KESEMPURNAAN AL-QURAN
SUMBER PETUNJUK
Al-Quran sebagai sebuah Kitab yang diturunkan oleh Allah pencipta semesta
alam berfungsi sebagai petunjuk bagi orang-orang yang takut kepada Tuhan
(takwa). Allah tidak ada menetapkan kitab lain untuk dijadikan sebagai sumber
petunjuk.
Kitab ini, tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang yang takwa.
[Q.S. 2:2]
Petunjuk al-Quran meliputi penjelasan atas segala sesuatu yang dihukumkan
Allah atas manusia, baik itu berupa ketetapan, suruhan, maupun larangan.
Bukanlah (al-Quran) itu perkataan yang diada-adakan, tetapi ia membenarkan
(Kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan petunjuk serta
rahmat bagi kaum yang beriman. [Q.S. 12:111]
TERJAGA
Diantara upaya syaitan untuk menjauhkan manusia dari al-Quran adalah dengan
cara meniupkan keragu-raguan atas keaslian al-Quran. Kita jangan sampai goyah
oleh godaan semacam itu karena Allah sendiri telah menjamin untuk menjaga
al-Quran.
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Peringatan (al-Quran), dan Kamilah
yang menjaganya." [Q.S. 15:9]
JELAS DAN MUDAH
Semua perintah, larangan, dan ketetapan yang diturunkan Allah untuk manusia
tertulis dengan jelas di dalam al-Quran. Selain jelas, al-Quran juga
dimudahkan Allah untuk jadi peringatan bagi manusia. Selama kita membuka hati
terhadapnya maka petunjuk cahaya keselamatan akan didapatkan.
"(al-Quran) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang
berpengetahuan. Tiada yang menyangkal ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang
zalim". [Q.S. 29:49]
Seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Allah yang menjelaskan, supaya Dia
mengeluarkan orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan dari kegelapan
kepada cahaya. [Q.S. 65:11]
Dengan sifat ayat-ayat al-Quran yang jelas dan menjelaskan maka untuk
mengikutinya tidak diperlukan apa yang diistilahkan sebagai asbabun nuzul,
ilmu nahwu-sharaf dan sebagainya. Terjemahan al-Quran dalam berbagai bahasa
dengan mudah bisa didapati sekarang ini.
Syarat-syarat asbabun nuzul, ilmu nahwu-sharaf dan sebagainya
diada-adakan oleh orang zalim untuk membuat manusia ngeri terhadap al-Quran.
Padahal, Allah sendiri menyatakan bahwa al-Quran itu dimudahkan-Nya untuk
menjadi peringatan
Dan sesungguhnya telah kami mudahkan al-Qur'an itu untuk peringatan. Maka
adakah orang yang mau memikirkan? [Q.S. 54:17]
Penguasaan bahasa Arab tentu saja nilai lebih yang positif. Namun kembali,
hal itu bukanlah syarat untuk memahami al-Quran.
TERPERINCI
Disamping memberi petunjuk atas segala sesuatu, Allah memfatwakan bahwa
al-Quran bersifat terperinci. Terperinci artinya adalah terperinci.
Orang-orang yang tidak beriman kerap tidak bisa mencerna sebuah kata dalam
bahasa Indonesia tersebut.
Dengan fatwa Allah ini gugurlah fatwa-fatwa ajaran palsu yang mengatakan
bahwa al-Quran masih bersifat garis besar dan dibutuhkan sumber lain untuk
memerinci petunjuk-Nya.
Apakah kepada selain Allah aku mencari hakim, padahal Dialah yang telah
menurunkan Kitab kepadamu secara terperinci? Dan orang-orang yang telah kami
turunkan Kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Kitab itu diturunkan dari
Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali menjadi orang yang
ragu-ragu. [Q.S. 6:114]
Tingkat keterperincian al-Quran adalah sesuai dengan yang dikehendaki Allah.
Bisa saja Allah menetapkan suatu hal dengan batasan yang longgar seperti
tentang rangkaian gerakan shalat (berdiri, ruku, dan sujud) yang tidak
ditetapkan bagaimana bentuknya. Sebaliknya bisa pula Allah menetapkan sebuah
batasan yang sangat ketat sebagaimana dapat dibaca pada ayat tentang waris di
bawah ini.
Allah mewasiatkan kepadamu tentang (pembagian warisan) untuk anak-anakmu,
yaitu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.
Jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua orang, maka bagi mereka 2/3
dari harta yang ditinggalkan, dan jika anak perempuan itu seorang saja maka ia
memperoleh 1/2 harta. Dan untuk dua orang ibu bapak, bagi masing-masing
memperoleh 1/6 dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai
anak. Jika yang meninggal itu tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu
bapaknya saja, maka ibunya memperoleh 1/3. jika yang meninggal itu mempunyai
beberapa saudara, maka ibunya memperoleh 1/6 sesudah dipenuhi wasiat dan
hutang-hutangnya
.Dan bagi kamu 1/2 dari harta yang ditinggalkan istri-istrimu,
jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu mempunyai anak maka kamu
memperoleh 1/4 dari harta yang ditinggalkannya, sesudah dipenuhi wasiat yang
dibuatnya dan hutang-hutangnya. Dan bagi para istri
memperoleh 1/4 dari harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak.
Jika kamu mempunyai anak, maka para istri itu memperoleh 1/8 dari harta yang
kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat dan hutang-hutangnya. Dan jika
seseorang wafat baik laki-laki atau perempuan yang tidak meninggalkan bapak dan
tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki atau
seorang saudara perempuan, maka masing-masing dari kedua saudara itu memperoleh
1/6. Tetapi jika saudara-saudara lebih dari seorang, maka mereka berbagi dalam
yang 1/3 sesudah dipenuhi wasiat dan hutang-hutangnya dengan tidak merugikan.
Itulah ketetapan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. [Q.S.
4:11-12]
Karena Allah bisa menetapkan suatu ketentuan dengan sangat ketat dan mendetil
jika Dia mau, maka ketika ada perintah yang kesannya sederhana, memang hanya
begitulah yang Dia mau.
Sebagai contoh, Allah memerintahkan untuk membasuh empat anggota tubuh
sebelum shalat, bukan tujuh anggota tubuh. Kalau ada yang menilai bahwa
perintah membasuh empat anggota tubuh masih belum cukup terperinci, maka orang
tersebut telah menganggap dirinya lebih tahu daripada Tuhan.
LENGKAP
Selain terperinci, al-Quran pun dengan lengkap memuat segala pesan Allah
untuk manusia tanpa ada yang diluputkan oleh-Nya. Allah mustahil lupa,
karenanya tidak bisa diterima keberadaan kitab lain apapun yang diklaim sebagai
pelengkap al-Quran.
tidak Kami luputkan sesuatupun di dalam Kitab itu, kemudian kepada Tuhan
merekalah, mereka akan dikumpulkan. [Q.S. 6:38]
Terhadap hal-hal yang tidak ditetapkan Allah di dalam al-Quran, maka
terpulang kepada manusia untuk menimbang dan memutuskannya. Termasuk ke dalam
hal-hal yang tidak ditetapkan ini adalah: cara beternak, konsep acara resepsi
pernikahan, cara mandi, detil penyelenggaraan jenazah, dan lain-lain.
SEMPURNA
Untuk mempermudah pemahaman tentang sifat al-Quran yang sempurna, kita dapat
merenungi tubuh kita. Allah telah menciptakan bentuk tubuh manusia secara
sempurna. Apabila kemudian muncul tambahan daging tumbuh (tumor) pada tubuh
manusia, itu bukan sesuatu yang akan semakin menyempurnakan melainkan penyakit
yang harus dihilangkan.
Begitu juga dengan al-Quran yang Allah katakan telah sempurna, syariat
tambahan yang digandengkan bersama al-Quran merupakan bidah yang harus
dihapuskan.
Dan telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (al-Quran) dengan kebenaran dan
keadilan. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-Nya dan Dia Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui [Q.S. 6:115]
PENGUJI KEBENARAN KITAB LAIN
Allah telah menurunkan kitab suci-kitab suci lain sebelum akhirnya Ia
menurunkan al-Quran melalui Nabi penutup. Kitab suci yang telah diturunkan
sebelum al-Quran telah mengalami banyak distorsi melalui campur tangan
pemuka-pemuka agama (yahudi dan nasrani) yang mengubah ayat-ayat Allah dan
menukarnya dengan ucapan-ucapan mereka sendiri.
Sepatutnya manusia (agama apapun) yang takut kepada Allah tidak lagi mencari
kebenaran pada kitab suci-kitab suci terdahulu. Bila ingin menemukan kebenaran
haruslah mencarinya pada al-Quran karena ia diturunkan Allah sebagai batu
ujian untuk menilai kebenaran kitab-kitab sebelumnya.
Dan Kami telah menurunkan kepada kamu Kitab dengan kebenaran, yang
membenarkan Kitab sebelumnya, dan menjaga (kebenaran)nya. Maka putuskanlah
antara mereka menurut apa yang telah ditirunkan Allah, dan janganlah mengikuti
keinginan mereka dengan mengabaikan kebenaran yang telah datang kepadamu. [Q.S.
5:48]
Hak Cipta Hanya milik Allah SWT
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]