Appreciative Life
Siapakah mereka yang menari?

    Kenal dengan nama-nama ini? William Suryadjaya, Dahlan Iskan, Jakob Oetama, 
dan Robby Djohan. Atau Soekarno, Hatta, Soeharto, Gus Dur dan Megawati. Atau 
Donal Trump, Goerge Soros, Steve Job, Bill Gates dan Rupert Murdoch. Atau 
Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Martin Luther King dan Ahmadinejad. Bila tidak 
semua, saya yakin pasti kenal salah satu diantaranya.
    Kira-kira, apa faktor yang membuat mereka menjadi orang terhormat? Apa 
faktor yang membuat mereka menjadi pemimpin? Mungkin ada diantara anda yang 
menjawab, visi, kesederhanaan, kecerdasan emosional, kemampuan persuasi, 
keberanian. Mungkin yang lain menjawab kerendahan hati, keteladanan, 
kreativitas, inovasi. Bahkan mungkin yang lain, masih mempunyai jawaban yang 
berbeda.
    Tak heran kemudian bila kita mengenal banyak model pemimpin. Kepemimpinan 
dengan begitu banyak nama. Mana yang benar? Mana yang tepat?
    Pertanyaannya justru....Kenapa kita sangat tertarik untuk mencari kesamaan 
faktor yang membuat orang sukses sebagai pemimpin? Kenapa harus faktor tunggal 
atau satu model untuk menjelaskan semua orang?
    Mari kita membayangkan kembali, sosok dan kiprah nama-nama pemimpin yang 
tersebut diatas. Apa sifat atau tindakan yang menonjol pada setiap mereka? 
Bukankah mereka masing-masing mempunyai kekuatan uniknya?
    Semisal, Bung Karno terkenal dengan orasinya yang berkobar-kobar dan 
memikat hati pendengarnya. Sedikit banyak kapasitas ini membuat Bung Karno 
menjadi pemimpin yang dirindukan rakyatnya. Tetapi jangan harap kapasitas 
tersebut pada pemimpin lain. Walau saya yakin setiap orang pasti bisa orasi. 
Termasuk saya. Tetapi beda level. Level kamar mandi. Itu pun kamar mandi 
sendiri.
    Saya mencoba mencari penjelasan berbeda. Keluar dari cara pandang baku. 
Kemungkinannya......kepemimpinan bisa jadi bukanlah tentang 
sifat/karakter/kapasitas/kepribadian yang ada pada seseorang. Kepemimpinan 
mungkin bukan mengenai perilaku atau tindakan yang dilakukan seseorang. 
Kepemimpinan bukan juga perdebatan apakah pemimpin dilahirkan atau hasil 
didikan.
    Lalu bagaimana penjelasannya? Saya mempunyai ide. Mungkin kepemimpinan 
sesungguhnya mengenai bagaimana kita memijarkan kekuatan unik dalam diri kita! 
Apapun keunikannya itu. Bisa kerendahan hati. Bisa keberanian. Bisa kemampuan 
mempengaruhi. Bisa kreativitas. Bisa kecerdasan emosional. Bisa yang lainnya 
juga.
    Bagaimana komentar anda mengenai ide itu? Mungkin ada yang setuju. Mungkin 
ada yang tidak setuju. Dan pasti ada yang cuek-cuek saja. Anggaplah ide itu 
bisa lebih menjelaskan fenomena kepemimpinan.
    Konsekuensinya, semua orang dapat menjadi pemimpin. Bukankah setiap orang 
dilahirkan sebagai pemimpin di muka bumi ini? Tantangan utamanya. Bagaimana 
kita menemukan kekuatan unik diri kita masing-masing sebagai seorang pemimpin. 
Bagaimana kita dapat memijarkan kekuatan unik tersebut?
    Saya sekarang lagi tertarik dengan gagasan Marcus Buckingham yang tertuang 
dalam buku cerdasnya, GO, Put Your Strengths to Work. Ia mengajukan sebuah 
rumus ajaib mengenai cara mengenali kekuatan unik kita. Sungguh-sungguh 
kekuatan unik. Kekuatan unik mempunyai tanda untuk dikenali yaitu SIGN.

Lengkapnya klik di http://appreciativeorganization.wordpress.com/




      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke