Begitu parahnya lalu lintas di jakarta saat ini, dan menurut pendapat saya
tingkat kemacetan dijakarta sudah terlalu akut, apa lagi saat pembangunan
busway bukan solusi yang ditawarkan tetapi bencana yang di dapat.



            Sebagai pengguna jalan raya, yang saya inginkan, dan pasti juga
n teman-teman inginkan adalah kenyamanan dalam jalan raya, tetapi saat ini
yang kita terima kemacetan yang parah, tidak perduli waktu, pagi, siang,
malam, libur atau hari kerja.



            Saat ini jalanan adalah seperti sekolah, ya sekolah yang
mengajarkan stress, sekolah stress yang sangat baik, dimana setiap orang
dilatih untuk tidak sabar, dilatih gontok-gontokan. Penurunan kualitas hidup
berada disini.



            Saat kenaikan jalan tol, dengan tenang pemerintah mengatakan
bahwa kenaikan sudah sesuai dengan undang-undang, yang bisa dilakukan oleh
rakyat hanyalah menerima dengan hati tidak ikhlas dan penuh keterpaksaan,
mau gimana ya pemerintahnya bela investor terus sih. Padahal jalan tol
keadaanya tidak memadai, tetap macet, kok pelayanan payah bayarnya naik
terus ya. Bayar kok macet!!!



            Saat rencana pembangunan monorel, yang merupakan proyek yang
bisa dianggap solusi, yang terjadi kemacetan semakin parah, dan ternyata
tidak bisa terselesaikan, karena contraktor kurang dana. Yang terjadi
sekarang seonggok tiang tidak terpakai…



            Saat pemerintah DKI (gubernur sutiyoso) pertama kali
mendengungkan program busway, banyak penentangan yang terjadi, dan apa yang
dilakukan pemerintah, seperti biasa arogansi pemimpin, rakyat tidak
digubris…. Dengan bangga dia berkata inalah yang dibutuhkan rakyat DKI.



            Seiring dengan berjalannya waktu, busway ternyata tidak menjawab
solusi kemacetan, dan saat menjelang lengser sutiyoso sebagai gubernur DKI
terdahulu mengkebut proyek busway yang nota bene telah dikecam banyak
pihak…adakah satu tanda tanya ada sesuatukah dibalik itu, bukan berburuk
sangka.. dan telah menjadi rahasia umum ketika suatu proyek dapat
dilaksanakan pasti terdapat upeti untuk penguasa.



                        Pemerintah DKI boleh bangga bahwa busway telah
mendapat anugrah menyelamatkan dunia dengan mengurangi polusi. Satu
pertanyaan saya yang tak berilmu… benarkah hal itu, yang terjadi adalah
Jarak tempuh sebelum busway dibuat dengan adanya busway mengalami waktu yang
lebih lama, dan menghabiskan konsumsi BBM yang lebih banyak. Apakah ini
mengurangi pulusi yang ada, dan saat banyak tanaman di tebang untuk proyek
busway ironi.



Membaca berita pada surat kabar… gubernur terbaru DKI fauzi bowo, mengatakan
bahwa busway bukan lah salah satu solusi kemacetan. Betul bang fauuzi…
karena busway.. kami semakin menderita di jalan. Saya yang berkendara dengan
motor pun saat ini susah, tidak bisa cari celah jalan dan kestukan yang
terjadi.



Inikah program yang dibanggakan oleh pemerintah DKI, berikan kami solusi,
sampai kapan kami akan tua dijalan, benarkah busway itu sebagai solusi,
bahkan pemerintah DKI tidak bisa menjawab. Sampai kapan rakyat harus
bersabar menghadapi kemacetan ini, ketika pejabat pemerintah menggunakan
protokoler yang terasa nyaman dalam berjalan.



Hanya membayangkan bagaimana jika terdapat keadaan urgensi, saat ada yang
sekarat dalam ambulan, ketika terjebak kemacetan, susahnya menyelamatkan
nyawa sesorang, ketika mobil pemadam kebakaran terjebak macet, berapa rumah
yang harus menjadi korban. Ketika kita terdapat urusan bisnis, berapa nilai
peluang yang hilang. Begitulah akibat kemacetan yang terjadi.



"Hanya berharap mendapat kenyawaman dalam jalan raya. "





Dalam Perenunganku, Cape di jalan…

Depok 13 November 2007, 12:07

Erwin Arianto
http://blogerwinarianto.blogspot.com

-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
Internal Auditor
PT.Sanyo Indonesia
Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
--------------------------------------------
See my Article On http://blogerwinarianto.blogspot.com/


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke