Mengapa Resisten?
Pendekatan
Sosial Konstruksionis mengkritik pendekatan mainstream yang seringkali
digunakan dalam memahami perubahan organsisasi. Pendekatan mainstream
berpijak pada pandangan bahwa adanya realitas tunggal dan homogen yang
ada diluar individu (Ford, 1999, Ford dkk, 2001). Seluruh anggota
organisasi berbagi realitas tunggal yang menjadi konteks tindakan dan
perubahan yang dilakukan para anggota tersebut. Akibatnya, literatur
perubahan dan pengembangan organisasi dipenuhi dengan riset tertuju
pada perbedaan individual yang mempengaruhi pengalaman dan respon
terhadap perubahan organisasi yang tunggal dan homogen.
Pandangan mainstream memisahkan secara tegas antara subyek-obyek,
organisasi-individu dan organisasi-lingkungan eksternal. Ada beberapa
implikasi dari pandangan ini. Pertama, adanya subyek yang berperan
sebagai agen yang berperan aktif dan obyek yang menjadi agen pasif yang
dikenai tindakan. Kedua, pandangan ini menjelaskan tindakan, hubungan
dan hasil perubahan dengan mengacu pada karakter entitas subyek atau
obyek. Ketiga, subyek diasumsikan yang menciptakan realitas sosial.
Subyek adalah pihak yang mengetahui dan mempengaruhi “yang lain”
sebagai obyek yang dapat diketahui dan dibentuk (Hosking, D.M., 2004).
Perubahan organisasi selalu dipahami sebagai tuntutan dari
lingkungan eksternal, –baik masyarakat, pemilik modal, maupun
pemerintah– terhadap organisasi. Suatu organisasi diciptakan dan
dimiliki oleh orang-orang di luar sistemnya. Struktur dan tujuannya
dirancang oleh manajemen atau pakar di luarnya dan dikerjakan oleh
organisasi (Capra F., 2004).
Lebih lengkap di: http://appreciativeorganization.wordpress.com/
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]