Kondisi kehidupan saat ini memberi tekanan yang berat pada masyarakat. Akibatnya banyak pihak yang menuntut perbaikan. Pengusaha menuntut keringanan, mahasiswa menuntut pendidikan murah bahkan gratis, ibu-ibu menuntut harga sembako diturunkan, masyarakat menuntut harga BBM tidak naik, pegawai menuntut kenaikan gaji, bahkan pemerintah pun menuntut masyarakat untuk mengerti.
Fenomena ini seakan tidak pernah usai dari perjalanan kehidupan kita, makin hari makin banyak hal-hal yang membuat kita tertekan. Mari bersama-sama kita renungkan apa yang akan terjadi apabila 230 juta penduduk Indonesia saling menuntut? Apakah keadaan akan jauh lebih baik apabila masing-masing pihak mendahulukan kepentingannya? Coba kita lihat, apabila kita memilih orang untuk menjadi pemimpin, rekan bisnis, pegawai, ataupun teman, maukah kita memilih orang yang mendahulukan kepentingannya? Bukankah orang-orang sukses yang namanya dicatat oleh sejarah dengan tinta emas merupakan orang-orang yang memberi jauh lebih banyak daripada orang-orang di sekelilingnya? Pernahkah kita melihat sejarah mencatat nama orang-orangyang gemar menuntut?? Bayangkan apabila hanya 1% saja dari penduduk Indonesia gemar memberi, apa yang bisa terjadi? Berapa banyak yang bisa terbantu? Pada tanggal 26 Juni 2006, Warren Buffet sebagai orang no 2 terkaya saat itu menyumbangkan 85% kekayaannya kepada yayasan amal dan salah satunya adalah Bill and Melinda Gates Foundation (30,7 milliar US Dollar) yang dimiliki oleh Bill Gates. Padahal saat itu Bill Gates adalah orang terkaya no 1 dengan kekayaan 50 milliar US Dollar. Saat ini Warren Buffet menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan 62 milliar US Dollar, mengalahkan Bill Gates yang kekayaannya 'hanya' 58 milliar US Dollar. Pernahkah kita bersyukur kepada Tuhan atas apa yang bisa kita berikan? Ataukah kita hanya bersyukur atas apa yang kita terima saja? mprie ------------------------------------------------------------------- Seminar ROAD TO SUCCESS, tema: POWER OF GIVING Minggu 18 Mei 2008 Gedung Wahana Bakti Pos Ruang Mas Suharto–Lt.8 Jl. Banda No. 30 Bandung Tgl 25 Mei 2008 Gedung BPPT (Ruang Audio Visual) Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta
