Kamis, 12 Juni 2008
Nasional Helikopter Malaysia Dinilai Langgar Kesepakatan Perbatasan

*JAKARTA* -- Helikopter Malaysia ditemukan berada sangat dekat di patok
perbatasan Indonesia-Malaysia. Juru bicara Markas Besar TNI, Marsekal Muda
Sagom Tamboen, mengungkapkan pihaknya menerima laporan bahwa pada April lalu
ditemukan helikopter Malaysia di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia,
tepatnya di Tanjung Lokang, Kecamatan Kedamin, Kabupaten Kapuas Hulu,
Kalimantan Barat. "Heli itu ditemukan saat patroli perbatasan oleh TNI dan
Polri," ujarnya saat dihubungi kemarin.

Tidak diketahui pasti kegiatan helikopter di perbatasan itu. Menurut Sagom,
helikopter itu berada di wilayah Malaysia. Kendati begitu, kata dia,
keberadaannya melanggar kesepakatan perbatasan Indonesia-Malaysia yang
dibuat pada 1971. "Radius dua kilometer daerah perbatasan harus steril,"
kata Sagom. "Seharusnya pihak Malaysia meminta izin kepada Indonesia."

Sagom mengatakan temuan itu akan dibawa dan diselesaikan melalui pertemuan
tahunan General Border Committee. Persoalan ini, kata dia, akan diselesaikan
melalui departemen luar negeri kedua negara.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizsyah, mengatakan masih
berkoordinasi dengan aparat di lapangan soal temuan itu. Pihak departemen
juga masih mengkaji isi perjanjian perbatasan. "Kami menunggu dulu laporan
dari lapangan," ujarnya.

Adapun Duta Besar Malaysia Dato Zainal Abidin Zain mengatakan baru
mengetahui hal itu. "Kalau benar, koordinat ditemukannya helikopter itu di
mana?" ujarnya saat dihubungi. Dia menyatakan menunggu perkembangan
selanjutnya. *Sukma | Harry Daya | Akbar TK*

Sumber : koran tempo


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke