Keindahan adalah Sebuah Cahaya dari Surga
Lefke, Cyprus 09 September 2007
Mawlana Syaikh Nazim Adil Al Qubrusi Al Haqqani
www.mevlanasufi.blogspot.com
Bismillah hirRohman nirRohim
As-salamu 'alaikum, selamat datang! Selamat datang, itulah yang Allah Maha
Kuasa beserta para malaikat-Nya menyambut kalian! Berusaha menjadi orang-orang
seperti
itu, orang yang disambut! Ketika mereka meninggalkan kehidupan ini menuju
kehidupan abadi, para malaikat datang dan membukakan pintu-pintu ke Kehidupan
Abadi
dan mengundang mereka, menyambut mereka: Selamat datang, hamba yang baik!
A'udzu bi-llahi mina syaitani rajim Bismillahir Rahmanir Rahim. Ya Rabbana,
laka-l hamd! Hamdan daima ma a khuludik! Wa salatu wa salamu ala Sayyidina
Muhammadin wa 'ala alihi wa sahbihi, haqqa qadrihi wa miqdarihi l- azim!
Wahai manusia, mohonlah ampun! Semua orang butuh untuk memohon ampunan dari
Allah yang Maha Kuasa karena kita melakukan sesuatu. Madad, ya Rijalallah ini
bukan
penghambaan yang begitu berharga. Kita melakukan penghambaan pada tingkat
terakhir hamba dan kita memberikan seluruh kekuatan atau daya upaya kita bagi
dunya!
Itulah bala un azim, itulah alasan terbesar bagi kutukan. Jika kita dapat
melakukan ibadah untuk Allah seperti kita bekerja bagi dunya, maka dunia ini
akan menjadi bagaikan surga! Tapi kaum beriman melakukan ketaatan atau
penghambaan dengan sangat lemah, itulah
yang mereka katakan: Kami hamba-hamba yang baik.
Kau tidak bisa berkata: Aku hamba yang baik! Tidak seorang pun dapat mengklaim
ini, tidak ada otoritas bagi seorang pun untuk mengucap: Aku seorang hamba
yang baik. Kau harus selalu memperhatikan dan berkata: Wahai Tuhan kami, kami
tidak pernah sanggup
menyembah-Mu sebagaimana Kau harus disembah!
Nabi Isa as, selalu melakukan perjalanan karena para Nabi mempunya Cahaya
Surgawi, mereka tercerahkan dari Surga dan cahaya atau pencerahan itu tampak
pada wajah
mereka. Begitu juga pada orang umum yang berusaha untuk beribadah kepada Tuhan
mereka. Cahaya atau pencerahan dari Surga itu muncul diwajah mereka.
Mereka berusaha agar wajah mereka terlihat cantik atau tampan atau bersinar
untuk siapa? Untuk orang lain! Semua orang suka dilihat oleh orang lain:
Ohhhh, orang yang negitu tampan, wanita yang begitu cantik! Mereka menggunakan
aspek-aspek materi untuk
memperlihatkan kecantikan atau ketampanan mereka jangan pernah begitu!
Kecantikan atau ketampanan dari Surga dan Allah yang Maha Kuasa anugerahkan
kepada para hamba-Nya Cahaya dari Surga dan Allah yang Maha Kuasa menyinari
para hamba-Nya!
Dia suka kalau para hamba-Nya dilihat dan wajah mereka memancarkan keindahan,
Dia menyukai itu. Siapa pun yang berasal dari kalangan kaya atau sultan atau
kaisar, tidak dapat kau cari diantara para tentara atau pelayan dalam wajah
jelek dan hitam; kau pasti
melihat mereka semua begitu cantik dan tampan dan penampilan mereka dalam
tampilan seorang pahlawan dan Cahaya Surgawi terpancar dari wajah mereka.
Mereka memakai tongkat, raja berada disekitarnya; setiap orang bagian dari
seorang raja atau sultan, wajah
mereka bagus, tercerahkan, tidak untuk dibenci. Tidak untuk dibenci, tidak,
setiap orang akan melihat kepada mereka dan mungkin saja merasakan kepuasan dan
kecintaan dan kesetiaan dalam hati kepada raja mereka.
Ini penting. Dan Allah yang Maha Kuasa menyukai para hamba-Nya agar terlihat
secantik atau setampan mungkin dan agar diwajah mereka terpancar keindahan dan
bersinar. Oleh karenanya, kini ada suatu kaum sebelum masa kita, jumlah mereka
banyak, tapi kini
orang-orang itu semua disembunyikan, sembunyi, sehingga begitu banyak wajah
buruk, wajah gelap, kegelapan menyelubungi wajah mereka, memenuhi semua tempat
dan mereka berkata: Kami sedang melakukan layanan Illahiah! Tidak mungkin!
Tidak mungkin! Barang
siapa yang merupakan pemberi layanan Illahiah harus tercerahkan dan hati orang
banyak tertarik oleh diri mereka.
Oleh sebab itu, kita memberikan waktu lebih banyak lagi mungkin seluruh wkatu
kita untuk layanan Surgawi Allah yang Maha Kuasa dan layanan Illahiah-Nya. Kau
mungkin melihat kehebatan, pujian atas mereka, dan wajah mereka tercerahkan.
Nabi Isa as berkelana, seluruh Nabi melakukan perjalanan karena sebagian besar
manusia bodoh. Jika mereka mendengar sesuatu yang diiklankan oleh setan, mereka
akan berlari menghampiri: Oh, datang seorang pianis terkenal, seorang profesor
kenamaan, orang terkenal yang begitu dan begini (dan mereka) berlarian
menghampiri untuk menjumpai mereka. Tapi tidak bagi orang-orang Surgawi bahkan
rambut mereka pun tidak bergerak untuk mengucap: Oh!
Oleh karena itu setiap hari kau lihat dilayar TV orang yang sama, seseorang
datang, jika kau memperhatikan wajahnya maka tidak ada sesuatu pun diwajahnya.
Hanya tanda-tanda setan pada wajah laki-laki atau wanita itu! Mereka mulai
bernyanyi atau memainkan instrumen mereka ohhh ribuan orang berdiri dan duduk.
Itu artinya, orang pada umumnya melakukan layanan setani; mereka hanya
melakukan segala sesuatu bagi setan, tidak ada bagi Allah. Oleh karenanya,
wajah mereka begitu, begitu jelek dan suara yang sangat buruk keluar dari mulut
mereka, dan mereka menari, bermain
tingkah laku buruk yang mereka lakukan.
Karena manusia sejak dari mulanya hingga hari ini, mereka senang menjadi setan;
ini menyenangkan bagi masyarakat umum untuk mengikuti orang-orang setani dimana
mereka merupakan bagian dari setan. Nabi Isa as, Allah mengenakan beliau
pakaian kehormatan dan kebesaran dan beliau dilindungi dalam kerahasiaan- Nya,
Allah melindunginya- suatu kali Isa as (Yesus Christ) mengadakan perjalanan
untuk bertemu engan beberapa orang yang mungkin tertarik kepadanya.
Satu hari Isa as tiba disebuah tempat dipegunungan dan dia mencari-cari sebuah
abid; abid artinya, seseorang yeng mengabdikan diri mereka untuk melayani Tuhan
mereka seperti para biksu; mereka berusaha untuk meniru yang asli tapi mereka
sangatlah jauh jauh.
Isa as kemudian bertemu dengan seseorang yang sedang duduk diatas tanah,
berdo'a. Kemudian Isa as bertanya kepadanya: Siapakah kamu? dan dia berkata:
Wahai Isa as! Mengapa kau menanyakan namaku? Mengapa kau tidak bertanya mengapa
aku (tidak?) bertanya kepadamu: Apa kabar? Aku bicara tentang diriku sendiri
bahwa kaulah Nabi Isa as kau tidak tahu siapakah aku?
Beliau menjawab: Benar, aku tahu. Tapi aku tidak suka memperlihatkan sesuatu
kepadamu tanpa Ijin Surgawi. Aku tidak bisa melakukan itu. Oleh karenanya aku
bertanya kepadamu, siapakah kami. Dan biksu itu atau abid, orang yang beribadah
berkata: Aku juga seorang hamba Tuhan-ku yang lemah. Apa yang kau lakukan
disini? Seperti itulah pertanyaan yang
diajukan para Nabi, ini untuk ta'lim, untuk ajaran dan juga latihan.
Aku disini berusaha melakukan sesuatu bagi Tuhan-ku, Allah yang Maha Kuasa.
Ohhh! Berapa tahun kau sudah ada disini? Saya disini sudah sekitar 700 tahun.
Dimanakah rumahmu? Dia berkata: Aku hanya disini, aku tidak membutuhkan untuk
membangun rumah, walaupun hanya satu kamar.
Tanyalah 'Isa : Kau tidak akan membangun sebuah bangunan bagi dirimu sendiri.
Tapi sebagai perlindungan dari matahari atau melindungi dari dingin, kau
setidaknya bisa melakukan satu gubug kecil! Kau tinggal disini beberapa tahun,
pasti ada musim yang berubah. Kadang kala musim panas, kadang kala musim dingin
dan kadang kala hujan, kadang kala matahari bersinar dengan terik. Apa kau
tidak membutuhkan rumah?
(Biksu) menjawab: Tidak, tidak ada waktu bagiku! Tidak ada waktu bagiku
membangun apa pun karena aku telah diberitahukan oleh beberapa hamba spesial
Tuhan-ku -beberapa Nabi- yang bertemu denganku dan mereka memberikan kabar
gembira bahwa aku akan hidup hanya selama 700 tahun dan 700 tahun itu tidaklah
hidup yang lama. Oleh sebab itu aku tidak punya cukup waktu untuk membangun
apapun disini
Aku duduk disini, siang dan malam dibawah terik matahari, dibawah
salju- tidak berubah. Tapi aku bahagia karena (aku) tidak punya waktu untuk
meletakkan satu batu diatas batu lainnya untuk menjadikannya sebagai sebuah
bangunan.
Kemudian Nabi Isa as berkata: Oh, orang yang bekerja atau melakukan yang
terbaik yang dia bisa agar Tuhannya ridho kepadanya adalah orang benar! Itulah
tujuan paling penting bagi manusia: berusaha agar Tuhan ridho kepada mereka
tapi mereka malah lari
berhamburan dan meminta untuk bersenang-senang! Jika semua orang berlarian dan
tidak membuat Tuhan mereka ridho, mereka tidak pernah bahagia dalam hidup!
Itulah Pembalasan Illahiah: Barang siapa yang berusaha untuk membuat-Ku
bahagia, ridho kepadanya. Aku menjadikan hamba itu bahagia dan ridho melewati
kehidupannya! Barang siapa berusaha memberikan Aku kesenangan, Aku juga akan
menganugerahkan agar hamba tersebut selalu dalam kesenangan!
Itulah keseimbangan yang tidak berubah agar diketahui, agar mengerjakannya!
Kemudian Isa as berkata: Ohhh, dia berbuat seperti ini. Kau berkata, Wahai
hamba Tuhan-ku, kau berkata bahwa hanya selama 700 tahun usiamu dan kau tidak
memperhatikan dan mencari untuk membangun gubug yang sangat sederhana. Aku
bertanya-tanya dan berpikir bahwa ketika Hari Akhir mendekat, Allah yang Maha
Kuasa mengutus Penutup para Nabi, Sayyidina Muhammad sallaLlahu alayhi wa
sallam, dan umat beliau yang umurnya tidak pernah lebih banyak dari 60 atau 70
tahun sangat sedikit yang lebih dari itu- dan mereka membangun berbagai macam
bangunan, sebagaimana yang baru dibangun oleh Nimrod,
sebuah menara. Mereka seharusnya mencoba membangun bangunan seperti itu.
Subhanallah! Sebelum 2.000 tahun yang lalu berita itu datang dan itu sampai
kepadaku pula seperti sebuah pengetahuan. Subhanallah! Mengejutkan apa yang
Nabi Isa as katakan bahwa ummat Penutup para Nabi, yaitu umur rata-rata umat
Nabi Muhammad salallahu alayhi wasalam dimana hidup mereka yang akan berskisar
antara 60-70 tahun- apa yang akan kau lakukan jika hidupmu antara 60 dan 70
tahun?
Wahai Isa as! Waktu itu aku mengucap Allahu akbar, merendahkan kepalaku,
bersujud dalam Hadirat Illahiah untuk Kasih Sayang-Nya yang Tanpa Akhir,
melakukan satu sajda dan aku tinggal disana sampai Malaikat Kematian datang dan
mengambil nyawaku! Tidak ada lagi yang aku lakukan, hanya satu sajda dan satu
tekukan lutut (sampai) aku selesai. Itu yang mendekat Hari Pembalasan dan
mereka sedang sajda - Subhanallah!
Kini, apa yang dilakukan oleh masyarakat? Mereka begitu serakah; serakah dalam
mengejar dunia tetapi sangat sedikit waktu bagi tuhan mereka, untuk berlutut
dan melakukan sajda untuk-Nya! Bagaimanakah menurutmu atau pendapatmu, apa yang
bisa kau katakan, kejadian terbesar apa yang seharusnya dihadapi oleh
masyarakat abad 21? Apa yang kau katakan?... Hanya kutukan! Hanya kutukan!
Hanya kutukan sampai mereka kembali, meninggalkan setan kemudian berkah
mendekat mereka untuk mengenal Allah
Wahai manusia, jagalah dirimu, berikan Hak Tuhan-mu melalui waktumu, jangan
takut terhadap siapapun! Jagalah ibadahmu dan sempurnakan penghambaanmu
sebanyak mungkin, kemudian kau akan menemui bahwa kau berada dalam Lindungan
Illahiah Tuhan-mu- tidak ada yang bisa menyentuhmu, tidak ada yang bisa
menyakitimu, disini atau di Akhirat!
Demi kehormatan Penutup para Nabi. Ucapkan: Astaghfirullah, Astaghfirullah!
Tubna wa rajana ilayka, ya Rabbana! Bi hurmati man anzaltahu 'alayhi Suratu
l-Fatiha
Wa min Allah at Tawfiq
wasalam, arief hamdani
Launching Album Haqqani Rabbani Band & Rumi Dervishes
Segera Launching Album Haqqani Rabbani Band & The Naqshbandi Haqqani Rabbani
Whirling Dervishes of Indonesia, Tarian Rumi yang Berputar ( terdiri dari 10
lagu Shalawat Rabbani, dengan genre music salawat yang sangat memikat )
1. Azan
2. Khatam Kwajagan
3. Dzikrullah
4. Thola'a badru
5. Thola'a Asqu Ghoromi
6. Astaghfirullah
7. Marhaban Ya Mawlana
8. Ya Mawlana
9. Laysa lahu ilahuu
10. Allah Hu Allah
Format : DVD, Dilengkapi RUMI Whirling Dervishes The Naqsbandi Haqqani Rabbani
Whirling Dervishes di berbagai Penampilan di berbagai stasiun TV, GKJ, STEKPI,
Mall dll
Harga : Rp. 50.000 ,-
Format CD : Harga Rp. 50.000
Dalam kemasan booklet sampul yang sangat mewah, terdiri dari Foto2 MSH, MSN,
dan Penampilan Haqqani Rabbani Band & Whirling Dervishes. Pemesanan segera
limited edition ke email [EMAIL PROTECTED] com, SMS HP. 08881335003,
0816830748.
Buku Baru : Kunci-Kunci Menuju Kerajaan Ilahi
Telah terbit buku baru terjemahan dari The Keys to Divine Kingdom, Kunci2
Menuju Kerajaan Ilahi, Rabbani Sufi Institut Indonesia. Harga Rp. 20.000. Tebal
156 Halaman.
Daftar isi :
Kunci Menuju Kerajaan Ilahi ( Keys to the Divine Kingdom )
Bagian 1 - ORIENTALIS
1.Pengetahuan Melalui Buku-buku dan Pengetahuan Rasa
2.Keangkuhan Setan
3.Pengetahuan manusia seperti setetes air di samudra
4.Jubah Petunjuk
5.Orientalis bertemu Grandshyaikh
6.Benih
7.Seberkas Cahaya yang Terfokus
8.Sebutir Telur
9.Kandungan / Rahim
10.Imam Ghazzali dan Lalat
11.Pengetahuan Kertas & Pengetahuan Rasa
Bagian II - Derajat tingkat Kedekatan 33
12.Siapa Mengenal Dirinya, Mengenal Tuhannya
13.Satu Jam Perenungan
14.Meditasi Pernafasan
15.Niat Yang Baik
16.Terjaga diwaktu malam
17.Mereka Yang Mengingat Allah
18.Menunggu dan Bersalawat
19.Pengetahuan Rasa
20.Mengapa Nabi saw Menangis
21.Racun Tubuh
22.Dampak Iri Hati
23.Pembuat Damai yang Dirahmati
24.Menerima Kesulitan-kesulitan
25.Dzikir dan Titik-titik Energi
26.Mereka yang Merenungi Ciptaan Tuhan
27.Cermin & Gambaran
28.Khusyuk dalam Sholat
29.Ketika Allah mengirim kasih sayang-Nya
Bagian III - ORANG-ORANG SALEH DAN PARA SYAIKH
30.Para wali melindungi dan mengawasi setiap orang
31.Presentasi sebuah table diagram
32.Karakteristik Para Wali
33.Menghampiri Syaikh dengan Sepotong Kain
34.Helium, Menjadi Cahaya dan Rumi qs
35.Bintang-bintang dikegelapan malam
36.Pesan Kode Rahasia, ENCRYPTED
37.Rahasia energi satu dan delapan
38.Komunikasi antara para wali
39.Kategori para wali
40.Bagaimana para wali membawa beban manusia
41.Dia dihukum mati dengan dilempari batu
42.Melampaui batas keberadaan,memasuki Realitas
BAGIAN IV -
ILMU PENGETAHUAN DAN DUNIA YANG TERSEMBUNYI
43.Keajaiban Matahari
44.Dua jenis energi
45.Sifat ilmiah dan spiritual ciptaan
46.Komposisi DNA
47.Pengetahuan yang diungkapkan pada Nabi SAW
48.Yang Esa telah mengajari manusia Melalui Kalam
50.Keajaiban Bulan
51.Seluk beluk tak terbatas dari ciptaan
52.Tanda-tanda di Horison
53.Teknologi Surgawi merupakan
54.Teknologi Orisinil
55.Realitas Tiruan
56.Apa yang Terjadi pada Benih?
57.Layar Besar
58.Rahasia Kehidupan Sel-sel
BAGIAN V - Memoles & Menyemir Hati
59.Kebaikan seberat atom
60.Api dari Sebatang Pohon Hijau
61.Rumah segala macam penyakit
62.Para ahli gizi untuk hati
63.Emigrasi / Perpindahan
64.Kerendahan hati
65.Selubungselubung realitas
66.Selubung- selubung yang tersingkap
67.Memoles & Menyemir Hati
68.Penghapusan : Sebuah syair Ali Ra
69.Ilmu pengetahuan tidak pernah berakhir
Pemesanan, cantumkan alamat, nama, HP, Pembayaran melalui Rek BCA Melawai atas
nama R. Arief Ludiantoro H No Rek 0701009834. Setelah diterima buku dikirim.
Tersedia
banyak buku baru Mawlana Syaikh Hisyam qs, kunjungi www.mevlanasufi.blogspot.com
Baru terbit Kumpulan Sohbet Ramadhan, Lailatul Qadar.
wasalam, arief hamdani
www.mevlanasufi.blogspot.com
www.rumisuficafe.blogspot.com
Rabbani Sufi Institut Indonesia
Hp. 08881335003
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
[Non-text portions of this message have been removed]