Mengapa semua yang berbau dan berusuan dengan pemerintah selalu berkinerja
kurang baik, saat ini di Salah satu bumn di bilangan Pancoran sedang
diadakan pangerahan oleh menteri BUMN terhadap 40 BUMN yang ada. BUMN
sebagai perusahaan plat merah sebenarnya bertujuan mencari keuntungan untuk
kepentingan negera degan tujuan mensejahterakan rakyat yanga ada.

Tapi banyak BUMN saat ini yang salah urus, Kinerja kurang, Selalu merugi,
dan masalah lainya, kenapa Indosat bekas salah satu BUMN, begitu maju pesat
saat dilepas atau di privatisasi oleh Pemerintah, dalam hal ini banyak hal
yang menjadi penyebabnya, salah satu faktor utama adalah adanya perbaikan
Sistem manajemen, dan perbaikan kinerja karyawan BUMN tersebut.

Menurut pengalaman mengaudit salah satu BUMN di Pulau Batam, dimana BUMN
tersebut memiliki aset yang banyak, ada SPBU, Ada Hotel, Ada Alat-Alat berat
pelabuhan, Hak pengelolaan pelabuhan, tetapi hal yang sebenarnya terjadi
adalah BUMN tersebut mengalami kerugian, tetapi adanya negosiasi dengan
Auditor Independen untuk Membuat laporan keuangan BUMN tersebut terlihat
mendapat untung, hanya untuk Pembagian Jasprod (Jasa Produksi/Bonus tahunan)
sungguh ironis. Mungkin kalau di urus dengan manajemen yang baik, dengan
modal sebesar itu perusahaan akan Mendapat profit yang luar biasa.

Pengalaman lain yang saya ketahui dari seorang rekan yang bekerja di suatu
BUMN karya di bilangan Cawang, ternyata BUMN tersebut mengalami rugi
oprasional sampai nilai  trilyun rupiah, coba bandingkan bila perusahaan
Privat mengalami kerugian trilyun rupiah perusahaan tersebut pasti sudah
gulung tikar, tapi karena BUMN maka mendapat suntikan dana yang dari
pemerintah.

Salah satu Penyebab dari buruknya kinerja BUMN adalah rendahnya kinerja
karyawan di BUMN, salah satu BUMN tempat Sahabat saya bekerja, diman ada
banyak pegawai yang masuk hanya pagi hari dan hilang disiang hari tapi
anehnya disore hari mereka melakuakan absen pulang, mungkin kerjanya hanya
titip absen doang, Serta adanya pekerja yang tidak kompeten didalam
perusahaan tersebut, adanya Pegawai yang tidak pernah kerja sama sekali,
awalnya saya tidak percaya, jika orang tersebut bekerja di perusahaan swasta
mungkin akan mendapat SP 3 atau sangsi PHK dari HRD. sungguh menyedihkan
kinerja BUMN kita.

mengapa hal ini bisa terjadi dalam perekrutan karyawan BUMN saat ini tidak
lepas dari KKN yang kental, walau banyak dari BUMN yang melakukan perekrutan
dengan sistem yang terkesan baik, tapi hasil akhir tetap ditangan direksi
BUMN, seorang yang telah mengikuti test dengan seorang yang titipan dari
orang penting negeri ini, akan menang orang titipan, dibanding orang biasa
yang berprestasi. info terpercaya yang saya dapat adanya family dari Sofyan
Jalil yang dititipkan pada salah satu BUMN asuransi yang ada.

Selain kinerja karyawan yang rendah, untuk berbisnis dengan BUMN menjadi
rekanan dari BUMN memerlukan Biaya yang cukup tinggi, kebetulan orang tua
bekerja di salah satu rekanan BUMN Minyak dan gas, yang terjadi adalah
setiap langkah untuk berbisnis selalu ada uang pelicin, serta kondisi alat
pada ladang minyak dikelola oleh BUMN sungguh memprihatinkan, dengan
teknolgi yang tertinggal jaman dan biaya yang produksi yang tidak efektif.
bila dibanding dengan sektor swasta sungguh jauh tertinggal.. ironis...

mengatahui dari sahabat dan keluarga yang bekerja di BUMN, tidak menutup
mata bekerja di BUMN adalah INcaran hampir seluruh rakyat indonesia setelah
Menjadi PNS, mengapa karena bekerja di BUMN, bekerja ringan, Gajinya
lumayan, serta banyak kesempatan mendapat uang dan fasilitas yang berlebih.
satu hal yang menyedihkan lagi adalah, aset BUMN banyak yang tidak terkelola
dengan baik. Komisaris BUMN juga tidak lepas dari ke bobrokan BUMN, jabatan
rangkap, menyebabkan inefisensi jabatan tersebut, Komisaris BUMN hanya
mengambil manfaat dari dari jabatan tersebut dengan banyak biaya yang
ditimbulkan dari komisaris BUMN, contoh hal-hal kecil seperti biaya kartu
kredit komisaris BUMN yang di klaim atau di bayarin sama BUMN, biaya golf,
atau ada disuatu BUMN dimana BUMN Tersebut melakukan pergantian INventaris
kantor, Komisarisnya minta untuk dipasangkan dirumahnya, hal tidak material
bukanya dia bisa beli sendiri. jadi komisaris BUMN Gaji besar kelakuan kayak
Ofice boy.

Belum lagi saat kampanye seperti saat ini banyak BUMN yang ditodong partai
untuk menyumbang kepada partai yang ada, jadi intinya banyak BUMN saat ini
yang bekerja tidak efektif dan efisien belum adanya itikat yang kuat dari
pengelola BUMN menjadikan BUMN sebagai unit usaha yang sehat dan kuat yang
berbungsi membantu perekonomian negera, tidak seperti saat ini banyak BUMN
yang hanya menjadi penyakit bagi negera, yang selalu menadang uang kepada
pemerintah karena BUMN nya rugi terus.... Ironis

Dibanding dengan BUMN dari Singapure Tamasek, Atau Khazanah dari malaysia
yang sudah berkspansi ke pasar Luar Negeri BUMN indonesia di kandang pun
kita kalah. BIsakah disaat krisis ekonomi saat BUMN  menjadi LOkomotif
Perjuang bangsa mengatasi krisis global yang ada.. semoga BUMN tidak hanya
menjadi sapi perahan atau perongrong ekonomi bangsa.


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke