*CatatanReporter: engga malu ya*

Selasa, 17 Juni 2008
Nusa Yang Perlente Menerima BLT

Ada yang tak biasa di depan Kantor Pos Besar Samarinda, Kalimantan Timur,
kemarin. Juru parkir pun tak henti-hentinya merapikan sepeda motor yang baru
datang. Kebanyakan warga yang datang ke kantor pos itu memang menunggang
sepeda motor.

Mereka datang untuk mencairkan dana bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp
300 ribu. Setelah memarkirkan sepeda motor, mereka bergegas masuk antrean,
berbaur dengan warga miskin lainnya untuk menerima pembagian BLT.

Dalam antrean itu, tampak Jumirah, perempuan berusia 61 tahun. Ibu satu anak
itu tak tampak sebagai warga miskin yang layak menerima BLT. Betapa tidak,
di lehernya melingkar kalung emas yang cukup besar. Begitu pula di
pergelangan tangan dan jemarinya, dihiasi cincin emas.

Untuk apa BLT itu? "Buat *nambah* modal usaha," ujar warga Gang Musyawarah,
Kelurahan Pelabuhan, Samarinda Ilir, yang membuka warung nasi di rumahnya
itu. Jumirah tinggal sendirian di rumah sewaan di Gang Musyawarah. Rumah
pribadinya, di Jalan Rajawali, kini ditempati anaknya yang sudah
berkeluarga.

Pengantre BLT lainnya yang tampak perlente adalah Rusdiana. Ibu satu anak
berusia 36 tahun itu datang ke kantor pos dengan menunggang sepeda motor
Honda keluaran terbaru. "BLT ini untuk *nambah* penghasilan saya yang tak
tentu," ujar pengasuh anak tersebut.

Selain itu, seorang pemuda berusia 25-an tahun juga tampak dalam antrean.
Dengan menggunakan helm balap, sesekali dia menelepon dengan telepon seluler
Nokia seri N-70. Saat akan melebur dalam antrean, *Tempo* bertanya apakah
dia juga akan mengambil BLT. "Ya, ambil BLT," ujarnya.

Penampilan para pengantre BLT itu jauh dari kesan miskin. Mereka tampak
perlente. Ketika ditanyakan apakah pencairan BLT itu salah sasaran? Abdul
Mutholib, Koordinator Loket Pembayaran BLT di Kantor Pos Besar Samarinda,
mengatakan, "Selama mereka datang dengan membawa kupon BLT, ya, harus kami
bayar," ujarnya.

Menurut Kepala Kantor Pos Besar Samarinda Agus Purwantoro, adanya warga
penerima BLT yang mengenakan perhiasan, menunggang sepeda motor, dan memakai
ponsel itu terkait dengan masalah pendataan. Jika dalam daftar penerima BLT
sudah tak layak, "Seharusnya dicarikan penggantinya yang lebih layak,"
ujarnya. *FIRMAN HIDAYAT*

sumber : koran tempo

-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke