--------Original Mesaage-------
fauza <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Umur saya sudah 40 tahun, Wanita bekerja, apa
saya masih ada jodoh ?
>>> Balasan :
(Afwan/ Ma'affin, kalo Balasannya panjang banget. Mudah-mudahan berkenan &
sabar bacanya yachÂ…. )
----------------------------------------------------------------
Assalamu'alaikum Wr. Wb
'Tuhan Alloh SWT adalah sebagaimana prasangka hamba-hambanya' < Hadist Nabi>
'You is what You Think' <kata Napoleon Hill, pakar Kebijakan>
dari saya:
Alloh sudah mengatur semua jalan kehidupan hamba2-Nya, termasuk jodoh,
rejeki, kelahiran, waktu ajal/kematian, dan lain-lain.
Jodoh itu adalah Taqdir Ikhtiari, jadi usaha & ikhtiar aja terus, jangan pernah
berpikir utk berhenti, jangan pernah menyerah, berujung jangan pernah menyesali
nasib apalagi sampai meyalahkan Tuhan, na'udzubillah...
Karena dalam syari'at & hakikat Islam itu, untuk 'urusan Jodoh' bahwa Dunia &
Akhirat itu adalah Satu Paket (Satu Kesatuan).
Ukhti, jangan pernah bersedih atas apa yang terjadi. jika sudah berusaha untuk
memperbaiki keadaan, namun belum juga terjadi perubahan yang berarti maka
bersabarlah dan syukuri nikmat yang telah Alloh berikan kepada Ukhti
anggaplah sedang dalam ujian-Nya, lulus atau tidak lulusnya bergantung pada
diri sendiri. Allah sangat mencintai hamba2-Nya yang bersyukur. jika tidak
pernah mengeluh atas suatu kesulitan & ujian, insya Alloh Ukhti tidak akan
merasa susah atau tertekan malah akan makin merasa bahwa Alloh sangat
menyayangi.
Berikut ini ada cuplikan artikel menarik, yg juga berkaitan dengan masalah
'Jodoh' dari seorang penanya , dijawab Oleh Sang Assatidz; Ust. HM Ihsan
Tanjung dan Ustdzh. Siti Aisyah Nurmi
***********************************
APAKAH JODOH DI TANGAN TUHAN?
Pertanyaan:
Assalaamu'alaikum Wr Wb
Ustadz, saya ingin menanyakan hal yang membingungkan saya saat ini,
mungkin karena pengetahuan agama saya yang belum banyak, jadi mohon dimaafkan
jika pertanyaan saya terdengar nyeleneh atau aneh. Apakah benar jodoh itu di
tangan Tuhan, apakah memang Tuhan menciptakan manusia dalam keadaan
berpasang-pasangan? Sebenarnya saya yakin dan tidak mengingkari kebenaran
bahwa hidup, jodoh, rezeki dan mati itu sudah ada suratannya. Namun untuk
pertanyaan di atas berhubungan dengan kenyataan yang saya lihat dan alami di
kehidupan sekitar.
Jika memang manusia itu diciptakan dalam keadaan berpasangan, mengapa banyak
orang yang sudah cukup umurnya belum juga menikah dan menemukan pasangannya.
Harus sampai kapankah menunggu dan berusaha untuk menemukan pasangannya?
Padahal dari segi fisik, materi maupun mental sudah memenuhi syarat untuk
menikah. Jika memang jodoh sudah digariskan oleh Tuhan, bukankah seharusnya
jika Tuhan sudah melihat bahwa seseorang itu sudah memenuhi semua syarat untuk
menikah, sebaiknya segera dipertemukan dengan jodohnya? Namun ada yang hingga
berusia 35 tahun lebih belum juga menikah dan belum juga mempunyai calon (ini
banyak temen kantor).
Ada juga wanita yang berusia lanjut, beliau juga tidak menikah, dan kelihatan
sekali bahwa sebenarnya hidupnya menderita, kesepian dan beliau menjadi
berperangai yang kurang menyenangkan bagi lingkungan di dekatnya. Apakah
sebenarnya rahasia Tuhan untuk orang-orang tersebut? Apakah walaupun dikatakan
bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, tetapi apakah memang ada manusia
yang ditakdirkan untuk tidak menikah dan dipertemukan dengan pasangannya?
Saya berpikir mengapa ada manusia yang dipersulit jalannya untuk menemukan
jodohnya. Mengapa? Bukankan Tuhan lebih senang jika manusia hidup berpasangan
dan membina keluarga yang sakinah dibandingkan terus melajang seumur hidupnya?
Ada teman yg menjawab bahwa sebenarnya manusia-manusia itu sudah diberikan
pilihan di depan matanya tapi diabaikan, saya berpikir kalo memang jodoh
bukankah seharusnya jalannya dimudahkan antara dua orang yang berjodoh, jadi
kenapa ada yg belum diberi kesempatan untuk bertemu dengan jodohnya? bukankah
agak bertentangan dengan keinginan Tuhan yang sebenarnya lebih senang manusia
berpasangan bukan?
Mohon jawabannya ya pak ustadz, terima kasih dan mohon maaf sebelumnya.
Wassalaamu'alaikum Wr Wb
Fulan
Jawaban :
Assalaamu'alaikum Wr Wb,
Keterangan yang anda dapatkan sudah benar namun di sana-sini masih belum
lengkap.
1. Islam memandang kehidupan manusia ini bukan hanya untuk satu dunia saja.
Ada dunia fana, ada dunia abadi (akhirat). Kalaulah benar ada kaidah atau nas
yang mengatakan bahawa setiap manusia sudah diciptakan berpasangan, maka
pastilah maksudnya hal itu tidak dibatasi hanya sebatas di dunia saja. Jadi
mungkin saja ada manusia yang jodohnya baru ketemu di akhirat. Bahkan menurut
salah satu riwayat, dari sekian istri Nabi Muhammad SAW di dunia ini, hanya
satu yang menjadi jodoh beliau di akhirat. Lantas yang lain bagaimana? Ada nas
lain yang menyebutkan bahwa wanita-wanita Surga akan mempunyai berpuluh-puluh
jodoh di Surga (setiap orangnya). Dan di sana nanti tak akan ada orang yang
iri karena semua akan mendapatkan yang paling ia inginkan.
2. Syarat bahwa seorang manusia yang belum berjodoh di dunia ini akan
mendapatkan jodoh yang prima di akhirat adalah bahwa (1) ia manusia yang baik
iman dan taqwanya selama di dunia sehingga bisa masuk Surga (2) ia sabar atas
ujian Allah di dunia yang telah menetapkannya sebagai lajang di dunia.
3. Dengan meyakini Akhirat sebagai satu paket dengan kehidupan dunia, maka
kita juga akan memahami mengapa ada manusia-manusia yang yang baik tetapi di
dunia ini berjodoh dengan manusia-manusia yang brengsek, dan ternyata akhirnya
sebagian diantara mereka bercerai. Tentang fenomena ini kita yakini bahwa Alloh
sedang mengujinya dengan orang yang buruk, apakah ia bersabar? Jika Alloh
berkenan, maka kelak (masih di dunia) Alloh akan menggantikan pasangan
hidupnya dengan yang baik. Atau karena kesabarannya di dunia maka kelak Alloh
akan memberikan ganjaran padanya dengan berlipat ganda. Contoh yang disebutkan
Allah dalam Al Qur'an adalah kisah wanita utama yang bernama Siti Asiah istri
Fir'aun (manusia terzalim dan terkafir yang pernah ada). Doanya di dunia ini
diabadikan oleh Allah dalam QS 66 ayat 11. Asiah tahu bahwa kesabarannya atas
ujian Allah menjadikannya istri orang kafir dan zalim akan mendapat ganjaran di
Surga, dan karena itu ia minta perlindungan Allah agar
tidak kena makar Fir'aun dan agar ia diberi rumah di Surga (sebagai ganti
kemuakannya atas istana megah fir'aun di dunia). Hikmah menagapa Alloh menguji
Asiah menjadi istri orang jahat adalah berhubungan dengan kisah Nabi Musa AS
yang lahir dari keluarga miskin, yang jika tetap dibesarkan sebagai anak
keluarga miskin bukan saja tak bisa mendapatkan pendidikan yang baik yang
dibutuhkannya untuk kelak memimpin ummat, namun juga tak akan punya kesempatan
hidup. Adalah Asiah (yang disayangi Fir'aun) yang membujuk Fir'aun untuk
mengangkat bayi dalam keranjang yang ditemukan di sungai Nil sebagai anak
angkat mereka. Padahal Fir'aun telah memerintahkan membunuh semua bayi bani
Israil yang lahir tahun itu karena sudah dapat bocoran berita (lewat tafsir
mimpi) bahwa kekuatannya akan dihancurkan oleh seorang pria bani Israil yang
lahir di tahun itu. Malah Alloh mengirim Nabi Musa langsung ke istananya dan
di sana sudah menanti rencana Alloh, dengan pemainnya adalah Asiah Binti
Muzahim (Asiah ini juga Bani Israil yang dijadikan selir Fir'aun karena
kecantikannya, selama di istana Fir'aun ia tetap beriman dan ialah yang
mendidik Nabi Musa AS bersama budak Maisarah dan ibunda Nabi Musa sebagai ibu
susu bayaran). Kisah ini bisa anda jadikan sebagai pelajaran bahwa Alloh lebih
tahu hikmah-hikmah peristiwa, yang karena kesabarannya menjalankan takdir Alloh
di dunia menjadi istri orang jahat, Asiah malah mendapatkan karunia diangkat
Alloh sebagai wanita terbaik sepanjang zaman.
Kisah yang sebaliknya anda temukan justru di ayat sebelumnya, yaitu tentang
jodoh dua orang Nabi Alloh di dunia, yang kedua wanita itu adalah wanita
terjahat sepanjang zaman (istri Luth dan istri Nuh).
4. Mungkin ada benarnya bagi sebagian kisah manusia yaitu bahwa ada
manusia-manusia yang sepanjang perjalanan hidupnya sudah diberikan pilihan
yang baik di depan mata yang kemudian karena kekotoran hatinya tak ia ambil
kesempatan itu sehingga lewatlah kesempatan emas.
Wallahua'lam, mungkin saja, namun tetap saja jika seorang manusia bersabar
atas apapun ujian Alloh di dunia ini, maka ganjarannya akan ia dapatkan dari
Alloh.
5. Yang namanya sukses sebagai manusia sebenarnya tak tergantung dari apakah
ia punya jodoh di dunia atau tidak, namun Islam mempunyai paradigma sukses
yang tak bisa diselaraskan dengan paradigma sukses dari ideologi manapun.
Sukses adalah "Barang siapa yang dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam
Surga, maka mereka itulah orang-orang yang menang." Jika ada orang yang punya
jodoh orang baik, namun ia sendiri tidak menjadi orang baik, maka contohnya
adalah istri Nuh dan istri Luth yang keduanya malah jadi wanita terburuk
sepanjang zaman! Sebaliknya jodoh yang paling buruk dan paling zalim bagi
seorang Asiah malah ia menjadi salah satu wanita terbaik sepanjang zaman.
Wanita terbaik satu lagi adalah Maryam binti Imran yang menjadi wanita
terbaik karena menjaga kesucian dirinya dan kemudian diberi karunia anak yang
shaleh yaitu Nabi Isa AS.
Mudah-mudahan penjelasan panjang lebar kami dapat anda fahami maksudnya dan
kami berharap anda dapat membangun gambaran yang tepat tentang paradigma jodoh
dalam Islam. Wallahua'lam bishshowwaab
Wassalaamu'alaikum Wr Wb
HM Ihsan Tanjung dan Siti Aisyah Nurmi
SUMBER: Eramuslim.com
--------Original Mesaage-------
fauza <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Umur saya sudah 40 tahun, Wanita bekerja, apa
saya masih ada jodoh ?
[Non-text portions of this message have been removed]