"Yang dibaca 'Allah' adalah apa yang ada di hati mahluqnya. Jadi walaupun
Allah ditulis seperti apaun kalau yang dimaksud adalah menyebut asma
Allah......ya akan diterima sebagai sebutan asmaNya.....Allah."

Duh duh duh... kalau ini sih namanya terlalu menggampangkan persoalan.
Masalahnya bukan persepsi, mas, mbak, bu, pak. Tapi ini sudah menyentuh
aturan penulisan Bahasa Indonesia.

**4JJI ? Please deehhh... Saya memang bukan ahli Bahasa Indonesia, tapi saya
masih ingat bahwa dalam huruf Latin satu huruf mewakili satu bunyi. Karena
mewakili bunyi, maka untuk membentuk kata tidak diperlukan tanda baca
(seperti huruf Arab), cukup dirangkaikan saja.
Saya beri contohnya.
Huruf Latin:
Huruf a dibunyikan sebagai a
Huruf b dibunyikan sebagai b
dan seterusnya....

Huruf Arab:
Huruf alif tidak mempunyai bunyi, kecuali diberi tanda fathah sehingga
dibunyikan sebagai a; kasrah sehingga dibunyikan sebagai i; domma sehingga
dibunyikan sebagai u.
Huruf ba' tidak mempunyai bunyi, kecuali diberi tanda fathah sehingga
dibunyikan sebagai ba; kasrah sehingga dibunyikan sebagai bi; domma sehingga
dibunyikan sebagai bu.
dan seterusnya....

So, saya kembalikan lagi ke rangkaian 4JJI tadi. Karena ditulis dalam huruf
Latin, berarti dibaca secara Latin juga, kan? Saya persilakan Anda membaca
satu persatu bunyi yang ada dalam rangkaian itu. Apakah rangkaian
bunyi-bunyi tersebut membentuk kata?

Ada sejuta cara untuk menyebut nama Allah, tapi yang jelas bukan dengan
menuliskan namanya sebagai 4JJI.


On 9/20/07, Rachmat Hargono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Ass.wr.wb.
> Aduh mbak, mas, bapak, ibu........
>
> Walaupun Allah mampu "membaca" semua huruf yang ada di
> dunia tapi saya yaqin kalo Allah SWT tak akan
> mempermasalahkan nama yang diplesetkan tersebut ini.
> mengapa....? Yang "dibaca" Allah adalah apa yang ada
> di hati mahluqnya. Jadi walaupun Allah ditulis seperti
> apapun kalau yang dimaksud adalah menyebut asma
> Allah......ya akan diterima sebagai sebutan
> asmaNya.....Allah.
> Bukankah huruf hanya rekaan manusia untuk mempermudah
> komunikasi antar manusia.......sedang kalo komunikasi
> dengan Allah kita tidak memakai huruf tapi pake
> hati...?
>
> Kalo ada yang memplesetkan dengan yang lain....artinya
> dalam hati orang tersebut tidak menyebut asma Allah
> tapi kata plesetan itu, ya yang akan diterima Allah ya
> plesetannya itu....
>
> tentang asal 4JJI untuk menyebut Allah itu asalnya
> dari sms lewat ponsel karena ada ponsel yang tampilan
> karakternya bila menulis 4JJI (huruf kapital semua)
> akan tampak seperti Allah dalam karakter Arabic.
> Sayangnya tidak semua ponsel seperti itu sehingga
> kalau menulis 4JJI ya tampak sebagai 4JJI yang
> kemudian mudah diplesetkan.
>
> So, saran saya.....janganlah risau dengan hal-hal
> seperti ini. Kembali ke hati kita masing-masing....
>
> Maaf kalo ada yang tidak berkenan....
> wass.
> rh
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke