Ekonom Islam: Hindari Buka Puasa Bersama di Hotel Mewah

 

Senin, 17 Sep 07 13:41 WIB

 



 

Kaum muslimin yang punya kelebihan rezeki hendaknya memanfaatkan bulan
Ramadhan ini, sebagai bulan untuk berbagi terhadap sesama dan bulan
 untuk
prihatin.

 

Pengamat Ekonomi Islam Achyar Eldine menilai, acara berbuka puasa di
hotel-hotel mewah yang selama ini sudah mulai diterapkan oleh sebagian
 umat
Islam di Indonesia kurang cocok dengan yang ada kondisi saat ini.

 

"Menggelar acara berbuka puasa di mana saja boleh-boleh saja, namun
 dalam
konteks kehidupan masyarakat, khusus umat Islam pada saat ini,
 hendaknya
acara berbuka puasa jangan diselenggarakan di hotel-hotel mewah, tapi
 cukup
diselenggarakan di tempat yang dekat dengan umat, "jelas Ekonom dari
Universitas Ibnu Khaldun, Bogor itu.

 

Ia mengatakan, bagi sebagian orang, puasa memang terlalu dipolitisir,
sehingga berbuka puasa pun semata-mata hanya untuk berkumpul dengan
teman-teman dan rekan-rekan bisnis, sejenis lobi. Padahal hakikat
sesungguhnya yang diutamakan berbuka puasa dan memberikan makanan untuk
berbuka puasa, adalah bagi orang-orang yang membutuhkan. Misalnya,
 mereka
yang tengah dalam perjalanan, atau pun mereka yang memang tidak mampu
 untuk
membeli makanan untuk berbuka puasa.

 

"Kalau dimaksudkan untuk memberikan makanan untuk orang yang berpuasa,
 maka
acara itu menjadi kurang mengena, "tambahnya.

 

Achyar juga melihat kondisi umat Islam di berbagai tempat di tanah air
sekarang ini juga banyak dilanda bencana gempa bumi. Misalnya, di
 Bengkulu,
Sumatera Barat, Jambi dan di tempat lain. Dan mayoritas dari yang
 terkena
bencana itu adalah umat Islam, karena di tempat yang dilanda musibah
 bencana
tersebut adalah mayoritas umat Islam yang tengah menjalankan puasa.

 

Karena itu, lanjutnya, alangkah tidak pantasnya kalau kita
 menyelenggarakan
acara buka puasa di hotel-hotel mewah, sementara sebagian dari umat
 Islam
didaerah lainnya, justru berbuka puasa di tenda-tenda pengungsian
 dengan
makan seadanya, bahkan belum tentu ada makanan yang bisa disantap untuk
berbuka dan makan sahur.

 

Achyar berpendapat akan lebih baik dan bermanfaat apabila anggaran
 untuk
berbuka puasa tersebut dialihkan untuk para korban bencana alam.
 "Makanan
itu akan jauh lebih bermanfaat, dibandingkan dengan berbuka puasa di
 hotel
mewah, "tandasnya. (novel)

 

Source :
http://www.eramuslim.com/berita/nas/7917114344-ekonom-islam-hindari-buka-pua
sa-bersama-hotel-mewah.htm
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke