Ke langitlah kita mengirimkan airmata sebagai tanda
pada luka
Sampai bila nanti suara musim mulai berpihak ke tiang
nasib
Kita boleh menggulung layar sebagai harapan di ujung
buritan
Pada ketika itu kita sama terbiasa saling membaca
gerakan angin
Kepada hasrat yang begitu ingin melepaskan ikatan
jemari
Kita saling melipat waktu untuk berlayar memperlebar
jarak
Kepada nasib yang menggulung benci di perbatasan
ikatan hati
Kita saling menanam emosi sebagai bekal memperbesar
dengki
Tentang masa lalu apakah pernah seperti rembulan?
Kita telah terbang juga berenang sebagai burung
sebagai ikan
Lautan dan udara begitulah kita menunggang rindu
menderu
Lalu suatu hari kita kehilangan arus air, entah kemana
awan berlari
Kepada hasrat yang begitu ingin melepaskan ikatan
jemari
Pada ketika itulah kita saling mengirimkan taji
sebagai tanda luka
Kepada airmata kita saling memperhebat cakaran,
mempertajam cakar
Barat dan Timur begitulah kita saling melempar lembing
kematian
Banda Aceh, 23 Mei 2008
Dino Umahuk: Metafora Birahi Laut
www.birahilaut.multiply.com
Search, browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel
http://sg.travel.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]