Sabtu kemarin, saya berkunjung mendatangi acara Reuni Sekolah, saya bertemu
dengan sahabat lama, teman akrab saya dulu, dan say liat muka yang kurang
bahagi, setelah alam berdiskusi, dia bercerita bahwa pada saat ini dia
mengalami beberapa kegagalan dalam hidupnya, dia gagal membina Hubungan
asmara, dia Gagal Memperoleh pada suatu perusahaan yang dia inginkan.

Kita Semua pasti akan menyambut datangnya sukses dengan tangan terbuka.
sebaliknya, banyak orang akan berusaha agar tidak mengalami kegagalan.
Kenyataannya, sukses dan gagal merupakan "satu paket" yang tidak bisa
dipisahkan. Lalu, mengapa kita harus takut pada kegagalan? Yang perlu kita
ketahui adalah apa yang harus kita lakukan ketika kegagalan datang.

Jika kita sadar bahwa kegagalan itu merupakan bagian dari sukses dan
kegagalan merupakan guru yang terbaik, maka kita tidak akan takut ketika
kegagalan datang.

Sebagai manusia tentu kita memiliki perasaan dan emosi. Pada saat kita
melakukan kesalahan ataupun kegagalan yang menurut kita sangat mengecewakan
dan memalukan diri kita, tentu kita dapat merasa kesal, sedih, dan bingung.
Tidak jarang pula kita mungkin marah terhadap diri kita sendiri. Jika kita
memang merasakan hal yang demikian, kita berhak meluapkan kesedihan kita
sejenak dengan menangis, menceritakan kekesalan maupun kesedihan kita kepada
keluarga kita ataupun sahabat yang kita percayai, mungkin juga berteriak
dengan keras di suatu lapangan rumput yang luas atau berbagai ekspresi
kekesalan

kita sudah tahu bahwa kegagalan bukanlah hal yang perlu ditakutkan. Bahkan
banyak hal positif yang bisa kita petik dari kegagalan. Selanjutnya, yang
perlu kita ketahui adalah langkah-langkah apa yang perlu kita ambil jika
kita harus mengalami kegagalan.

Kesadaran.
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa kita sedang
mengalami kegagalan. Tanpa kesadaran ini, kita tidak bisa berlanjut ke
langkah perbaikan berikutnya. Biasanya, banyak tanda-tanda yang menyertai
datangnya kegagalan, antara lain, hasil penilaian kinerja yang buruk,
masalah dalam komunikasi antardepartemen, arus kas yang terhambat,
menurunnya keuntungan, ataupun berkurangnya pelanggan secara drastis dalam
kurun waktu tertentu.
Evaluasi. Setelah kita sadar bahwa kita telah mengalami kegagalan, langkah
selanjutnya adalah mengevaluasi kesalahan apa yang sudah kita lakukan.
Evaluasi bisa dilakukan dengan mengurut kembali langkah-langkah yang telah
kita lakukan sebelumnya, lalu menganalisa kegagalan yang terjadi.

Kegagalan bisa saja terjadi karena faktor internal: keterampilan dan
pengetahuan yang kurang, fasilitas dan dukungan yang terbatas, sikap yang
negatif, kurang komitmen, atau kurang persiapan. Kesalahan bisa juga datang
dari luar: kondisi perekonomian yang memburuk, peraturan dan
perundang-undangan baru yang tidak mendukung, atau adanya teknologi baru
yang belum kita manfaatkan.

Koreksi dan perubahan.
Hasil evaluasi kemudian perlu kita olah agar bisa kita gunakan untuk
mempelajari dan menentukan tindakan koreksi yang harus dilakukan dan
perubahan yang perlu kita ciptakan untuk membantu kita bangkit dari
kegagalan.

Konsolidasi.
Setelah tindakan koreksi dan perubahan kita susun, langkah selanjutnya
adalah melakukan konsolidasi. Konsolidasi bisa kita lakukan ke dalam ataupun
ke luar, dan dengan berbagai pihak, antara lain: atasan, bawahan, rekan
sekerja, pelanggan, supplier, bahkan keluarga dan teman. Konsolidasi ini
diperlukan untuk menggalang dukungan, mengumpulkan sumber daya yang
diperlukan, serta menyusun strategi sukses.

Perencanaan.
Setelah konsolidasi dilakukan, perencanaan yang lebih matang pun bisa kita
siapkan. Dalam perencanaan, jangan lupa untuk mengantisipasi kendala,
kesalahan, dan kegagalan yang mungkin harus kita alami, atau bahkan yang
harus kita ciptakan untuk kita jadikan batu loncatan guna meraih sukses
(seperti sang keledai yang menggunakan tanah yang dilemparkan ke pundaknya
untuk melangkah maju dan keluar dari mulut sumur).

Aksi.
Perencanaan yang telah disusun harus segera diimplementasikan. Perencanaan
tanpa pelaksanaan tak ada nilai tambahnya. Jadi, setelah semuanya disusun
dengan baik, langkah selanjutnya adalah melaksanakannya, yaitu melakukan
aksi, setelah itu barulah kita bisa memetik hasilnya. Ayo bergerak stelah
pernah mengalami kegagalan.

beberapa tokoh dunia seperti Soichiro Honda, Thomas Edison, Rupert Murdock,
Albert Einstein adalah orang-orang yang meraih sukses di bidang
masing-masing melalui berbagai kegagalan. Mereka sudah membuktikan bahwa
kegagalan berada dalam satu paket dengan kesuksesan. Mereka juga telah
banyak memperoleh manfaat dari serangkaian kegagalan yang mereka alami.
Jadi, jika kegagalan datang, kita tidak perlu patah semangat, pastikan bahwa
kita memetik manfaat dari kegagalan dan menggunakannya sebagai batu loncatan
untuk meraih sukses,Sukses Adalah Percobaan yang ke… dan Berhasil

Banyak orang bijak menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk mencapai
kesuksesan. Saat mendapatkan kegagalan, mereka tidak hanya berpangku tangan
menyesali diri namun bangkit untuk berusaha memperbaiki kegagalan tersebut
hingga mencapai hasil yang diinginkan. Bagaimana dengan Anda...

Kehebatan kita bukannya karena tidak pernah jatuh,tetapi mampu bangkit
kembali setiap kali kita jatuh"Oliver Goldsmith

"Saya berpikir dan berpikir selam berbulan-bulan dan
bertahun-tahun.ternayata 99 kali kesimpulannya salah.Tetapi pada kesempatan
yang ke 100,saya betul" Albert Einstein

= setelah berhasil bangkit dalam Melewati fase hidup yang menyakitkan =

Terimakasih untuk Mba Rofiko, Bapak IGs Sawitra, Bunda Nana, dan Mba Hapsari
untuk kisahnya
-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
-------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke