ANTI KENAIKAN BBM adalah sama dengan melawan arus kenaikan Harga Minyak Dunia,
apa Indonesia berdaya? itu adalah hal yang tidak mungkin untuk kondisi saat
ini.
Saya tidak setuju dengan aksi mahasiswa berdemonstrasi untuk hal tersebut,
karena aktivitas mereka saat ini justru dapat menambah runyam permasalahan
Bangsa ini, bahkan saya sempat melihat tuntuan mahasiswa BEM se Indonesia di
Bundaran HI beberapa waktu lalu yang salah satu tuntutannya minta
pemerintah menasionalisasikan perusahaan Asing, Sepertinya mahasiswa tersebut
punya pikiran yang picik sekali,
Menurut saya yang harus dilakukan adalah memikirkan Bagaimana Caranya Bangsa
Indonesia dapat meningkatkan penghasilan sehingga bisa membeli kebutuhan tanpa
harus disubsidi pemerintah, ( malu dong disubsidi terus) bukan sibuk
menyalahkan pemerintah seolah olah semua rakyat adalah tanggung jawab
pemerintah. Kondisi saat ini juga tidak tepat jika yang dikampanyekan adalah
aktivitas penghematan karena berhemat dapat diibaratkan dengan puasa, apakah
puasa dapat dilakukan tiap hari terus menerus tanpa henti? makanya lebih baik
mencari solusi untuk meningkatkan pendapatan dari pada melakukan penghematan.
Saat ini para politisi busuk sibuk menyalahkan kebijakan pemerintah menaikan
BBM, coba kalau saat ini para politisi busuk tersebut yang menjadi penguasa
pasti akan dia akan mengambil kebijakan yang sama. Dengan dalih membela wong
cilik, dan mendeklarasikan partainya sebagai partai wong cilik, dimana pada
saat pemilu atau pilkada para politisi busuk tersebut akhirnya terpilih menjadi
penguasa atau angota dewan yang terhormat karena oleh wong cilik yang pada
kebanyakan adalah anak bangsa yang miskin tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi
juga dari sisi pendidikan. Hasilnya adalah Keuangan Negara habis dikorup oleh
pejabat yang dipilih oleh wong cilik tersebut, program kerja tidak jelas.
Pada kondisi saat ini, dimana dunia dilanda krisis minyak dan pangan,
seharusnya Bangsa Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris, subur,
dan serta memiliki perairan yang luas seharusnya dapat menangguk keuntungan
dari kondisi tersebut, Kenapa Bangsa ini tidak terpikirkan untuk memproduksi
kebutuhan pangan dunia yang pada akhirnya akan mendatangkan devisa. Kenapa
pemerintah tidak berpikir kalau dana BLT yang jumlanya Triliunan tersebut tidak
di Investasikan untuk hal tersebut? yang secara tidak langsung akan membantu
meningkatkan penghasilan petani? yang selanjutnya akan memimbulkan multiplayer
efek berkelanjutan??? kenapa harus memberikan BLT tunai?
Kenyataannya adalah Bangsa ini adalah Bangsa Pemalas, dimana bangsa yang malas
sudah pasti identik dengan bangsa yang miskin (ilmu maupun
Oleh karena itu, mahasiswa seharusnya mendemo pemerintah karena kebijakan
ekonomi yang salah arah, tidak jelas program dan sasarannya..
Salam
----- Original Message ----
From: Reporter Milist <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, June 11, 2008 11:03:11 AM
Subject: TaManBinTaNG >>> BBM Naik, Anak Bangsa Menjerit
On Tue, Jun 10, 2008 at 5:25 PM, Avit Portal <avit_portal@ yahoo.com> wrote:
BBM Naik, Anak Bangsa Menjerit
Memang bingung jika di tela¢ah lebih jauh mengenai permasalahan BBM ini.
di
satu sisi, pemerintah menaikan harga minyak sebagai upaya untuk
menyelamatkan APBN. tapi di sisi lain, membuat rakyat indonesia yang
adalah anak bangsa itu ¡menjerit¢..
apalagi
ada skenario yang mengatakan bahwa BBM pada bulan September akan
melejit hingga angka Rp.8000 per liter. suatu angka yang menurut wakil
presiden kita adalah harga yang ideal.
sekarang,
apa yang harus dilakukan anak bangsa dengan kenaikan BBM?, jumlah
kemiskinan dipastikan bertambah.. apa peran anak bangsa?.. PHK bagi
karyawan akan kembali terjadi mengingat daya produksi yang naik..
memang riskan..
sebagai anak bangsa kita cuma bisa menatap dengan kepidihan..
rekan-rekan
Mahasiswa yang memperjuangkan nasib rakyat dengan penolakan terhadap
BBM, sama sekali tidak dilirik oleh penguasa negeri ini..
lantas apa upaya kita kedepan?....
ingat...
masa depan negeri ini bukan ada pada pejabat yang menjabat sekarang..
masa depan ibu pertiwi, ada pada kita sebagai anak bangsa, yang penulis bisa
katakan "ANTI KENAIKAM BBM"..
Memang bingung jika di tela¢ah lebih jauh mengenai permasalahan BBM ini.
di
satu sisi, pemerintah menaikan harga minyak sebagai upaya untuk
menyelamatkan APBN. tapi di sisi lain, membuat rakyat indonesia yang
adalah anak bangsa itu ¡menjerit¢..
apalagi
ada skenario yang mengatakan bahwa BBM pada bulan September akan
melejit hingga angka Rp.8000 per liter. suatu angka yang menurut wakil
presiden kita adalah harga yang ideal.
sekarang,
apa yang harus dilakukan anak bangsa dengan kenaikan BBM?, jumlah
kemiskinan dipastikan bertambah.. apa peran anak bangsa?.. PHK bagi
karyawan akan kembali terjadi mengingat daya produksi yang naik..
memang riskan..
sebagai anak bangsa kita cuma bisa menatap dengan kepidihan..
rekan-rekan
Mahasiswa yang memperjuangkan nasib rakyat dengan penolakan terhadap
BBM, sama sekali tidak dilirik oleh penguasa negeri ini..
lantas apa upaya kita kedepan?...
ingat...
masa depan negeri ini bukan ada pada pejabat yang menjabat sekarang..
masa depan ibu pertiwi, ada pada kita sebagai anak bangsa, yang penulis bisa
katakan "ANTI KENAIKAM BBM"..
--
************ ********* ********* ****
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************ ********* ********* ******
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]