Siapa di dunia ini tidak menginginkan kebahagian, tujuan kita hidup adalah
mencapai kebahagian. Kita bekerja keras, meraih sukes dan mencapai kekuasaan
apa yang kita ingin kita capai suatu kebahagiaan bukan.



Banyak orang yang bekerja siang-malam banting tulang, banyak rumus untuk
menuju sukses di buat, buku-buku best seller sifat untuk sukses, strategi
sukses, mendapat keuntuangan, menjadi kaya, dan lain-lain tentang sukses dan
kekayaan.



Satu pertanyaan saya apakah bila kita sudah sukses, kekayaan sudah ditangan,
nama baik sudah disandang, kekuasaan sudah diraih, akan menjamin kita
bahagia. Dengan tegas saya menjawab tidak.



Bila kita sudah memiliki kekayaan yang banyak sejumlah 10, berdasar sifat
alamiah manusia akan ingin meraih kekayaan lebih banyak lagi dengan jumah
100, apa sudah kita raih kita akan minta 1000 dan seterusnya. Semakin lama
kita memikirkan meraih kesuksesan dengan ujung-ujungnya mendapat kekayaan
yang berlimpah apakah akan menjamin kita bahagia… tidak.



Kebahagian tidak dapat diraih dengan harta, jabatan, nama besar, dan segala
pernak-pernik dunia. Iya kita memiliki semua kita akan bahagia, tetapi
kebahagiaan yang kita nikmati hanya sementara. Dan kita akan jatuh dalam
kesengsaaraan dan siksaaan hidup.



Dengan memiliki harta yang banyak kita akan takut, harta kita diambil, kita
akan ditipu, atau kita dirampok. Apakah perasaan seperti ini yang kita
inginkan dengan memiliki harta yang banyak. Tentunya kita ingin bahagia.



Apakah dengan meraih jabatan, kekuasaan kita akan bahagia, jawaban tegas
saya adalah tidak. Kenapa, karena ketika kita memiliki kekusaan, kita akan
merasa takut kita akan jatuh dari jabatan yang kita punya, akan
digulingkan., lihat lah ketika seorang direktur/ manager ketika mereka
pension. Mereka akan mengalami post power sindrom. Dimana mereka biasa
dihargai, dihormati, tiba-tiba mereka bukan siapa-siapa. Ternyata kekuasaan
dan jabatan tidak membawa kebahagian yang abadi.



Ketidak bahagian juga bukan milik orang yang berhasil saja, ketika kita
tidak memiliki apa-apa dan kita berkeinginan, memiliki mimpi untuk berhasil
, tetapi mimpi tersebut tidak bisa kita wujudkan, apakah akan membawa
kebahagian. Jawabnya tidak. Kita akan tersiksa dengan mimpi dan keinginan
kita yang terlalu tinggi.



Pernah suatu ketika sahabat kakak kelas saya sewaktu kuliah, dia adalah
panutan saya, dia telah memiliki semuanya, harta, jabatan dalam usia muda,
dia berkata kepada saya, "saya sudah punya mobil,, jabatan ,rumah, keluarga,
tetapi kenapa saya tidak bahagia ya..?" suatu pertanyaan yang membuat saya
tidak mengerti… padahal saya juga mempunyai mimpi seperti dia, dimana
sebelum usia 30 tahun saya harus sudah menjadi seorang manager,
sebelum 40  saya
harus menjadi direktur, dan saat 50 tahun saya memiliki suatu perusahaan
sendiri yang saya kelola sendiri.



Suatu mimpi yang ambisius yang sampai saat ini masih menjadi keinginan
dihati… tatapi mendengar pernyataan sahabat saya tersebut saya pun jadi
berfikir dua kali atas ambisi saya yang saat ini telah memandu saya mendapat
jabatan dibawah manager untuk meraih  tahap selanjutnya dalam menggapai
mimpi yang lebih tinggi.



Setalah saya berfikir dan merenung saat sholat malam, buat apa semua itu,
atribut dunia, saya ingin bahagia itulah jawaban dari semuanya. Tapi
bagaimana kita menikmati bahagia. Seperti saat ini saya merasakan bahagia
karena saya ikhlas menjalani kehidupan ini.



Saya merasa bahagia karena hidup bersama orang-orang saya kasihi,
sahabat-sahabat saya, orang tua saya, keluarga, sanak family, kasih sayang
mereka lebih berharga dari suatu ambisi, harta dan pangkat.



Kembali ke cerita tentang sahabat kakak kelas saya yang bercerita telah
memiliki segalanya, tetepi waktunya banyak tersita untuk pekerjaan, tidak
ada waktu untuk keluarganya, iya dia sukses dengan harta dan jabatan tetapi
dia tetap tidak bahagia. Karena dia kurang ikhlas menjalaninya karena dia
mempunyai impian yang lebih besar dari yang dimilikinya. Dia teropsesi
dengan mimpinya, suatu pengorbanan besar yang di keluarkan, berupa hilangnya
kedekatan dengan keluarga, dan tidak bisa menikmati hidup dengan ikhlas.



Jadi marilah kita ikhlas menerima semua yang kita miliki, sukes memang perlu
diperjuangkan, tetapi jangan karena ingin sukses kita mengorbabkan
kebahagiaan kita. Terlalut dalam obsesi kita. Mari kita capai sukses dan
bahagia secara bersama. Dengan menjalankan hidup dengan meberima semua yang
kita miliki. Boleh kita membandingkan hidup dengan melihat ke atas. Tetapi
jangan lupa kita bandingkan hidup dengan melihat ke bawah.



"Kesuksesan Sejati adalah menerma semua pemberian tuhan dengan keihklasan."



" Ubahlah Apa Yang Masih Bisa Diubah. Terimalah Apa Yang Memang Sudah Tidak
Bisa Dirubah. Hindarkan Diri Dari Hal-Hal Yang Berpotensi Mendatangkan
Perubahan Buruk"







Dalam Perenungan Malamku, hari ini dapat musibah jatuh dari motor..
allhamdulilah masih sehat

Depok 15/9/07 22:14 WiB

Erwin Arianto

Ke sini yuk http://blogerwinarianto.blogspot.com atau ketik
http://erwinarianto.co.nr


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
Internal Auditor
PT.Sanyo Indonesia
Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
--------------------------------------------
See my Article On http://blogerwinarianto.blogspot.com/


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke