Ya, itulah yang menyedihkan. Kalau mengambil satu saja Competency Domains 
(Spencer 1992) - Helicopter View, sudah jauh dari syarat untuk menjadi 
pemimpin, yang harus memiliki HV yang tinggi, agar dapat melihat horizon 
seluas-luas pandang. Kalau mampunya melihat hanya kaki yang maju mundur saat 
poco-poco, alangkah dangkalnya. harus dilihat seluruh tubuh yang menari, 
orang-orang yang menari penuh ceria tertawa ria. Itulah makna demokrasi yang di 
aplikasikan sekarang. jangan lihat kaki saja.
  Kalau melihat roda jam kecil yang bergerak bolak balik, tentu membosankan. 
Tetapi lihat keseluruhan, roda kecil yang bergerak bolak balik itu menjalankan 
beberapa roda besar dari jam. Lihat lagi disebaliknya, ada beberapa jarum jam 
yang digerakkan. Jadi jangan remehkan gerakan bolak balik. Lihat pompa minyak 
bumi di banyak tempat, yang gerakannya turun naik, mengalirkan berbarel minyak 
mentah. Hebat 'kan. tapi ini hanya dapat dilihat oleh calon pemimpin yang 
memiliki HV tinggi, bukan yang pernah gagal. Ya begitulah. Regards,

Reporter Milist <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Refleksi: *Ucapan ** Megawati ini akan sangat berguna bila dikatakan 
dan
dikonktritkan aplikasinya sewaktu menjabat kepala negara, tetapi kesempatan
nan indah itu dibiarkan berlalu ditelan alam yang tidak menguntungkan
rakyat. Kesempatan bukan film video yang bisa diputar ulang. Nasi Sudah jadi
bubur rakyat sudah menilai kualitas pembicara. Bagaimana bisa....*

Suara Merdeka
*15/03/2008 23:42 wib*
**
*Mega: Saya Datang Agar Rakyat Cerdas*

*Bandung, CyberNews. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesi (PDI) Perjuangan,
Megawati Soekarnoputri menolak anggapan kunjungannya ke sejumlah daerah
sebagai curi kampanye. Menurut Mega, rakyat perlu pendidikan politik agar
dapat bersikap. *

*"Supaya rakyat tidak dibodohi," tandasnya saat memberikan orasi dalam
rangka perayaan Ultah Ke-35 PDIP di Lapangan Gasibu Bandung, Sabtu (15/3). *

*Seolah ingin membuktikan ucapannya, mantan presiden itu menyoroti gejolak
harga bahan kebutuhan pokok belakangan ini. Mega mengabsen daftar harga
bahan yang mengalami kenaikan kepada ribuan massa yang kebanyakan perempuan
saat memadati acaranya dari mulai minyak goreng, daging sapi, minyak tanah,
ikan asin, sampai sayur mayur.*

*"Makanya ibu-ibu jangan ngekor begitu saja, dibilang jangan pilih ini
karena diiming-imingi sembako. Kenapa jadi begini, lha ketika itu milih
siapa?" tandasnya.*

*Mega mengaku dapat memahami keluhan masyarakat atas kenaikan harga sembako.
Hanya saja, kondisi itu tidak bisa dilepaskan dari keputusan mereka
sepenuhnya dalam menentukan pilihan atas pemimpinnya. Mega sendiri mengaku
tak pernah sedikit pun mengumbar janji seperti harga beras yang murah, harga
bensin murah, serta minyak murah. Janji-janji seperti itu berat untuk
dilaksanakan.*

*"Setiap orang berhak menentukan pilihannya, saya hanya menyarankan berpikir
dengan cerdas, pengalaman sudah ada, jadi jangan sampai terjadi untuk kedua
kalinya, kalau terjadi juga berarti jadi orang yang bodoh. Kita perlu
berpikir yang pintar," tambahnya.*

-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************************************

[Non-text portions of this message have been removed]



                           


Adini S 
Event and Training Coordinator 
ADINI EXCELLENCIA 
Jln. Perkici Raya EA III no. 21 
Bintaro Jaya 5
Tangerang 15224
Ph: 021 - 7095 8801
Fax: 021 - 7388 0539

       
---------------------------------
OMG, Sweet deal for Yahoo! users/friends: Get A Month of Blockbuster Total 
Access, No Cost. W00t

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke