Capres Amerika: 
Mekah dan Madinah akan Saya Bom!

Calon Presiden Amerika dari Partai Republik, Tom
Tancredo, mengatakan, jika diberi keleluasaan, dia
akan memilih mengebom Mekah dan Madinah 

Hidayatullah.com—Belum berkuasa saja sudah begitu
bencinya pada Islam. Itulah yang ditunjukkan kepada
salah satu calon presiden (capres) AS dari partainya
George W Bush, Tom Tancredo baru-baru ini. Tom,
mengatakan, jika dirinya diberi keleluasaan, maka, dia
akan mengebom kota suci Mekah dan Madinah.

“Jika diberikan kepada saya untuk membuat keputusan,
saya akan memberitahu bahwa serangan ke atas negara
kita akan di balas dengan serangan terhadap tempat
suci Mekah dan Madinah,” ujarnya dikutip CNN.
Pernyataan ini disampaikan saat kampanye memperebutkan
jabatan sebagai presiden Amerika di Iowa, AS. 

Pernyataan Tom ini disampaikan dengan apa yang
disebutnya sebagai ’tindakan pencegahan’ terhadap
gerakan Islam. 

Dalam pernyataan lain, sebagaimana dikutip
http://www.iowapolitics.com/ Tom, juga memperingatkan
akan adanya kelompok “teroris” yang akan “menyerang”
secara ekonomi di seluruh dunia. 

Sebelum ini, capres berkulit hitam Barack Obama dari
Partai Demokrat juga pernah menyampaikan akan
menyerang Pakistan tanpa persetujuan untuk menumpas
apa yang ia sebut “jaringan” Al-Qaidah. Nampaknya,
kampanye “menumpas Islam” jualan paling laku untuk
dapat terpilih menjadi presiden Amerika. [Senin, 06
Agustus 2007; cnn/cha/http://www.hidayatullah.com/]




Noam Chomsky: Ketakutan Utama AS, Jika Umat Islam
Bersatu

Noam Chomsky, yang selama ini dikenal sebagai
komentator dengan pernyataan-pernyataan yang pedas
terhadap kebijakan AS mengatakan, mimpi buruk AS
adalah apabila umat Islam di dunia bersatu.

Saat ini, kata Chomsky, tantangan terbesar bagi AS
adalah bagaimana tetap mempertahankan dominansi
terhadap negara-negara penghasil sumber energi di
dunia, yaitu Timur Tengah.

“Persatuan di kalangan umat Islam, umat yang selama
ini berada di hampir seluruh wilyah penghasil sumber
energi dunia, merupakan mimpi buruk terbesar bagi AS,
“ kata Chomsky.

Menurutnya, langkah AS memberikan bantuan untuk
keperluan militer di sejumlah negara Timur Tengah
baru-baru ini, hanya akan memicu perlombaan senjata di
kawasan itu. Dan itu adalah taktik pemerintahan Bush
agar kekerasan tetap berkobar di Timur Tengah dan
untuk mencegah persatuan umat Islam.

Chomsky meyakini, invasi Irak merupakan pesan AS bahwa
negara itu akan melakukan serangan sepanjang target
serangannya dianggap “tidak memiliki pertahanan” yang
memadai.

Dalam hal ini, ia juga mengkritik kecenderungan media
massa AS mengabaikan pesan-pesan damai yang
dilontarkan para pemimpin negara-negara Timur Tengah.

Menurut Chomsky, cuma ada dua negara penghasil sumber
energi di Timur Tengah yang gagal dikontrol AS, yaitu
Iran dan Suriah. Tak heran jika AS, selama ini
menganggap kedua negara itu sebagai musuh, utamanya
Iran.

Ia memperkirakan bahwa negara-negara yang selama ini
menolak dominansi AS, seperti Iran dan Suriah akan
membentuk sebuah blok yang cenderung bergabung dengan
Asian Energy Security Grid dan Shanghai Cooperation
Organization (SCO) yang berbasis di China.

Chomsky mengutip laporan surat kabar South China
Morning Post edisi Juni 2006 yang terbit di Hongkong.
Surat kabar itu melaporkan bahwa Presiden Iran Mahmud
Ahmadinejad telah mencuri perhatian para peserta
pertemuan tahunan SCO.



       
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC

Kirim email ke