========= Original Messages ===========
  From: “Mujjahiddah”  <[EMAIL PROTECTED]>
   
  Menjadi Ibu Rumah Tangga, Mengapa Harus Malu ??
     
Message:
  Ah,Cuma ibu rumah tangga aja kok!
  dengan malu-malu dan tersipu seorang
  akhwat menjawab pertanyaan kawannya
  tentang aktifitas apa yang di gelutinya
  sekarang. Sedangkan di kalangan ikhwan
  yang pernah penulis temui, ada diantara
  mereka yang malu untuk menjawab profesi
  istrinya bila istrinya bukan seorang
  dokter, insinyur, guru, atau profesi
  terhormat lainnya. Maka jawaban yang
  muncul adalah : biasa di rumah saja,
  mengurus anak-anak, Cuma ibu RT aja, ga
  ada aktifitas lainnya! Duh,sebegitu
  hinakah profesi ini ?
   
  Padahal ketika penulis berinteraksi
  dengan wanita barat sewaktu di negeri
  Kanguru diantara mereka ada yang
  menjawab, Wow, profesi yang hebat tidak
  semua wanita mau menekuninya, I cant do
  that! Ya,..karena mereka melihat betapa
  sulitnya untuk menjadi istri sekaligus
  ibu yang baik bagi anak-anak. Saking
  beratnya, mereka memilih memasukkan
  anak-anak mereka di child care. Anda
  akan melihat dengan mata kepala sendiri
  panjangnya daftar antrian para orangtua
  yang ingin memasukkan anak-anak mereka
  ke tempat penitipan anak (childcare).
  Anda harus menunggu minimal selama 6
  bulan sebelum nama anak anda di
  panggil*. Rata-rata mereka memilih
  bekerja daripada mengasuh anak dirumah.
  Suatu fakta yang tidak bisa di pungkiri
  bahwa para ibu dikalangan wanita barat
  memilih melarikan diri dari tugas dan
  tanggungjawabnya sebagai ibu dengan
  bekerja. Mereka bilang kepada penulis
  lebih mudah bekerja daripada tinggal
  dirumah mengasuh anak.Mengasuh anak
  membuatku stress! Itu yang penulis
  dengar. Bukankah itu suatu bukti bahwa
  mengurus anak-anak adalah suatu
  pekerjaan dan tanggung jawab yang berat?
  Lalu dimana penghargaan masyarakat kita
  terhadap ibu? Terlebih suami?
   
  Itu baru dilihat dari satu sisi
  saja,tidakkah anda melihat bahwa
  seorang istri atau ibu dirumah tidak
  pernah berhenti dari tugasnya?.Jika para
  suami mempunyai jam kerja yang terbatas
  antara 8-10 jam misalnya maka
  sesungguhnya seorang ibu rumah tangga
  mempunyai jam kerja yang lebih panjang
  yaitu selama 24 jam. Ia harus standby
  (selalu siap) kapan saja diperlukan.
  Bila diantara anggota keluarga ada yang
  sakit, siapakah yang bergerak terlebih
  dahulu? Bukankan seorang ibu/istri
  adalah dokter pribadi sekaligus perawat
  (suster) bagi suami dan anak-anaknya?
  Karena beliaulah yang akan berusaha
  meringankan beban sakit sang pasien
  dirumah sebelum di bawa kerumah sakit
  (yang sebenarnya) apabila ternyata sang
  ibu tidak sanggup mengobatinya.
  Pernahkah anda memikirkan berapa jumlah
  uang yang harus anda keluarkan untuk
  membayar seorang dokter dan perawat
  pribadi dirumah anda?
   
  Bukankah seorang ibu juga seorang
  psikolog? Karena tentu anda melihat
  sendiri kenyataan ketika datang
  anak-anak mengeluh dan mengadu atas
  kesusahan atau penderitaan yang mereka
  alami maka sang ibu berusaha mencari
  jalan keluar dengan saran, nasehat dan
  belaian kasih sayang. Begitupula suami
  ketika merasa resah dan gelisah bukankah
  istri menjadi tempat curahan? Tak jarang
  para istri membantu suami meringankan
  dan memberi jalan keluar terhadap
  masalah yang sedang dihadapinya. Penulis
  lihat sendiri betapa mahalnya bayaran
  seorang psikolog di Australia ada
  diantara mereka yang harus membayar $100
  perjam dan tentu saja tidak ada jaminan
  mereka bisa membantu menyelesaikan
  masalah yang sedang anda hadapi.
   
  Bukankan seorang istri/ibu dituntut
  untuk pandai memasak? Pernahkah anda
  membayangkan wahai para suami, anda
  memiliki juru masak dirumah yang selalu
  siap anda perintah kapan saja anda mau.
  Anda memiliki juru masak pribadi
  dirumah, ketika anda pulang ke rumah
  maka hidangan lezat tersedia bagimu dan
  juga untuk anak-anakmu. Pernahkah anda
  membayangkan berapa juta uang yang harus
  anda keluarkan untuk mengundang juru
  masak pribadi datang kerumah anda?
  Masih banyak sisi lain yang tidak
  mungkin penulis sebutkan satu persatu.
  Anda tentu pernah membaca syair Arab
  yang sangat terkenal yang berbunyi :
  Al-Ummu madrasatun idza adadtaha
  adadta syaban tayyibul araq maknanya
  "seorang ibu adalah sebuah sekolah. Jika
  engkau persiapkan dia dengan baik maka
  sungguh engkau telah mempersiapkan
  sebuah generasi yang unggul". Ditangan
  ibulah masa depan generasi sebuah
  bangsa.Karena itulah islam sangat
  menghormati dan menghargai profesi ini.
  Kenyataan yang tidak bisa di pungkiri
  bahwa kedudukan ibu tiga kali lebih
  tinggi dibandingkan sang ayah.** Karena
  Islam melihat tanggung jawab yang berat
  yang di emban seorang ibu, itu
  menandakan bahwa menjadi seorang ibu
  rumah tangga adalah profesi yang mulia
  dan sangat terhormat. Lalu mengapa kita
  masih malu ya ukhti?? Ayo,..angkatlah
  wajahmu dan katakan dengan bangga bahwa
  aku adalah seorang ibu rumah tangga!!
  sebuah profesi yang sangat berat dan
  tentu saja pahala yang sangat besar
  Alloh sediakan untukmu. Al-jazau min
  jinsil amal artinya balasan tergantung
  dari amal/perbuatan yang ia
  lakukan.Semakin berat atau sulit sebuah
  amal dilakukan seorang hamba maka pahala
  yang akan didapatinya pun semakin besar.
   
  WAllohu alam bisshawwab.
  
       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke