*Catatan reporter: selain tempat pembuanga kayu liar,  atau penghukuman TKI
kita, ternyata Malaysia suka nyabu juga ya*

Jum'at, 13 Juni 2008
Headline Bahan Sabu Rp 60 Miliar dari Malaysia

Barang dikirim via pos.

*JAKARTA* - Polisi menduga pemasok 11,85 kilogram *ketamine*, bahan baku
sabu-sabu, senilai Rp 60 miliar dari Malaysia adalah pemain baru karena
belum pernah terlibat kasus narkoba. Namun, polisi belum bisa memastikan
apakah tersangka bernama Widjaja Sulaiman alias A Shiung alias Shiung Lay
itu anggota jaringan lama atau baru.

"Pelaku kejahatan narkoba memang tak pernah menunjukkan jaringan mereka.
Mereka bekerja menggunakan sel-sel terputus," kata Direktur Narkoba
Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Arman Depari di Jakarta
kemarin.

Ia mengatakan *ketamine* yang disita Bea dan Cukai itu lolos dari bandar
udara Malaysia. "Kami berkoordinasi dan bekerja sama bilateral dengan
negara-negara terkait untuk mencegah kejadian serupa," katanya.

Polisi menyergap Widjaja pada 5 Juni lalu berdasarkan temuan Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai tiga hari sebelumnya.

Menurut Kepala Bea-Cukai DKI Jakarta Heru Santoso, *ketamine* seberat itu
bisa menghasilkan 60 kilogram sabu. Harga *ketamine* di pasar gelap
Indonesia Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta per gram, sehingga total nilai *
ketamine* sitaan Rp 16 miliar.

"Kasusnya sudah ditangani polisi dan Badan Narkotika Nasional," ujar Heru di
kantor Direktorat Jenderal Bea-Cukai, Jakarta, kemarin.

Heru menjelaskan, *ketamine* itu dimasukkan dalam tiga unit penyaring air
yang dikirimkan via pos di Kantor Pos Pasar Baru. Paket dikirim oleh Keny
Tan, yang beralamat 1027 Letchumanan Road Pandamaran 47000, Port Klang,
Selangor, Malaysia, untuk John Handoyo di Perumahan Citra II Blok G7/22,
Jakarta Barat.

Petugas curiga karena melalui mesin *X-ray* terlihat beberapa bungkusan di
dalam saringan air itu. Setelah dibuka, isinya beberapa buntalan plastik
berisi kristal bening, yakni *ketamine*.

Kepada polisi, John mengaku paket itu titipan Widjaja, temannya. John
menunjukkan isi pesan pendek dari Widjaja pada 31 Mei 2008. "Bro, ada
kiriman barang ke rumah *lu* untuk *gue*. *Udah* terima *belom*?"

Polisi pun melepas John, tapi memburu Widjaja, warga Kompleks Taman Surya 5
Blok 1/03 RT 16 RW 17, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.
Tersangka tak ditemukan di rumahnya.

Pada 5 Juni, rumah John didatangi sopir taksi yang akan mengambil paket. Si
sopir mengaku disuruh seseorang di Jalan Gajah Mada untuk mengambil barang,
lalu mengantarnya ke depan diskotek Raja Mas, Jakarta Barat, sekitar pukul
17.00 WIB.

Pada pukul 17.30, Widjaja ditangkap ketika datang mengambil paket. Di saku
celananya ditemukan kartu kunci kamar 708 Apartemen Mediterania, Gajah Mada.
Di kamar itu polisi menemukan barang bukti lain berupa 292 gram sabu, 18
butir pil psikotropika, satu bong, dan cairan yang diduga bahan baku sabu.

Menurut Komisaris Besar Arman, Widjaja dijerat dengan Undang-Undang
Kesehatan dan dengan Undang-Undang Psikotropika. *IBNU RUSYDI | SOFIAN *

Sumber : KORAN TEMPO
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++=
Pencurian Ikan di Perairan Indonesia Terus Berlangsung
Kamis, 12 Jun 2008 | 12:36 WIB

TEMPO Interaktif, Batam:

Pemerintah Indonesia pernah menggertak pencuri ikan di perairan Indonesia
bisa ditembak. Namun aksi pencurian terus berlangsung. Dalam tujuh bulan
(Desember 2007-Juni 2008) terdapat 150 kapal asing asal Thailand dan Vietnam
ditangkap.

Menurut Hartono, juru bicara Direktorat Jenderal Departemen Kelautan dan
Perikanan (DKP), dari kapal tersebut, lebih dari 1.500 nelayan asing ditahan
dan saat ini masih menunggu proses hukum. "Sebagian lainnya telah
dideportasi," kata Hartono di Batam hari ini.

Ada tiga lokasi yang diminati kapal pencuri ikan, yakni Laut Cina Selatan
termasuk Perairan Natuna, Laut Sulu, Sulawesi Selatan dan Laut Arafura,
serta Papua. Di tiga lokasi ini nelayan asing sering melakukan pencurian
ikan. "Karena ikannya banyak," kata Hartono. Pihak mengerahkan 20 unit kapal
pengawas dan dibantu kapal TNI AL untuk memantau aksi pencurian itu.

Sumber ; Tempo


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke