RAMAH ITU INDAH

1. RAMAH ITU INDAH
Secantik apapun atau setampan apapun seseorang, jika ia termasuk orang
yang judes, pemarah pasti akan hilanglah segala keindahan fisiknya
bahkan bisa jadi yang tampak adalah kebalikannya, wajah yang tidak
sedap dipandang, sikap yang menyebalkan dan tentu saja orang enggan
berakrab-akrab dengannya. adapun sebaliknya, kita sering pula berjumpa
dengan orang yang penampilan luamya biasa-biasa saja namun tampak
bersahaja, dan tampak begitu manis serta menyejukkan, kita yang
bergaul dengannya pun akan merasa nyaman dalam memandang dan
mendengarkannya, tahukah anda siapa orang tersebut? tak salah lagi
dialah "si ramah". Sosok pribadi yang tampil dengan segala
keramahannya dan bersikap santun kepada siapapun. Ia tak memerlukan
makeup yang tebal, jas yang keren atau topeng-topeng mahal untuk
menutupi kekurangannya, karena keindahan hakiki itu tidak terletak
pada topeng yang kita kenakan, sebagus apapun aksesoris tubuh kita,
melainkan terdapat pada isinya. Pada hati kita yang bersih. Itulah
keindahan yang hakiki. Persis seperti kalimat dalam sebuah iklan,
"Buat apa beli botolnya, ini biangnya!" tetapi tentu saja kita yang
biasa-biasa saja - baik penampilan maupun harta dan pangkat- tidak
perlu merasa pesimis dan kecewa. Sebab, kita masih bisa menampilkan
keindahan yang mengesankan buat siapapun, kuncinya adalah dengan
menjadi orang yang selalu tampil ramah, sopan dan tulus.

2. RAMAH ADALAH SIKAP ORANG-ORANG TERHORMAT & MULIA

Setiap kali kita mendengar pribadi seorang Nabi, Rasul, Para Ulama
atau orang . yang bijaksana lainnya, sudah pasti yang terbayang adalah
pribadi-pribadi yang berakhlak mulia. Dan salah satu dari akhlak mulia
itu adalah terpancarnya keramahan, baik dari sikapnya, tutur katanya
yang santun, wajahnya yang jernih, serta sikap yang arif dan bijak.
Siapapun yang bergaul akrab dengan mereka, akan merasakan suasana aman
dan menyenangkan, bahkan ketika berpisahpun akan menimbulkan kerinduan
untuk berjumpa kembali dengannya. Jika kita mendengar kata para
penjahat, orang durhaka, manusia biadab, niscaya yang terbayang adalah
wajah yang bengis dengan sorat mata tajam dan dingin, bibir tanpa
senyum, kalaupun tersenyum maka yang tercipta hanyalah senyum yang
tidak disukai bahkan disyukuri kematiannya karena orang lain terbebas
dari kejelekan kita?? Naudzubillah!

Kita tidak punya pilihan lain, kecuali memilih bergabung dengan
orang-orang yang mulia dan terhormat, walaupun harta, gelar pangkat
kita tidak setinggi orang lain, karena kemuliaan manusia yang
sesungguhnya tergantung dari akhlaqnya, dan salah satu kunci kemuliaan
akhlaq adalah menjadi pribadi yang ramah. kesinisan semata, kata-kata
yang keluar pun bisa jadi kata-kata yang ketus, kotor, kasar dan tentu
penuh kesombongan serta perilaku yang menyakitkan. Bagi orang
baik-baik tentu tak terbayang sedikitpun ingin akrab dengan mereka,
karena rasa - rasanya tak akan pemah merasa aman dan bahagia bergaul
dengan mereka. Pertanyaannya adalah? Seperti apakah kira-kira
penampilan sehari-hari diri kita, seperti contoh yang mana? yang
pertama atau yang kedua. Syukurlah jika kita bisa jujur menilai diri
sendiri, tapi kalau belum sanggup melakukannya, tanyakanlah kepada
orang-orang terdekat yang mengetahui perilaku kita sehari-hari. Hal
ini penting sekali, agar kita tak terkecoh oleh penilaian diri yang
merasa hebat dan mulia namun ternyata dalam pandangan orang lain
sangat rendah, dlan menyebalkan. Semakin jujur terhadap diri maka
semakin berpeluang menjadi terhormat dlan mulia. Akankah hidup yang
hanya sekali-kalinya ini akan berakhir menjadi manusia


3. RAMAH ITU MENYENANGKAN

Percaya atau tidak, anda akan sangat terkaget-kaget, temyata biang
kesusahan itu bukan terletak semata-mata pada masalah yang sedang
dihadapi, melainkan terletak pada sikap kita dalam menghadapi masalah
tersebut. orang yang emosional, sebenarnya tidak sedang menyelesaikan
masalah dengan baik, melainkan sedang mempersulit diri. Terkadang
banyak masalah yang sepele dan sederhana menjadi rumit dan sangat
merugikan, tentu semua ini terjadi disebabkan oleh pribadi yang jauh
dari kebeningan hati, dan akibatnya sudah jelas, suasana bathin akan
hidup ini menyenangkan dan bahagia ?!? Marilah kita mulai dari sikap
yang paling murah dan paling ringan tapi paling cepat kita rasakan
hasilnya. Hidup menjadi orang yang ramah dan santun, kepada siapapun.

4. RAMAH ITU SEHAT

Ada sebuah penelitian tentang kalori yang dipakai untuk sebuah
kemarahan, ternyata energi untuk marah dalam segala bentuknya, sangat
menguras tenaga luar dan dalam. Belum lagi kinerja organ tubuh kita
menjadi semakin terpacu dalam kondisi yang tak normal, akibatnya sudah
bisa ditebak, orang-orang yang ketus, pemarah mempunyai kecenderungan
terserang penyakit (selain penyakit busuk hati sebagai biangnya), dan
hidup yang tak sehat merupakan bagian dari penderitaan tersendiri, apa
artinya bergelimang makanan, harta, kedudukan bila lahir bathin kita
tidak sehat. Kalau kita membaca riwayat Nabi Muhammad, ternyata
sepanjang hayatnya hanya dua kali beliau menderita sakit.,padahal
beban masalah dan persoalan yang dipikulnya amatlah dasyat, para
peneliti kemudian berusaha mencari kuncinya. Ternyata diantara
kunci-kunci penting selain keyakinan yang kokoh dan mendalam kepada
Alloh SWT, ibadah yang istiqomah, juga kebeningan hati yang selalu
terjaga, melimpahnya kasih sayang kepada orang lain, selalu ingin
membahagiakan orang, menyenangkan, menyelamatkan, menuntun sesama
manusia, semua luapan kasih sayang itu akan terpancar dari kejemihan
wajah, senyum tutus, sapaan penuh rasa hormat, sikap dan tutur kata
yang sangat ramah, dan tidak pernah terdahului oleh orang lain, selalu
saja beliau berusaha berbuat kebaikan sebelum didahului orang lain,
ibarat pancaran matahari yang tersebar kesegala penjuru alam tanpa
adanya harapan agar cahaya itu kembali kepadanya. Lalu mengapa kita
harus merusak tubuh dan kebahagiaan diri kita dengan sikap sombong,
pemarah, ketus, padahal temyata bagian dari sehat yang sangat kita
rindukan itu adalah terletak pada sikap ramah dan tawadhu dari dalam
diri kita sendiri.

5. RAMAH PEMBUKA PINTU RIZKI
Alkisah ada sorang pedagang kecil yang mempunyai sebuah kios mini.
Kiosnya menjual pakaian dan peralatan sekolah yang sederhana, letak
kios tersebut agak masuk ke dalam pasar, namun anehnya hampir tiada
sesaatpun kios tersebut sepi dari pembeli, selalu saja pembelinya
penuh berjubel, omzetnyapun melampaui omzet kios yang lebih bagus dan
lebih lengkap, dan tentu saja rezekinyapun jauh lebih melimpah, anda
ingin tahu rahasianya ??? . Ternyata pedagang ini sangat terkenal
dengan kejujuran dan keramahannya, tidak bisa jadi pula anda akan
rnenganjurkan orang lain untuk tidak berbelanja ketempat itu. Hal yang
persis samna akan dilakukan orang lain bila mereka menilai anda adalah
orang yang tidak ramah, ketus, judes maka tidak ada harapan rezeki
akan datang.

6. RAMAH PENAKLUK AMARAH
Jika batu diadukan dengan batu lagi maka hasilnya akan ada yang belah,
tapi lain halnya bila batu di adukan dengan tanah liat, niscaya
menjadi lengket. Didalam Al Quran sendiri terdapat rumus untuk
menaklukan hati yaitu dengan bersikap lembut dan penuh kasih
sayang.Kita tentu pernah merasakannya, bayangkan saja, bila anda
sedang kesal atau marah, lalu berjumpa dengan orang yang bijaksana,
baru menatap wajahnya yang jernih dan cerah saja, hati kita sudah
merasa lebih sejuk daripada tadi, belum lagi perhatian yang tulus
serta keramahan pemah ada pembeli yang merasa tertipu sedikitpun juga
dan tak pemah ada Pembeli yang merasa tersinggung oleh sikap dan tutur
katanya, bahkan pesona dari keramahan serta transaksi jual-beli yang
mudah, artinya tidak rewel dan rumit ini, membuat para pembeli
mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari barang yang dibelinya , yaitu
kepuasan bertemu dengan orang yang mulia akhlaknya, yang selalu
memperlakukan para tamunya dengan baik membeli ataupun tidak. Karena
ternyata, keuntungan bagi dirinya bukanlah dari untung jualannya
melainkan kebahagiaan bagi para pelanggannya. Jika pelanggan bahagia,
diapun bahagia, maka sudah bisa dipastikan rizkinyapun melimpah. Jika
anda ingin mencoba mempraktekkan hal ini, temuilah pedagang yang
berwajah anti senyum, ketus, sombong, tentu saja anda akan merasa
kesal dan enggan bertemu lagi dengannya, tutur katanya yang berbobot
akan membuat semakin teredam emosi kita bahkan bisa jadi berbalik
pikir menjadi orang yang menyesali perbuatan yang sebelumnya kita
anggap benar. Menarik sekali sebuah kisah dari buku kecerdasan emosi
yang menceritakan tentang seorang pemabuk yang naik kedalam kereta
clan mulai berbuat onar, kebetulan didalam kereta tersebut terdapat
pula seorang ahli bela diri yang sangat terlatih, di benaknya sudah
sangat terbayang hantaman untuk menaklukan sang pemabuk ini, terutama
ketika pemabuk itu mulai mengganggu ibu yang membawa seorang bayi.
Tapi secara tiba-tiba ada seorang tua kurus dengan beraninya menemui
sang pemabuk dan menyapanya dengan penuh kesopanan, bahkan tetap
menjawab dengan ramah serta penuh perhatian walaupun pemabuk tersebut
bersikap ketus. Yang sangat menarik adalah ternyata lambat-laun
kemarahan sang pemabuk semakin mereda, bahkan mereka akhimya turun di
salah satu stasiun, dan ketika kereta bergerak lagi tampak dari
jendela, sang pemabuk yang berbadan besar tersebut tengah duduk
bersimpuh, disamping kakek Selamat berbahagia bagi siapapun yang bisa
bersikap ramah sekalipun terhadap orang yang berbuat tak baik kepadanya.

7. RAMAH PEREKAT SILATURAHMI
Jikalau sifat kasih sayang sudah melekat pada diri seseorang maka akan
tampak indahlah orang tersebut serta akan disukai manusia lainnya.
Namun sebaliknya, bila sifat kasih sayang sudah sirna pada diri
seseorang maka akan terkumpulah sifat serta perilaku buruk yang
merugikan, bisa dipastikan pula ia akan menjadi manusia yang dibenci.
Bayangkan dan amati keadaan di rumah, disiratkan oleh Rosululloh SAW
bahwa ahli silaturahmi itu rezekinya akan bertambah, umur akan lebih
dipanjangkan, dan tertolak dari bala musibah. Bagi para ibu yang judes
dan ketus, para ayah yang kasar dan galak, para atasan yang arogan dan
sombong serta emosional dan lain sebagainya, tidak usah terlalu
bercita-cita ingin hidup tentram, bahagia, disukai orang lain,
dilindungi, dan dibela orang lain dengan tulus, karena pintu kearah
tersebut hanya terbuka bagi orang yang hatinya penuh kasih sayang,
ketulusan dan sikap yang ramahdi kantor atau dimanapun yang sudah tak
bernuansa kasih sayang, niscaya akan membuah gerah dan tak nyaman.
Saling menyikut, saling menginjak, saling menendang, dan ternyata
perusak suasana ini adalah orang-orang yang berperilaku kasar, ketus,
bengis, serakah, sombong. Mereka benar-benar perusak keadaan termasuk
perusak hubungan kekeluargaan, kekerabatan, perusak suasana dan
hubungan kerja, dan juga perusak nama baik keluarga, nama baik
perusahaan dan lain sebagainya. Berlainan halnya dengan orang yang
ramah, murah senyum, ringan tangan dalam membantu orang lain, kebaikan
akan terpancar dari dirinya, siapapun akan suka berdekatan dan
berakrab-akrab dengannya. Orang akan merasakan manfaat darinya,
biasanya bila orang sudah memiliki rasa suka maka akan timbul komitmen
untuk membela, melindungi, atau berkorban untuk orang yang disukai,
baik diminta ataupun tidak, mungkin inilah yang disiratkan oleh
Rosululloh SAW bahwa ahli silaturahmi itu rezekinya akan bertambah,
umur akan lebih dipanjangkan, dan tertolak dari bala musibah. Bagi
para ibu yang judes dan ketus, para ayah yang kasar dan galak, para
atasan yang arogan dan sombong serta emosional dan lain sebainya,
tidak usah terlalu bercita-cita ingin hidup tentram, bahagia, disukai
orang lain, dilindungi, dan dibela orang lain dengan tulus, karena
pintu kearah tersebut hanya terbuka bagi orang yang hatinya penuh
kasih sayang, ketulusan dan sikap yang ramah.

8. RAMAH LADANG AMAL YANG MELIMPAH
Dalam teori ekonomi selalu saja kita ingin untung sebesar-besamya
dengan modal sekecil-kecilnya, hal yang sangat manusiawi sekali clan
tidak sepenuhnya salah. Begitu pula dalam urusan keuntungan akherat
kitapun harus mencarinya sekuat tenaga sambil kita nikmati keuntungan
duniawinya yang halal.Ternyata diantara amal yang paling ringan, tampa
mengeluarkan harta, tenaga, biaya bahkan mendapat keuntungan
yangmelimpah ruah, baik kepada sesama manusia, maupun dengan Penguasa
Aiam semesta, adalah dengan menjadi ahli sedekah dengan cara
memperlihatkan sikap kita yang selalu penuh keramahan, sedekah dengan
senyum yang mills, sedekah dengan wajah yang cerah ceria, sedekah
dengan ucapan salam dan tegur sapa yang sopan,sedekah dengan sikap
santun penuhkemaafan, sedekah dengan pribadi lapang dada terhadap
perilaku orang lain yang kurang menyenangkan, sedekah dengan tidak
membalas penghinaan melainkan dengan kala-kala yang baik

9. RAMAH KESAN yang tak TERLUPAKAN
pertunjukan yang mengesankan, kemudian anda pulang. Ternyata ingatan
akan pertunjukan tersebut terbawa sampai ke rumah. Begitupun halnya
jika kita bertemu dengan pribadi yang menyenangkan, berjam-jam pun
kita tidak Hogan bercengkrama dengannya. Caranya menanggapi
pembicaraan kita, penuh dengan kesantunan dan penuh perhatian.
Sikapnya yang sopan ketika menyela pendapat kita membuat kita merasa
nyaman. Tidak ada nada meremehkan dalam setiap ucapannya, , walaupun
ia tidak sependapat dengan kita. Keramahannya akan membuat kita ingin
bertemu lagi dengannya. Berdiskusi dengannya clan menikmati pesona
kesantunan yang terpancar dari dalam dirinya. Tidak demikian halnya
jika kita berpapasan dengan seorang yang berwajah tidak menyenangkan
untuk dipandang, suram, sikap yang kasal, pembicaraan Pemahkah anda
menyaksikan suatu beraktifitas. Lalu apa hubungannya keramahan dengan
energi yang kita keluarkan? Tentu saja ada, tatkala kita melakukan
perbuatan yang lebih santun clan hormat kepada orang lain, kita tidak
memerlukan banyak tenaga uuntuk melakukannya, cukup sebuah senyuman,
orang lain akan lebih terkesan dengan keramahan yang kita tampilkan.
Hanya sebuah senyuman saja, tidak lebih. Bukankah shadaqah yang paling
ringan adalah dengan tersenyum. Tersenyum hanya blituh waktu beberapa
detik, tapi.. .dampaknya amat luar biasa. Orang yang tadinya
uring-uringan di timpa masalah, mendadak menjadi riang karena senyuman
kita. Tentu saja senyuman dan keramahan harus tulus terpancar daTi
hati ang bening pula, karena kenanyapun akan ke hati lagi. Contoh yang
lain lagi, cobalah anda bersikap lebih santun ketika bertemu dengan
siapapun, ucapkan salam Walau singkat, itu akan jauh lebih baik,
ketimbang yang ketus clan tidak pernah mall menghormati, bahkan
meremehkan pendapat kita. Apa yang kita rasakan? Tentu saja perasaan
sebal, kesal bercampurdengan keinginan untuk tidak bertemu lagi
dengannya. ltulah yang akan kita terima dari orang lain jika kitapun
bersikap seperti itu, kita akan dikenang sebagai orang yang
menyebalkan clan memuakkan, hingga orang lain enggan untuk
berbincang-bincang dengan kita. lain halnya jika kita berperilaku
ramah clan sopan selia menyenangkan jika bertemu, atau berbincang,
orang lain tentu akan lebih berkesan ketika bertemu untuk kedua
kalinya dengan kita. Jadi.. .silahkan anda tentukan pilihan, kesan
mana yang ingin anda tampilkan terhadap orang lain.

10. RAMAH HEMAT ENERGI

Hemat energi, berarti kita sudah mengefektifkan waktu kita untuk tidak
berlalu begitu saja ketika berpapasan dengan teman atau
sahabat-sahabat kita. Ternyata, memang tidak butuh waktu banyak untuk
berbuat ramah kepada orang lain, cukup dengan sebuah senyuman, wajah
yang cerah ceria, serta ucapan yang baik orang akan terkenang pada
kita. Lain halnya dengan jika kita bersikap ketus, sinis, sombong dan
penuh kebencian, energi yang kita keluarkan tidak akan pernah
sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan dari orang lain.
Kebencian orang lain pada kita akan membuat diri kita tersiksa dan
menderita, sehingga lambat laun energi kitapun terkuras hanya untuk
memikirkan ketidaksukaan orang kepada kita. Jadi mengapa memilih
bersikap ketus dan sombong kalau kita bisa bersikap ramah dan santun
kepada orang lain!


 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke