PREDESTINASI ? Dear Friends, Seorang rekan di Kota Padang, Sumbar, kemarin mengirimkan sebuah SMS kepada saya yang berbunyi demikian:
"Pak Leo, apa tanggapan anda tentang sudah ditentukan sebelumnya / predestinasi ?" +++ Jawaban saya: Well, setahu saya, TEORI PREDESTINASI (Predestination) cuma ada di dalam Teologi Kristen Protestan. Jadi, diteologikan oleh para teolog Kristen Protestan di masa lalu bahwa umat manusia itu terbagi dua: 1) Mereka yang sudah ditentukan sebelumnya (predestined) untuk menerima ETERNAL SALVATION (Keselamatan Abadi / Surga), dan 2) Mereka yang sudah ditentukan sebelumnya untuk menerima ETERNAL DAMNATION (Kutukan Abadi / Neraka). Nah, diasumsikan bahwa jiwa2 manusia itu KEKAL (tidak bisa mati). Yang bisa mati hanyalah manusia fisik. Tetapi manusia fisik itu TIDAK PERNAH TAHU kalau dirinya itu termasuk mereka yang akan memperoleh keselamatan abadi atau termasuk mereka yang akan memperoleh kutukan abadi. So, berdasarkan asumsi2 itu akhirnya DISIMPULKAN bahwa manusia itu hanya bisa berusaha di dunia untuk hidup dengan sebaik-baiknya. Cuma itu saja yang bisa dilakukan, tetapi tentang apakah akhirnya setelah mati akan menerima Surga atau Neraka TIDAK bisa diketahui secara pasti di dunia ini. Menurut saya pribadi, Teori Predestinasi itu NONSENSE belaka. Masturbasi teologi belaka, alias omong kosong. Sudah terbukti bahwa dengan teologi seperti itu, institusi gereja akan DENGAN MUDAHNYA menjejalkan segala macam norma2 yang menurut mereka bernilai tinggi. Tetapi nilai2 kan relatif juga sifatnya, dan manusia2 itu tidak bisa begitu saja diharapkan untuk menerima nilai2 yang belum tentu sesuai dengan keadaan dirinya yang selalu unik dan spesifik. Lalu, kalau tentang DOGMA bahwa kita tidak bisa tahu secara pasti termasuk kelompok yang akan selamat atau tidak setelah kita meninggal, menurut saya itu SANGAT SADIS. Jadi, God itu ternyata telah menentukan sebelumnya (sebelum manusia lahir) tentang siapa saja yang akan masuk Surga dan siapa yang akan masuk Neraka. It's outrageous. Tidak masuk akal. Menurut saya, Surga dan Neraka cuma bisa ada DISINI, SAAT INI. Here and Now. Dan itu BUKAN di dunia setelah kita mati. Kalau kita akan masuk Surga nanti, berarti saat ini kita SUDAH ada di Surga. Kalau nanti akan masuk Neraka, seharusnya, Neraka itu SUDAH ada disini pula, dan bukan menunggu setelah mati. Surga dan Neraka is a STATE OF MIND. Itu kondisi Alam Pikiran kita sendiri. Kalau kita Ikhlas dan Pasrah, itu Surga. Kalau kita ngotot dan ngoyo, itu Neraka. Dan itu SUDAH ADA disini dan saat ini. Itu pengertian saya. +++ Dan sebelum jawaban itu saya kirim, ternyata rekan ybs sudah mengirimkan email lagi ke saya, begini bunyinya: "Selamat malam Pak Leo, salam sejahtera. Aku belum menerima penjelasan anda tentang predestinasi, apakah e mail/ msg nya kehapus??? Aku ada cerita pengalaman sbb: di rumah aku ada pohon kwini/sebangsa mangga. Sekarang sedang musim buah itu, dan buah itu kalau udah mateng di pohon akan jatuh sendiri, biasanya tetangga/ orang yang lewat di samping rumah sering sekali saling berebutan mengambilnya. 2/3 hari yang lalu, aku pengen makan buah itu, aku membatin/ membayangkan/ merasakan, buah itu akan jatuh, aku lihat dia jatuh,,, aku keluar rumah,,, lihat ke atas pohon,,, dan pas lagi menunduk,,, buah itu jatuh satu. Lalu aku ambil... yang aku ingin tahu, "pendapat" anda tentang: 1 aku diberi tahu bahwa buah itu akan jatuh ? 2 aku penyebab buah itu jatuh ? 3 udah dari sono nya ditentukan bahwa buah itu akan jatuh "jam/hari/bulan/th/" segini ? Pak Leo, apa yang aku alami ini <buah> bisa di sejajarkan / di identikkan dengan "kejatuhan / kematian" mahluk yang lainnya nggak ? Catatan: aku membaca di milis Spiritual-Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>, bahwa kemarin antara tgl 9 ke 10 malam, ada sinkronisasi, waktu membaca kata2 "land" dari tulisan anda, aku merasakan sesuatu yang "nyetrom", aku belum tahu apa itu,,, aku coba merenung.../../... aku mendapatkan penglihatan/ pelambangan sbb: Ada kapal besar yang dalam proses tenggelam, depannya masih kelihatan, tapi ekornya udah tenggelam, nungging, dan ada beberapa potongan dinamit yang diikat dengan tali; nggak ada rasa setelah melihat gambaran itu. Apakah ini ada gunanya untuk kita semua, apa maknanya ? Aku agak interest dengan "tulisan" anda, aku masih muda dalam hal spiritual. Terima kasih untuk waktu yang anda berikan. +++ Dan beginilah jawaban saya: Well,... tentang analogi Buah Kwini itu, memang seperti itulah hidup manusia. Ada yang sinkron. Sambung menyambung menjadi satu. Ada yang mau sama kita, dan kita merasakan itu. Dan kita juga mau sama dia. Tapi kok kelihatannya tidak mungkin. Very much unlikely begitu. Kok dia pasang muka jaim. Dan kita juga jaim, emangnya gw cowok apaan. Begitu kan ceritanya? Hmmm hmmm hmmm... but in the end akhirnya kan akan nyambung juga. We all experience that. Kita semuanya mengalami. Bayangkan saja bahwa kita akan pergi ke suatu tempat. Gak usah ngotot, gak usah dipikirkan caranya. Bayangkan saja. Dan membayangkannya tanpa ada perasaan gimana gituh. Biasa2 saja. JUST IMAGINE. And in the end, kita akan mengalami sendiri bahwa memang begitulah hidup kita. Bermula dari membayangkan, dan akhirnya menjadi kenyataan fisik. Paling saya cuma bisa memberikan tambahan berdasarkan pengalaman bahwa mbok ya yang dibayangkan itu yang muncul SPONTAN di dalam alam kesadaran kita. Jadi bukan di rekayasa. Gak usah pakai rekayasa dengan membayangkan yang wah, yang gimana gituh. Walaupun secara umum nilainya baik atau bagus, tapi kalau gak muncul di kesadaran kita secara spontan berarti hal itu MEMANG belum waktunya untuk menjadi porsi kita, jadk GAK PERLU MEMAKSAKAN DIRI. Yang telah menjadi porsi kita adalah yang TELAH MUNCUL di dalam kesadaran kita secara spontan. Jadi, tanpa didorong-dorongpun kita memang telah membayangkan hal itu. Rasanya seperti deket banget. Biarpun baru pernah ngomong sama orangnya beberapa kali saja di telpon, dan walaupun baru beberapa kali saja sms, dan baru beberapa kali saja ketemu muka dalam jangka waktu beberapa bulan, tapi rasanya kok deket banget. Well, something like that. But, harus realistis juga. Nah, aku ini kan selalu bilang LIAT AJA. Please lihat saja. Kalau memang jalannya kesana, ya pasti kesana juga. Kalau cuma lamunan kosong, toh akhirnya akan terlupakan juga. Life begins with imagination. Just imagine. To imagine is one of the MAIN functions of our spirits. Roh itu bekerja dengan cara imajinasi. Hanya dengan membayangkan. Dan mbokya itu berjalan dengan apa adanya saja. Tanpa memaksakan diri. Natural saja. Itu jawaban saya untuk pertanyaan pertama related to your Buah Kwini dan implikasinya. Memang aku tidak langsung menjawab point by point but, I hope, you could GRASP the implications. Kita ini tidak berada di ruang vakum, segalanya itu memang bersambung. Even titik terkecil di ujung Alam Semesta, apabila itu bergeser, akan mempengaruhi posisi diri kita yang berada di ujung satunya lagi di Alam Semesta yang sama. Dan itu berlaku TIMBAL BALIK. Tentang PENGLIHATAN yang anda peroleh setelah merasa "nyetrom" sehabis membaca tulisan "land" yang ditulis oleh Mas SS, well... you have to try to interprete the SYMBOL yourself. Semuanya itu simbol2 belaka, mas. Dan kita bisa mengartikannya kalau kita bisa menyingkirkan segala interest pribadi kita, kalau kita mau melihat apa adanya saja. Tapi karena anda bertanya kepada saya, dan kalau ditanya saya itu menjawab, so this is my interpretation. Tempat dimana kita2 berkumpul di malam 1 Sura kemarin MEMANG Prabu Siliwangi Land. Itu tanah dimana bergenerasi-generasi Prabu Siliwangi di masa lalu pernah berkiprah dan AKAN berkiprah lagi di masa2 datang. Prabu Siliwangi itu figur, mas. Itu figur yang abadi. Selalu ada di tiap jaman. Apabila kita konkritkan bahwa Prabu Siliwangi itu ada di Jawa Barat, dan pernah berkiprah di masa lalu dengan "wangi",... maka artinya figur yang sama (in spirit) akan berkiprah kembali di masa depan dengan "wangi" yang sama. Prabu Siliwangi itu selalu bersilih (berganti). Silih-berganti. Yang sama itu wanginya itu. Selalu silih berganti tetapi tetap wangi. Wangi itu reputasi. Reputasi itu ada karena ada Budi Pekerti. Itu the Mind. Pikiran Luhur. BUDDHI. Secara spesifik memang adanya di pulau Jawa bagian Barat. Tetapi secara universal berlaku bagi seluruh Indonesia juga. (Leo) +++++++++++++ MIMPI MENEMUKAN BAYI Leo, semalam saya bermimpi menemukan bayi. Masih hidup dan saya kemudian menggendongnya. Apa maknanya ? (Rex, Bali) +++++++++++++ JAWABAN SAYA: IT'S YOU, YOURSELF Dear Rex, It's you, yourself. Anda ini kan orangnya keras kepala. Mau coba lagi dan coba lagi. Dan akhirnya merasa disia-siakan, akhirnya merasa seperti bayi yang ditinggalkan. Bayi yang ditinggalkan dan masih hidup itu is YOU yourself. Itu diri anda sendiri yang anda harapkan agar ada orang lain yang mengurusnya. Ternyata akhirnya anda sendiri juga yang harus memungutnya dan membesarkannya. Well, I observe you all the time. Mungkin nanti akan jatuh lagi, tapi pasti akan BANGKIT LAGI until one day, gak mao coba2 lagi. Setelah bener2 mengerti bahwa it's YOU yourself that have to do it. We are BOTH feminine AND masculine. Wanitanya itu di diri kita, prianya juga, dan BAYI itu diri kita sendiri juga. Yang membesarkan ya diri kita sendiri, wong kita itu ibunya sekaligus bapaknya. (Leo) +++++++++++++ ILMU APA YANG COCOK SAYA TEKUNI Pak Leo, nama saya Irman, saya tertarik dengan ulasan-ulasan Bapak. Sebetulnya sudah lama saya tertarik dengan dunia "metafisika". Seolah-olah dalam diri saya ada yang "menyuruh" untuk mendalami. Tapi tidak sempat saya lakukan sampai saat ini, atau belum saya "ladeni" pikiran tersebut, karena maklumlah kesibukan berbagai aktivitas kerja, keluarga , dsb. Pertanyaan Saya, ilmu apa yang cocok saya tekuni. Trims sebelumnya. Dari (Irman). +++++++++++++ JAWABAN SAYA: YANG SUDAH ADA DI DIRI ANDA Dear Mas Irman, Thanks for sharing with us all, hmmm hmmm hmmm... emangnya ada banyak ilmu yah? Aku sendiri gak tau tuh. What I know is just ONE ILMU that is MENJADI DIRI SENDIRI. Jadi diri sendiri aja deh, daripada belajar ilmu ini en ilmu itu terus akhirnya bukan mendekat dan menjadi diri sendiri malahan menjadi diri yang mboten2, cappe dehh!! --Maksudnya begini, whatever comes naturally to you, just continue doing it. Kalo rasanya itu suka ngajar orang tentang teknik2 bisnis yang bener, ya terusin aja. Kalo rasanya suka sharing sama tetangga sehingga bisa sama2 belajar, ya terusin aja. Itu kan "ilmu" juga. Ilmu itu artinya TEKNIK. Sesuatu yang bisa digunakan untuk menghasilkan sesuatu. Dan tiap orang bakatnya memang berbeda. Dan kalau anda tanya tentang ilmu yang paling cocok bagi anda, of course akan saya jawab bahwa itu adalah yang paling sesuai dengan bakat anda, yang memang sudah ada, yang memang jalan dengan sendirinya di diri anda secara apa adanya tanpa dipaksakan. (Leo) +++++++++++++ NUMPANG TANYA Mas Leo, Saya tanya lewat japri supaya tidak mengganggu perasaan SI ers yang lain, acara di gunung salak besok diadakan dalam rangka hari raya besok, apakah pesertanya otomatis hanya para muslim atau terbuka untuk umum ? Buat yang non muslim apakah akan menjadi seperti kambing congek dalam acara tersebut atau bagaimana ? Mohon penjelasan mas Leo, TOLONG pertanyaan ini tidak di forward atau ditayangkan di milis. Terima kasih, Salam, (Hendi) +++++++++++++ JAWABAN SAYA: KITA PERDULI ORANG, BUKAN AGAMA ORANG Dear Mas Hendi, Thanks for sharing, hmmm hmmm hmmm... and eventhough dipesen wanti2 supaya jangan ditayangkan, akhirnya saya pikir MUSTI ditayangkan juga untuk menjawab keraguan rekan2 yang mirip2 dengan apa yang anda tulis itu. Well, begini jawaban saya, kita itu kan MENJADI DIRI SENDIRI saja. Dan kalo jadi diri sendiri kita akan aware (ELING) bahwa segala agama2 itu cuma kulit belaka. Cuma atribut belaka. Cuma baju belaka. Ada yang pakai baju batik, it's ok. Ada yang pake T-Shirt. It's ok. Ada yang bajunya sorjan (kayak Mas SS waktu kemarin), it's ok aja. Mamang bajunya item2, it's ok aja. So what, gitu lho ! Nah, anda ini nanya apakah yang boleh riang gembira itu yang bajunya kotak2 aja, dan yang bajunya polos itu apa musti jadi kambing congek ? Walah2,... Saya jadi garuk2 kepala sendiri. Hmmm hmmm hmmm... tidak seperti itu, saudaraku. We are all the same, we are all brothers and sisters. Kita gak perduli agama orang, tapi kita memang PERDULI ORANG. (Leo) +++++++++++++ BAGAIMANA SUPAYA BISA FOKUS SAAT SHALAT Hello Pak Leo, Saya Suryanto, baru ikut milis spiritual nusantara dan tertarik sekali dengan postingan2 Pak Leo. Mohon minta pencerahannya Pak, bagaimana caranya supaya dapat fokus di saat kita sedang shalat. Saya sudah berusaha untuk fokus tapi tidak bertahan lama dan selalu melenceng ke hal-hal lain. Terima kasih, (Suryanto) +++++++++++++ JAWABAN SAYA: IKHLAS DAN PASRAH SAJA Dear Mas Suryanto, Thanks for your question. Cara untuk fokus di saat shalat dan NON shalat cuma satu, yaitu IKHLAS dan PASRAH. Ikhlas artinya kita meng-ikhlaskan apa yang telah lewat. Apa yang terjadi terjadilah. Kita ikhlaskan semuanya, kan sudah lewat, dan gak bisa kembali lagi. Karena kita ikhlas berarti kita memutuskan "ikatan" dengan masa lalu... Pasrah artinya kita mem-pasrahkan apa yang akan terjadi di masa depan. Apa yang akan terjadi, terjadilah. Pasrah total. Kita CUMA insan kan? Ada yang namanya KHALIK, dan kita pasrahkan semuanya pada sang pencipta. Dia yang menciptakan, harusnya dia juga yang menata kan? Dia yang menghidupkan, harusnya dia juga yang memberi makan kan? Hmmm hmmm hmmm... cuma itu preskripsi dari saya. Ikhlas dan Pasrah itu SIKAP (Attitude). Dan itu bagian dari IMAN. Kalau kita memiliki Iman, maka kita akan Ikhlas dan Pasrah. Karena kita Ikhlas dan Pasrah, maka kita akan berada di POSISI kita yang asli, yaitu DISINI, SAAT INI (Here and Now). Dan itu posisi kita yang asli. Apabila kita telah ada di posisi itu, maka kita gak akan bergerak kemana-mana. Kita akan tetap saja DISINI dan SAAT INI. Ikhlas dan Pasrah saja. Dan itu keadaan HENING, KHUSYUK, SAMADHI, MEDITATIF... even NGE-BLANK (istilah saya). Istilah itu macam2 mas, tapi maknanya sama, yaitu keadaan dimana kita itu bisa merasakan diri kita menyatu dengan Alam Semesta. We are AT ONE with the Universe. Dan itu _bukan_ berarti bahwa kita tidak akan melihat apa2. Kita bisa saja melihat pikiran2 yang lewat. Tapi biarkan saja, lihat saja, dan gak usah terpengaruh. Kita hanya mengamati dari posisi kita yang khusyuk itu. Dan itu diawali dengan sikap Ikhlas dan Pasrah. (Leo) +++++++++++++ [Leo seorang praktisi PSIKOLOGI TRANSPERSONAL. HP No: 0818-183-615. E-mail: <[EMAIL PROTECTED]>. Untuk bergabung dengan milis SI, please click: <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia/join>. NOTE: Except mine, all names used in the YM / email conversations are PSEUDONYMS.] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
