sana, aku meminta ijin langsung kepada pak
marso untuk dapat ijin mengikuti program wisuda " pak hari kamis minggu
depan saya ijin tidak masuk ya pak, saya ada wisuda dari kampus' kataku
berkata kepada pak marso. " ya udah, selamat ya ri" kata pak marso kepadaku.
Sekarang pak marso adalah atasanku bukan dosen ku lagi.

Saat wisuda pun tiba dengan adik dan orang tuaku datang ke JACC senayan,
terry dengan kebaya pink pun ada disana, sangat cantik dan luar biasa
anggun, dengan rambut panjangnya yang tergerai. "selamat ya mas, kamu
sekarang sudah dapat gelar se, dan kamu dah bekerja" katanya orang yang
pertama memberiku selamat "termakasih ya sayang ku, merpati ku kataku
kepadanya" dan setalah sampai rumah aku pinjam mobil orangtuaku untuk
mengantarkan terry pulang, sampai dirumahnya kedua orangtuanya memberi
selamat kepadaku, dan kami pun berbincang dengan akrab. "mas kamu dah lulus,
kamu dah kerja kapan ngelamar aku nya nich" kata terry memancing kepadaku,
"hus anak kecil minta dilamar, kamu selesaikan dulu kuliah kamu" kata
mamanya terry dan semua keluarga tertawa mendengar penuturan orang tuanya.

"ery tolong ke dalam sebentar" pak marso memanggil ku ke ruangannya, ternya
di ruanganya sudah ada Bu nana, Assten manajer audit, mba murti, Lukky, pak
irham, dan irfan sahabat ku satu kampus yang aku rekomendasikan ke pak marso
untuk dapat bergabung di KAP pak marso. "kalian tahu kenapa saya kumpulkan
disini, saya dapat proyek di batam, mengaudit BUMN PT persero batam untuk
waktu 1 bulan, dan kalian lah tim yang saya pilih untuk menangani proyek
ini" ternya aku mendapat tugas ke batam Senin depan.

Sekarang adalah hari kamis, keadaan terry kurang baik, fisiknya sedang lemah
karena penyakitnya, malamnya terry kembali menginap di pavilion kartika.
Esoknya aku berkata kepadanya, "Sayang aku besok senin harus ke batam untuk
waktu satu bulan" kataku bercerita kepadanya. "Pergi mas, nanti bawaiin aku
oleh-oleh ya dari sana" katanya dengan riang. "aku engga tenang sayang
bagaimana dengan kamu… keadaan kamu aku khawatir."kata ku kepadanya " aku
engga pa-pa mas ada mama, papa dan adiku yang menemaniku" katanya, "aku
sedih sekarang aku engga bisa nemain kamu setiap waktu karena aku harus
bekerja" kataku, "aku paham kok mas, itu udah jadi tanggung jawab kamu, kamu
laki-laki dan kamu bakal jadi kepala rumah tangga mas, aku bangga sama kamu
mas" katanya kepaku.
Setiap malam pulang kantor aku nginap di pavilion kartika, aku bawa baju aku
selalu menemaninya karena waktuku tinggal sabtu dan minggu.pada haru minggu
aku pun mohon pamit untuk pulang dan bersiap, aku pun berkata kepada terry
"Sayang setelah aku pulang dari batam, kita tunangan! kamu, bersiap ya"
bisiku kepada terry, "bener mas" katanya, "mas aku sayang kamu, aku engga
sabar tunggu waktu 1 bulan, mas nanti di batam kirimin foto kamu di batam ya
dan nanti aku titip barang elektronik ya" katanya kepaku. "baik sayang aku
pasti beliin untuk kamu" kataku.
Tiba ku dibandara hangnadim batam, "Sayang aku sudah sampai, aku tinggal di
daerah Nagoya, di Jodoh namanya" kataku mengirim sms kepadanya "selamat
kerja sayang, jaga diriya jangan selingkuh loh" balas smsnya kepadaku. Aku
pun mulai bekerja melakukan audit di PT persero batam,  aku memeriksa ke
pelabuhan batu ampar, aku mengaudit ke hangar di hangnadim airpot, tempat
yang di kelola oleh PT persero batam.

"Sayang kemarin aku ke jalan-jalan ke jembatan barelang, dan aku melawati 7
jembatan, aku melihat bekas rumah perahu di pulau galang, aku lewat pulau
nipah, dan terakhir ke pulau galang baru" cerita ku kepada terry ke tika dia
menelphoneku. "sayang dari lembah senyum di dekat hotel aku, aku bisa lihat
singapura, kalau orang punya ktp batam bisa menyebrang ke singapura tanpa
harus membayar fiscal" aku pun menelphonya keesokan sorenya bercerita.

" sayang disini angkotnya taksi, taksinya naiknya bareng-bareng, dan
bayarnya sendiri-sendiri, mobil-mobilnya keren-keren yang engga ada di
Jakarta, kalau mobilnya belakang plat nomernya x, berarti mobil tersebut
tidak bisa keluar batam, tetapi kalau plat belakangnya BM baru bisa dibawa
keluar" cerita ku kepada terry "kenapa memangnya mas kok bisa begitu",
"karena yang plat x adalah mobil bekas rekondisi dari singapura, dan harus
bayar pajak jika ingin keluar batam" cerita ku lagi, "oh iya sayang 2 minggu
lagi aku sudah pulang ke Jakarta, pesanan kamu dah aku beliin semuanya" dan
telephone terputus karena pulsaku habis terkena roaming. (pada saat ini
telephone belum bebas roaming).

"Sayang aku kemarin pergi ke batam center lihat mesjid raya batam bagus deh,
aku ke daerah muka kuning, aku kangen pulang besok aku pulang sayang" sms
aku  kepadanya. Dan tibalah aku di bandara sukarno hatta karena tugas ku
telah selesai di batam. Setelah seminggu kemudian pulang dari batam aku
melakukan tunangan dengan terry, orang tuaku meminta kepada orang tuanya.
"Eri besok kamu seminggu ke medan ya dengan deni, Bantu mba murti dan tim
yang sudah ada disana" kata pak marso berkata kepada ku. "sayang besok aku
pergi ke medan seminggu" aku menelp kepadanya, "waduh susah ya jadi tunangan
seorang akuntan di tinggal terus… kapan pacaranya" katanya sambil cemberut
kepadaku. "sabar sayang aku Cuma 1 minggu, aku lagi ngumpulin uang buat
nikah sama kamu."kataku

Telah seminggu berat terasa setahun, walau di medan aku telah mengunjungi
Kesawan Square, Lapangan Merdeka, Kampung keeling, dan makan durian buah
hobi ku, tapi hatiku tetap tertinggal di Jakarta. Setalah sebulan saya di
Jakarta saya dipanggil pak marso, "Irfan, Agus, Dina,Rita, Ery" kalian saya
pilih untuk suatu tugas yang berat, kalian akan menyusul tim SAKD (Sistem
Akuntansi Keuangan Daerah), RAPBD (Rencana Anggaran Pendapatan Belanja
Daerah) untuk ditempatkan di Gresik selama 1 tahun, karena kita dapat proyek
disana" Sebuah bom meladak seketika ketika saya mendapat printah penempatan
disana.

"aku harus bagaimana.. apa aku harus keluar kerja" kataku berdebat kepada
Terry,"Kalau kamu mau keluar, kamu harus punya pegangan mas, aku engga mau
kamu nganggur, ingat kamu janji ngumpulin uang untuk pernikahan kita" terry
mengingatkanku. Seminggu sebelum keberangkatan kesehatan terry kembali drop
dia kembali menginap di pavilion kartika, seperti biasa aku juga dapat tiket
gratis disana. "Sayang aku besok berangkat ya, doain biar engga lama
disana"  aku bercerita kepadanya malam itu Terry menggengam tanganku dengan
erat "Dia berkata mas Ery, aku senang jadi kekasih kamu… aku cinta sama
kamu…. " katanya kepadaku, "  Aku juga sayang kamu" kataku membalasnya. "Mas
kapan kita nikah, aku engga sabar untuk jadi istri kamu yang selalu
menyayangi kamu, menyiapkan kebutuhan kamu, dan kamu memanjakan aku kan mas"
katanya bercerita tentang sebuah keinginan, " Terry insya allah kalau tugas
ku selesai, atau aku dapat kerja di tempat lain kita segera menikah" kataku,
"Janji ya mas, aku ingin segera mas" katanya kepadaku

Pagi harinya aku pun berangkat ke gresik dari stasiun gambir menggunakan
argo anggrek menuju pasar turry Surabaya, dengan perasaan tak tenang di
dalam hati, ketika sampai pasar turi Surabaya, aku tertimpa musibah dompetku
hilang, dan aku pun pasrah, aku kecopetan. Dari pasar turry ke gresik sebuah
kota kecil di sebelah kota Surabaya.

Tiba aku peyesuaian diri dengan pemkab gresik, seminggu telah aku disana,
aku sedikit kecewa, para pegawai pemkab kurang tertarik dengan proyek yang
aku tangani, aku harus bekerja keras meyakini dan membuat mereka tertarik,
hingga pada suatu siang suatu berita yang tak terduga datang kepadaku telpku
berbunyi "Ery, Terry….. " mamahnya berkata sambil menangis "Kenapa Terry
mah, jawab… dong jangan buat aku panic" telpon pun  berpindah, suara ayahnya
tery "Ery, Terry telah berpulang ke rahmatullah" kata ayahnya kepadaku
"Tidak mungkin…………Terry………." Aku pun berteriak dan menangis sekenanya, dan
"Tut………….." Aku terkena roaming, pulsa ku pun habis. Aku berteriak seperti
orang gila, semua rekan ku menghampiri, "ada Ri kata irfan" kepadaku " Terry
meninggal….. calon istri ku meninggal" aku mencoba menjelaskan sebisanya,
dan semua rekanku menghampiriku memberi ku semangat, "Aku harus pulang,
Dompetku, ATMku, Uangku, hilang semua bagaimana……," aku semakin kacau
bertriak. "Agus, ini hasil patungan kami ri, ada 500rb ambilah kami ihklas,
pulanglah sekarang" kata mas agus ketua timku.

"Iya ri, pulang engga usah mikirin disini, nanti kami hubungi pak marso"
kata yang lain memberiku ketenangan, "terimakasih teman-teman ku" segera
berganti baju dan tidak membawa apapun untuk segera pulang, "Ri aku temanin,
kamu sedang galau aku khawatir kamu kenapa-napa" akhirnya irfan ikut
mendampingiku pulang.

Sesampai dirumah aku temui Terry ku telah di kafani, dengan cantik
pengantinku telah siap untuk pergi selamanya, "Aku pun menangis tak
tertahan" orang tuanya dan adiknya mencoba menenangkanku,Dan akupun ikut
mengantar ke tempat istirahatanya yang terakhir. Dia pergi dengan senyum di
bibirnya, perginya sang merpati hati. Ingkarnya sebuah janji untuk menyatu
dalam pernikahan. Kini aku tinggal sendiri tanpa kehadiranmu….dan aku pun
setiap hari dalam sebulan mengunjungi makamnya dan selelu kulangi
kata-kataku diatas pusaranya " Merpatiku, Cintaku, calon istriku…. Aku tetap
mencintai mu, kamu tak akan terganti, doaku selalu untukmu, kau anugrah
terbesar tuhan untuku, untuk hidupku, kini separuhnyawaku sudah terkubur
bersama jasadmu, merpati suciku"

 " Manusia hanya bisa berencana, tuhan yang selalu berkehendak dan
menentukan "

" Semua penderitaan dan perjalanan cinta adalah suatu anugrah terindah dalam
hidupkita, jaga dan rawatlah cinta yang kita miliki, agar selalu indah
berkembang merekah "

Cerpen ini adalah fiktif belaka, jika terdapat kesamaan nama tokoh dan
pristiwa adalah suatu kebetulan.

Dalam rasa rindu matahariku, Hanya mencoba menjadi mencoret-coret
Depok. 28 agustus 2007, 24:28 am
Erwin Arianto,SE
See my other article on http://erwinarianto.blogspot.com






















-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
Internal Auditor
PT.Sanyo Indonesia
Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
--------------------------------------------
See my Article On http://erwinarianto.blogspot.com/


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke