CCF Jakarta bersama dengan Museum Nasional mengundang Anda pada acara pameran 
seni tekstil kontemporer : 

 

« Métissages : A Crossbreeding of Contemporary Art and Textiles »

Kurator Yves Sabourin

 

Pembukaan : Kamis 8 Nov 2007 pk 19.00

Oleh : - Bapak Jero Wacik, Menteri Kebudayaan & Pariwisata

 - Ibu Catherine Boivineau, Duta Besar Prancis untuk Indonesia

dihadiri oleh Yves Sabourin, Kurator

 

di Museum Nasional

Jl. Medan Merdeka Barat No.12 , Jakarta Pusat



Pameran: 9 > 23 November 2007

Selasa, Rabu, Kamis, dan Minggu pk 08.30 > 14.30

Jumat pk 08.30 - 11.30

Sabtu pk 08.30 - 13.30

Tutup setiap hari Senin

Tiket masuk museum sudah termasuk kunjungan ke pameran

 


Pameran Métissages sudah singgah di lebih dari dua puluh tempat di Prancis dan 
di berbagai penjuru dunia. Pameran ini sampai di Indonesia setelah singgah di 
Bangkok, di Fondation Jim Thompson dan sampai di Museum Nasional, Jakarta 
setelah diselenggarakan terlebih dahulu di Bandung, di Selasar Sunaryo Art 
Space pada bulan September s.d Oktober lalu.




Métissages yang dipelopori pada tahun 1998 oleh Yves Sabourin dari Delegasi 
Seni Rupa, Departemen Kebudayaan dan Komunikasi Prancis menyatukan 52 karya 
koleksi CNAP / Fond national d'art Contemporain dan koleksi pribadi. Selain 
karya-karya dari Prancis, tujuh karya yang mewakili tekstil Indonesia yang juga 
dipamerkan adalah Boneka Sigale-gale (koleksi Museum Nasional), Kain Sarita dan 
Baju / Blus dengan kaligrafi (Koleksi Museum Tekstil), Kain Penutup Mayat 
(Koleksi Museum Nasional), Wayang Golek Cepak, Wayang Gambyongan, dan Wayang 
Golek Merak (Koleksi ibu Asmoro Damais), jas berjudul Naïve (Karya Harry 
Darsono), seri jarum suntik insulin berjudul Disposable Gucci (Karya Wiyoga 
Muhardanto).

 


« (.) Tekstil menunjukkan perannya sebagai media dalam berbagai proyek seni 
kontemporer. Hal ini disebabkan adanya asosiasi dua jenis profesi yang hampir 
tak pernah bertemu : seniman kontemporer dan pengrajin tekstil Prancis. Hasil 
dari pertemuan ini memungkinkan seniman yang terlibat untuk menggali teknik 
yang sudah terlupakan bahkan belum dikenal, sedangkan pengrajin pun dapat 
mengekspresikan diri melalui interpretasi teknik mereka. Sang seniman langsung 
merasa terlibat dalam sebuah misi yang rumit dan berbahaya. (.) Selain memiliki 
kemampuan dan memahami konsep seniman, pengrajin pun harus terjun sepenuhnya ke 
dalam karya dengan memainkan fungsi gandanya : penguasaan teknik dan kemampuan 
interpretasi. Seniman membawa kreasinya dan pengrajin menawarkan 
interpretasinya». 

Yves Sabourin, Kurator

 

Acara ini terselenggara berkat dukungan dan kerjasama: Departemen Kebudayaan 
dan Pariwisata - DKI Jakarta - Indonesian Heritage Society - CNAP - Departemen 
Kebudayaan dan Komunikasi Prancis - CCF Bandung - Selasar Sunaryo Art Space - - 
89.2 UtanKayu FM - KBR 68H - 90.4 Cosmopolitan FM - JakartaJavaKini  - 
Djakarta! - astaga.com -  kafegaul.com



---
Astri Retno Onengan [ Aci ]
Centre Culturel Français de Jakarta
Jl. Salemba Raya N° 25, Jakarta 10440
INDONESIE
T.[++ 62 21] 390 85 80 - 390 77 16
F.[++ 62 21] 390 85 86
M.[++ 62] 815 91 36 090
[EMAIL PROTECTED]
http://www.ccfjakarta.or.id




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke