Suatu hari bersama keluarga saya pergi ke tempat kelahiran ayah di desa
sembayat gresik, saat itu saya itu saya diajak kakek untuk bersama dengan
tetangga untuk bergotong royong membersihkan saluran got pembuangan air,
bersama dengan sahabat-sahabat kakek bahu-bahu membahu bekerja tanpa pamrih,
dan ibu-ibu menyediakan perbekalan pisang goring, seinggkong goring, dan
makanan tradisional lainya. Dengan gotong-royong tercipta suasana
kebersamaan yang kental. Dan menciptakan semangat kekeluargaan.
Membayangkan saat ini dilingkungan sekitar tempat saya tinggal, semangat
gotong royong sudah mulai pudar, ketika ketua RT kami mengumumkan untuk
melakukan pembersihan got sekitar pemukiman kami, ternyata banyak orang yang
tidak mau hadir, dan mengganti kehadirannya dengan membayar kepada orang
lain, atau malah tidak datang sama sekali.
Saya pun berdiskusi dengan sahabat-sahabat saya, bagaimana
keadaan di lingkungan mereka, ternyata hampir sama. Apalagi hal ini terjadi
pada lingkungan pemukiman yang katanya elite, banyak warganya yang mempunyai
kedudukan pangkat, harta, yang gengsi untuk bergotong royong.
Begitu menyedihkan banyak orang yang tidak peduli terhadap
lingkungan, dan dengan entengnya meninggalkan pertemuan dan gotong-royong.
Menurut pribadi saya sendiri, gotong-royong adalah tradisi yang bagus dan
harus dikembangkan kembali, dengan gotong-royong memudahkan sesuatu masalah,
karena harus dikerjaka bersama.
Dengan gotong-royong membuat warga saling peduli, membuat
lingkungan masyarakat yang sehat dan dinamis, semua permaslahan dapat
diselesaikan bersama, dan dilakukan dengan baik tanpa pamrih.
Hanya sebuah pemikiran kecil, betapa indah kalau penyelenggaraan
kenegaraan kita dilakukan dengan gotong-royong dari semua elemen masyarakat
tanpa ada yang menyatakan dirinya elite, bersama membangun bangsa tanpa
mengharap pamrih. Mungkin engga ya…?
Tapi saat ini gotong-royong penyelenggaraan Negara telah
diterapkan, tetapi untuk hal yang menyakitkan hati masyarakat,
penyelenggaraan Negara semua bergotong-royong menjarah harta Negara. Sungguh
menyedihkan.
Terlepas dari omongan politik, saya sangat ingin melihat
semangat gotong-royong dapat kembali hidup dalam kehidupan masyarakat kita,
teringat saat terjadi gempa di jogja, begitu indah banyak masyarakat desa
lain tanpa pamrih membantu korban yang terkena gempa. Sungguh menyenangkan,
bagaimana dengan ligkungan kita…
Gotong-royong tidak hanya membersihkan lingkungan, semangat
gotong-royong dapat dilakuakan saat melihat sahabat dan tetangga kita
terkena musibah, kita bisa membantu bersama. Sesuatu masalah akan terasa
ringan bila dikerjakan bersama, suatu masalah dapat dengan mudah terpecahkan
bila dipikirkan bersama.
Jadi apa rugi kita bergotong-royong, saya mengajak semua
sahabat, untuk kembali menghidupkan semangat gotong-royong dilingkungan
rumah, kantor, sekolah dan lainya, karena akan menciptakaan kebersaamaan
yang indah.
"Manusia adalah mahluk social, dan tidak bisa berdiri sendiri, maka jangan
lah bersikap egois terhadap sesame"
"1000 kepala akan lebih baik pemikirannya, dari pada hanya 10 kepala"
Dalam perenungan malamku, Ingin kembali melihat dan berpartisipasi dalam
gotong-royong
Depok 05 September 2007 21:38
Erwin Arianto
Be my friend come to http://erwinarianto.blogspot.com
--
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
Internal Auditor
PT.Sanyo Indonesia
Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
--------------------------------------------
See my Article On http://erwinarianto.blogspot.com/
[Non-text portions of this message have been removed]