Jumat, 20 Juni 2008 02:21 WIB
Reformasi Kepolisian Dinilai Mandek

*JAKARTA (MI):* Reformasi di tubuh Kepolisian dinilai mandek karena hal itu
sebatas kata-kata, bukan perubahan perilaku.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik Polri dan Keamanan Humanis dalam
Transisi Demokrasi, di Jakarta, kemarin.

Anggota Komisi III DPR Wila Chandrawila Supriadi menilai sejumlah faktor
yang menyebabkan reformasi Kepolisian mandek adalah sistem pendidikan Polri
yang masih berbasis militeristis dan sistem hierarki yang kaku.

"Apabila polisi ingin berubah menjadi polisi yang humanis, sistem hierarki
harus diubah menjadi sistem hierarki struktural yang lebih manusiawi," kata
Wila.

Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim menambahkan, berbagai peristiwa yang
melibatkan kepolisian baru-baru ini menunjukkan perjalanan humanisasi sistem
di kepolisian masih sangat panjang.
"Kepolisian dapat dituduh melanggar HAM bila tindakan pembiaran atau
keputusan tidak beraksi itu terbukti didesain," cetus Ifdhal.

Dia mencontohkan peristiwa yang menyebabkan kinerja kepolisian makin menjadi
sorotan publik adalah kasus Universitas Nasional. Saat itu, polisi yang
terprovokasi oleh demonstrasi mahasiswa Unas juga turut merusak fasilitas
kampus. Dan dalam kasus Monas, polisi dinilai membiarkan penyerangan Laskar
Komando Islam terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan.

Namun, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri Aryanto Setiadi
mengingatkan tindakan anarkistis yang dilakukan personel kepolisian
semata-mata oleh oknum dan bukan institusi. (*/P-3)

sumber : media indonesia


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke