Catatan Reporter: wah ada baunya nih.. bau yang enak.. bau korupsi...

Stop Eksploitasi Papua
65 Perusahaan Mendapat Konsesi 14,4 Juta Hektar
Selasa, 24 Juni 2008 | 01:40 WIB

Jakarta, Kompas - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan lembaga masyarakat
adat Papua mempertanyakan manfaat langsung eksploitasi hutan di sana.
Bahkan, mereka menyerukan penghentian eksploitasi hutan.

Eksploitasi itu meliputi konversi lahan untuk perkebunan kelapa sawit maupun
HPH. "Puluhan tahun hutan adat kami dieksploitasi, namun tak memberi
kesejahteraan kepada warga kami," kata Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA)
Malamoi Jhohanis Gifelem dalam seminar "Selamatkan Manusia dan Hutan Papua"
yang diadakan Perkumpulan Telapak di Jakarta, Senin (23/6). Pertemuan
diadakan selama dua hari dan diharapkan tersusun rekomendasi kebijakan
sebagai masukan pembangunan Papua.

Di wilayah adat Malamoi, setidaknya ada dua perkebunan kelapa sawit selain
eksploitasi kayu. Kini hutan alam, yang secara turun-temurun menjadi sumber
kehidupan, telah menjadi sumber petaka, yakni banjir dan longsor. Karena
itu, mereka meminta pemerintah mencabut izin penebangan kayu dan perkebunan
kelapa sawit. Mereka meminta pendampingan pengelolaan hutan secara mandiri.
Permintaan serupa dikatakan Ketua LMA Biak Mananuir Yan Pieter Yarangga. Di
Biak, hutan dibuka sejak masa Belanda hingga sekarang.

"Daya dukung hutan sudah terlewati sehingga kami membutuhkan sikap tegas
pemerintah menghentikan pembukaan hutan," ujarnya. Dia mengatakan, masuknya
investasi skala besar di Papua telah merusak struktur masyarakat adat dan
cara pandang mereka terhadap hutan.

Sebagian besar warga asli Papua, yang masih melakukan budaya meramu,
membutuhkan pendampingan khusus. "Jangan bicara manis-manis, tetapi
pembantaian jalan terus," kata Yarangga.

*Terus dibuka*

Dari data Forum Kerja Sama (Foker) LSM Papua tahun 2006, ada 65 perusahaan
HPH di Papua dengan luas konsesi 14,4 juta hektar (ha). Namun, hanya 15 HPH
yang masih aktif.

Dari data Dinas Kehutanan Provinsi Papua, luas kawasan hutan dan perairan
Papua 40,4 juta ha, 9,8 juta ha di antaranya hutan lindung. Hutan Papua
dibagi menjadi tujuh zona industri perkayuan, rata-rata produksi
diproyeksikan sekitar 1 juta m>sup<3>res<>res< per tahun. Izin pertambangan
4,93 juta ha dikeluarkan di kawasan hutan lindung.

Data terakhir kependudukan Papua menunjukkan, sebanyak 391.767 keluarga (81
persen) dari total 480.578 keluarga di Papua tergolong miskin. "Data ini
menunjukkan bagaimana dampak eksploitasi sumber daya alam Papua bagi
warganya," kata Sekretaris Eksekutif Foker LSM Papua Septer Manufandu.

Sekitar 4 juta ha lahan telah disiapkan bagi belasan perusahaan perkebunan
skala besar, 300.000 ha di antaranya kebun kelapa sawit.

Pengampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar, mengatakan,
ancaman keutuhan hutan Papua bukan hanya dari pengambilan kayu dan kelapa
sawit, namun juga rencana pembukaan jalan raya dengan pamrih kayu dan
pemekaran daerah.

"Kami meneliti bahwa 2.500 kilometer jalur trans-Papua Barat yang akan
dibangun itu melintasi kawasan merbau. Itu memang tukar kayu," kata Bustar.
(GSA)

sumber : kompas


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke