IKHLAS : Sebuah Fenomena Masa Kini

 

Ikhlas berarti
membersihkan tujuan beribadah kepada Alloh SWT dari segala noda yang
mengotorinya, memfokuskan ibadah hanya kepada Alloh  SWT dan bahkan bisa
juga berarti tidak memperhatikan alam sekitar karena yang ada di matanya
hanyalah Alloh SWT semata.

Ikhlas adalah syarat diterimanya
amal shalih yang berlandaskan sunnah Rasulullah

SAW. Alloh SWT memerintahkan kita untuk selalu ikhlas dalam beramal, firmanNya:
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan
keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus” (QS. 98: 5). 



Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah ra. disebutkan ada seorang
sahabat mendatangi Rasulullah dan bertanya: “Apa yang akan diperoleh oleh
seseorang yang berjuang karena ingin mendapatkan imbalan dan popularitas?” 



Beliau menjawab: “Dia tidak akan mendapatkan apa pun”, lalu orang itu
mengulangi pertanyaannya tesebut sampai tiga kali dan Rasulullah tetap menjawab
dengan jawaban yang sama, kemudian bersabda: “Alloh hanya menerima amal yang
disertai dengan keikhlasan dan karena ingin mencari ridhaNya”. (HR. Abu Daud da
Nasa’i dengan sanad hasan).



Dalam hadis lainnya, diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri ra. bahwa Rasulullah

bersabda ketika haji wada’: “Semoga Alloh menyinari seseorang yang mendengarkan
sabdaku ini dan menghafalnya, karena berapa banyak pembawa ilmu yang ia sendiri
tidak mengerti, ada tiga perkara yang tidak akan dikhianati oleh hati seorang
mukmin: ikhlas beramal karena Alloh, saling menasihati di antara pemimpin kaum
muslimin dan tetap berada dalam jamaah mereka.” (HR. Al-Bazzar dengan sanad
hasan dan Ibn Hibban). 



Maksudnya, ketiga perkara ini dapat memperbaiki hati seorang mukmin, karena
barang siapa memiliki ketiganya, maka hatinya akan bersih dari penyakit
khianat, perusak dan sifat jahat.



Yang dapat menyelamatkan seorang hamba dari godaan setan hanyalah sifat ikhlas,
sebagaimana firman Alloh SWT.: “Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara
mereka” (QS. 38: 83). Diriwayatkan bahwa ada seorang yang shalih pernah berkata
pada dirinya sendiri :” wahai jiwa, ikhlaslah, niscaya kamu akan selamat.” 



Segala kenikmatan dunia, sedikit ataupun banyak, akan dirasakan oleh jiwa
manusia dan hatinya akan condong kepadanya. Jika perasaan ini muncul ketika
beramal, maka hati yang jernih akan tercemar dan keikhlasan akan sirna. Manusia
selalu diliputi oleh hasratnya, sedikit sekali perbuatan ataupun ibadahnya yang
terbebas dari tujuan-tujuan sesaat ini. 



Oleh karena itu, ada yang mengatakan bahwa barang siapa yang menyempatkan
sedikit saja dari umurnya untuk ikhlas kepada Alloh, maka ia akan selamat. Ini
semua karena kemuliaan ikhlas dan sulitnya membersihkan hati dari noda-noda. 



Jadi, ikhlas adalah membersihkan hati dari segala noda, sedikit ataupun banyak,

sampai ia dapat mengosongkan tujuan beribadah dan pembangkit hatinya hanya
kepada Alloh. Ini semua tidak dapat ditemukan kecuali pada diri orang yang
cinta kepada Alloh yang semua kepentinganya hanyalah untuk akhirat dan tidak
ada tempat dalam hatinya untuk mencintai dunia. 



Sebagai contoh ketika ia makan, minum atau pun memenuhi hajatnya, maka semua
itu dilakukannya dengan penuh keikhlasan dan niat yang benar. Barang siapa
tidak memiliki sifat-sifat di atas maka pintu ikhlas tetutup baginya, kecuali
hanya beberapa gelintir orang saja. 



Barang siapa cinta kepada Alloh dan khirat maka gerakan refleknya hanya untuk

mencarinya dan ikhlas karenaNya. Lain halnya dengan orang yang selalu
memikirkan dunia, kedudukan, tampuk pimpinan, dan segala yang selain Alloh,
maka semua gerakannya hanya akan tertuju padanya, sehingga ibadah yang
dilakukannya, baik itu berupa puasa, shalat dan lainnya tidak akan lepas
darinya, kecuali hanya sedikit saja. 



Cara melatih keikhlasan adalah dengan menghilangkan memikirkan keinginan
hatinya, tidak tamak pada dunia, dan hanya memikirkan akhirat dengan jalan
menguasai hatinya hanya untuknya. Cara-cara ini dapat memudahkan kita untuk
ikhlas. Berapa banyak orang yang berusah payah dalam beramal dan ia menyangka
bahwa itu semua dilakukannya dengan penuh keikhlasan karena Alloh, akan tetapi
sayang, ia termasuk orang-orang yang tertipu, karena ia tidak memperhatikan
hal-hal yang merusaknya. 



Dikisahkan bahwa ada seseorang yang selalu shalat di barisan pertama. Pernah
pada suatu hari ia terlambat, sehigga ia shalat pada barisan kedua, maka ia
merasa malu kepada orang-orang di sekitarnya yang melihatnya berada di barisan
kedua. Dari sini dapat diketahui bahwa ia akan merasa senang dan tenang hatinya
ketika ia shalat di barisan pertama karena ingin dilihat oleh orang lain. 



Ini adalah hal yang rumit dan pelik, sedikit sekali amal perbuatan yang selamat

darinya, dan sedikit sekali orang yang menyadariya, kecuali orang yang
diberikan

taufik oleh Alloh SWT. Dan orang-orang yang tidak memperhatikan hal ini kelak
di

hari kiamat akan menjumpai amal kebaikannya berubah menjadi amal kejahatan. 



Orang-orang inilah yang disindir Alloh SWT dalam firmanNya : “Dan jelaslah bagi

mereka azab dari Alloh yang belum pernah mereka perkirakan, Dan (jelaslah) bagi
mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat”. (QS. 39: 47-48). 



Dan firmanNya : Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang

orang-orang yang paling merugi perbuatannya' Yaitu orang-orang yang telah
sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa
mereka berbuat sebaik-baiknya”. (QS. 18:103-104).


Penulis: Cecep Y. Pramana  (Murobbi on Tatsqif )

http://www.pks-jaksel.or.id/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid




      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

ANDA INGIN BERUBAH ? 

Apakah Anda menderita fobia, insomnia, psikosomatis, mudah pusing, berdebar 
debar, sesak nafas, nyeri ulu hati, leher kaku, sakit mag, dsb. ? 

Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk, mania, kecanduan makan, kecanduan rokok, 
gangguan/penyimpangan seksual, tidur berlebihan, obsesif kompulsif, malas, 
menunda pekerjaan, lari dari masalah dsb. ? 

Apakah tiba tiba suka muncul perasaan negatif seperti gelisah, gampang marah, 
panik, gugup, bingung, lupa, sedih, sunyi dsb. yang semakin lama semakin buruk 
dan sulit dikendalikan ? 

Apakah Anda merasa semakin terpuruk dan berlarut larut, terperangkap dalam 
"penjara emosi" seperti : malu, fobia, cemas, stress, takut, malas,  depresi, 
rendah diri, rasa bersalah, rasa gagal dsb. ? 

Apakah Anda mulai merasa frustasi, lelah, tidak berdaya, paling bernasib buruk, 
sial dan sangat menderita ?

HUBUNGI KLINIK S.E.R.V.O : 

Hotline : (021) 554 6009, 5574 5555

http://klinikservo.wordpress.com/kesaksian/

-------------

Ingin dikusi bersama rekan milis Taman Bintang lainnya ? 
Invite [EMAIL PROTECTED] melalui Yahoo Messenger (YM) Anda 
http://messenger.yahoo.com/

-------------

Apakah Anda atau Anggota Keluarga Anda mengalami FOBIA terhadap subjek yang 
“nyata” seperti fobia Karet Gelang, Bulu Ayam, Pisang, Pepaya, Bawang Putih, 
Putih Telur, Susu, Kucing dsb.

Dalam rangka memperingati HUT RI yang ke 63, Klinik SERVO mengadakan TERAPI 
GRATIS, hanya bagi pendaftar pertama untuk masing masing subjek Fobia yang 
“nyata” tsb.

Terapi Gratis berlaku sampai dengan tanggal 15 Agustus 2008.

Silahkan hubungi Klinik SERVO di (021) 5574 5555 atau (021) 554 6009 dengan 
Isywara Mahendratto.

http://klinikservo.wordpress.com/alamat-praktek/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke