Kamis, 19 Juni 2008
Metro 27 Gedung Parkir Dinyatakan Tidak Aman

*JAKARTA* -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan 27 gedung parkir di
Ibu Kota dinilai tidak aman. "Mereka diberi batas waktu satu bulan untuk
menyampaikan kajian teknis perkuatan dinding parkir," kata Kepala Dinas
Pengawasan dan Penataan Bangunan (P2B) Hari Sasongko di kantornya kemarin.

Menurut Hari, setelah peristiwa jatuhnya mobil di gedung parkir ITC Permata
Hijau dan Menara Jamsostek beberapa waktu lalu, pemerintah melakukan
evaluasi terhadap semua gedung parkir di Jakarta. Sedikitnya, 300 gedung
parkir dievaluasi.

Evaluasi dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama terhadap 22 gedung parkir
spiral. Kemudian, evaluasi terhadap 194 gedung. Dalam tahap kedua itu,
penelitian melibatkan mahasiswa jurusan teknik. Adapun evaluasi teranyar
yang selesai bulan ini dilakukan terhadap 106 gedung.

Hasilnya, menurut Hari, dari tahap kedua dan ketiga didapati 27 bangunan
tidak aman. Itu lantaran pengelola belum menyerahkan kajian teknis perkuatan
dinding gedung parkir.

Salah satu gedung parkir yang dinilai tidak aman ialah gedung parkir PD
Pasar Jaya Blok B, D, E, F di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menanggapi hal
itu, Humas PD Pasar Jaya Nur Havidz mengemukakan wajar jika Dinas P2B
menilai lahan parkir di tempatnya tidak layak. "Bangunan Pasar Jaya itu
bangunan 20 tahun lalu," kata dia saat dihubungi *Tempo*. Saat ini, imbuh
dia, sejak Januari lalu gedung parkir itu masih dalam perbaikan.

Pemerintah, kata Hari, akan memberi surat peringatan segel kepada pemilik
gedung yang tidak segera menyerahkan kajian teknis perkuatan gedung. "Bila
tidak diindahkan, ya baru disegel," katanya.

Ketentuan tersebut, menurut Hari, sesuai dengan Peraturan Kepala Dinas
Penataan dan Pengawasan Bangunan Nomor 50 Tahun 2007 tentang penambahan
struktur sekunder gedung parkir. *Rudy Prasetyo| Muhammad Nur Rochmi*

sumber : koran tempo


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke