Oleh : Alihozi 
http://Alihozi77.blogspot.com

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui, hingga kini pertumbuhan jumlah
pengusaha pribumi berjalan lambat dibandingkan dengan pertumbuhan
jumlah pengusaha nonpribumi. Ini karena minat lulusan universitas di
Indonesia masih sedikit yang ingin menjadi pengusaha. Banyak diantara
anak – anak keturunan  pribumi lebih memilih menjadi pegawai negeri
sipil atau seorang tentara. Ini berbeda dengan kultur anak – anak
nonpribumi yang sangat besar untuk berwiraswasta Hal ini disampaikan
Wapres saat memberikan pengarahan di acara pembukaan "Tepang Saudagar
Tatar Sunda " atau pertemuan  para kelompok pengusaha yang berasal
dari daerah Pasundan, Jawa Barat  di Gedung pertemuan Bank Indonesia
(BI) Bandung.(Kompas , 25 Maret 2008). 

Apa yang dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla tsb memang benar ,
banyak teman – teman saya yang lulus sekolah atau kuliah itu tidak
berfikiran sama sekali untuk menjadi pengusaha dengan berbagai macam
alasan. Mereka lebih memilih menjadi pegawai swasta atau menjadi
pegawai negeri. Terlepas bagaimana cara orang – orang nonpribumi itu
berbisnis, yang perlu kita cermati adalah bagaimana orang – orang
nonpribumi itu berusaha membangun jiwa kemandirian tanpa harus bekerja
kepada orang lain. 

Saya mempunyai teman nonpribumi pada waktu SMEA  namanya Maria Deliana
,ia seorang wanita yang cerdas dan berprestasi di sekolah . Setelah
lulus sekolah ia tidak ikut teman – teman yang lain untuk ikut test
ikut masuk perguruan tinggi STAN milik pemerintah , ia lebih memilih
kuliah di swasta sambil bekerja dan berjualan sepatu, ini saya melihat
sendiri ketika bertemu di sebuah kereta listrik (KRL) jabotabek
padahal saya tahu orangtuanya mempunyai toko material di daerah klender.

Banyak alasan teman – teman saya ummat muslim untuk tidak menjadi
pengusaha karena keterbatasan modal, padahal membuka usaha itu
tidaklah harus langsung besar yang penting adalah semangat untuk
membangun jiwa kemandirian secara terus  menerus seperti yang
dilakukan oleh orang – orang nonpribumi. Saya pernah mendengar ceramah
Ir.Fadel Muhammad di kampus (sekarang gubernur gorontalo) mengenai
membuka usaha itu seperti orang yang memakan pisang haruslah dikupas
dulu kulitnya satu per satu  barulah bisa memakan manisnya buah pisang.  

Jadi untuk membuka usaha bisa mencoba dari hal – hal yang kecil dulu,
sekecil apapun usaha yang dijalankan atau menemui kegagalan dalam baru
memulai usaha , berarti sudah mendapatkan satu point pengalaman yang
berharga dibandingkan tak pernah mencoba sedikitpun untuk menjadi 
pengusaha. Apabila belum mempunyai modal , bisa bekerja dengan orang
lain dulu untuk mengumpulkan  modal  sambil menjalankan usaha kecil –
kecilan dulu setelah usaha berjalan barulah berhenti dari bekerja
dengan orang lain.

Ummat muslim yang penduduknya mayoritas di Indonesia haruslah segera
meninggalkan pola fikir  yang masih bekeinginan setelah sekolah tinggi
lalu bekerja dengan orang lain menuju pola fikir untuk membangun
semangat jiwa entrepreneur pada diri sendiri dan anak keturunan  ,
bukankah Rasululah SAW dan mayoritas para sahabat mencotohkan  untuk
menjadi entrepreneur.  Hanya dengan membangun semangat jiwa
entrepreneur , ummat muslim bisa mengejar ketinggalan di bidang
ekonomi, apalagi saat ini kita harus bersiap untuk menghadapi realitas
ekonomi global yang penuh ketidak pastian dan kondisi ekonomi dalam
negeri yang mana terjadi kenaikan harga semua kebutuhan pokok . 

Sebagai penutup, saya bercerita ada seorang karyawan swasta yang
bekerja di perusahaan asing  datang ke tempat mertua saya untuk
menceritakan perihal kerjanya yang selalu pulang larut malam bahkan
sampai pagi, oleh mertua saya ia disarankan untuk keluar dan menjadi
pengusaha. Ia menuruti apa yang dikatakan oleh mertua saya walaupun
orangtuanya sangat keberatan ia keluar kerja dari perusahaan asing tsb.

Ia memulai usaha dengan membuka wartel dan kursus private pelajaran
sekolah  namun gagal, lalu ia mencoba terus dengan usaha lain,
terakhir ia datang ke mertua saya untuk meminta bantuan mencari
karyawan kasir untuk ditempatkan di perusahaannya yaitu usaha cuci
cetak foto digital di daerah ciledug. Usahanya sekarang itu terbilang
lumayan  karena omzetnya 1 bulan mencapai Rp.25 juta.
Siapa yang akan menyusul untuk menjadi entrepreneur muslim ?

Wallahu'alam
Al-Faqir

© Alihozi Oktober 2008  http://Alihozi77.blogspot.com
Bergabunglah dengang milist Shar-e , sebuah milist komunitas pengguna
Shar-e.


Kirim email ke