--- On Sat, 1/11/08, Mirzah <mirzah_abdulaziz@> wrote:
From: Mirzah <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Tar-Com>> Nikahnya Pujiono dan Lutfiah Ulfa
To: "Date: Saturday, 1 November, 2008, 6:37 AM
http://www.warnaisl am.com/syariah/ pernikahan/ 2008/11/1/ 21600/
Nikahnya Pujiono dan Lutfiah Ulfa
Sabtu, 01 November 2008 06:00
Pertanyaan
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustad Sarwat, rasanya kurang afdhol kalau tidak mendengarkan pendapat ustad
tentang pernikahan Syech pujiono dengan Lutfiah Ulfa, yang masih berumur 12
tahun, yang belakangan menjadi perbincangan hangat di semua media massa.
Bagaimana pendapat Ustad mengenai pernikahan tersebut kalau ditinjau dari
Syariah Islam dan Hukum Undang-Undang yang berlaku di negara kita?
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Suryono
suryono
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pernikahan Pujiono atau Syeikh Puji memang banyak orang yang tidak memuji. Dari
Ketua MUI, aktifis Komnas Anak, dan lainnya. Bahkan sampai ada yang menuduhnya
sebagai pelaku pedofilia. Tentu saja banyak kalangan lain yang menolak tuduhan
itu. Lalu ramailah media massa mengangkat masalah ini dengan segala
pro-kontranya.
Namun yang menarik untuk dikaji, kenapa kasus ini sedemikian menggemparkan, ya?
Cukup aneh dan terlihat ada beberapa hal yang tidak biasanya. Begini,
seandainya yang melakukannnya bukan seorang yang dianggap mewakili kalangan
muslim, orang biasa saja, kira-kira apakah masalahnya akan seramai ini?
Seseorang pernah memaksa saya untuk memberi komentar dalam masalah ini, lalu
saya bilang saya tidak tertarik untuk berkomentar, karena hanya akan membuat
masalah ini semaki runyam saja. Saya katakan, diamkan saja, nanti juga berhenti
sendiri. Tapi orang itu ngotot saya harus berbicara, walau pun sudah
berkali-kali saya bilang, saya tidak suka bicara masalah itu.
Kenapa begitu?
Ya, karena saya menganggap lebih kental nilai politisnya ketimbang kajian
hukumnya. Ada kesan yang sulit ditepis bahwa kasus ini akan merembet ke
penghinaan atau pendiskreditan sosok Rasulullah SAW. Sebab oleh banyak
kalangan, beliau SAW sering juga dituduh sebagai pelaku pedofilia. Naudzbillah.
Sehingga ada kekhawatiran dari sebagian kalangan bahwa kasus ini menajdi
semacam penggiringan opini untuk memperburuk citra Islam, khususnya sosok
Rasulullah SAW, dengan cara mengekspose kebencian terhadap kasus pedofilia.
Itulah kenapa saya memandang, ini sih kerjaan orang-orang sakit hati yang
memanfaatkan situasi, kebetulan kasusnya ada tokoh yang dianggap kiyai, punya
pondok pesantren, dan hidupnya cukup 'nyentrik', lalu menikahi wanita yang
berusia 13 tahun. Kemudian dianggap usia segitu masih di bawah umur. Maka
blow-up media massa sedemikian kompak.
Para pakar hukum perkawinan juga ikut-ikutan berbicara. Yang lain sudah sampai
tingkat mengutuk. Tidak tanggung-tanggung, sampai ibu Menteri pun ikut bicara.
Padahal setiap hari kita lihat berbagai kasus penyimpangan seksual di
sekeliling kita. Mulai dari perbuatan sodomi, lesbianisme, seks di kalangan SD
dan SMP, dan beragam jenis pemerkosaan. Menarik untuk kita tanyakan, kenapa
tidak ada yang ribut-ribut dengan kasus-kasus ini?
Kenapa tidak ada gegap gempita pers yang meributkannya setiap saat? Kenapa
tidak ada ibu Menteri yang ikut berteriak-teriak. Kenapa tidak ada pakar hukum
yang ikut nimbrung? Kenapa tidak ada statemen dari para tokoh?
Seolah-olah homoseksual dan lesbianisme itu sesuatu yang normal, bermoral dan
wajar. Sampai mereka punya club sendiri. Padahal seharusnya perbuatan itu
seharusnya juga dianggap kebejadan, bukan? Kenapa hanya kasus pedofilia saja
yang dianggap sebagai ketidak-normalan?
Kasus-kasus seperti itu setiap hari terjadi di sekeliling kita. Tapi bangsa ini
biasa-biasa saja tanggapannya. Malah homoseks dianggap wajar, termasuk di Bali
sampai ada pasangan hombreng yang menikah dan dapat surat resmi.
Apakah Pujiono pelaku Pedofilia?
Ada arus kuat di kalangan media sekuler untuk melakukan pengadilan lewat pers
(trial by the press), setidaknya penggiringan opini bahwa apa yang dilakukan
oleh Pujiono itu adalah sebuah kasus Pedofilia.
Pertanyaannya, kenapa harus ada penggiringan opini besar-besaran? Apakah karena
kebetulan Pujiono itu beratribut kiyai? Apakah karena dia muslim? Apakah karena
nanti bisa juga dikaitkan seolah-olah Islam itu membolehkan pedofilia? Apakah
karena nanti bisa juga digiring kebencian orang kepada Rasulullah SAW, bahwa
beliau menikahi Aisyah diusia 6 tahun?
Seharusnya, biarlah nanti para pakar yang akan menilai, apakah pernikahan
Pujiono itu termasuk kasus kekerasan seksual kepada anak kecil. Tapi yang
jelas, kasus ini bukan pemerkosaan dan bukan kekerasan. Sebab yang terjadi
adalah pernikahan, dimana semua syarat dan ketentuan telah terpenuhi. Ada wali,
2 saksi, shighat, mahar dan sebagainya. Kecuali mungkin pelanggarannya adalah
pada UU RI tentang Perkawinan yang meributkan masalah usia, tapi UU itu memang
buatan manusia.
Dari segi syariat Islam, tidak ada ketentuan usia minimal dalam masalah
pernikahan. Sebagaimana tidak ada ketentuan usia yang baku tentang kapan
seorang wanita mendapat haidh. Bisa saja di usia 15 tahun, tapi banyak yang di
usia 10, bahkan sekarang ini di usia 8 tahun pun sangat banyak. Selain itu
faktor alam, cuaca, iklim, makanan, bangsa, ras dan keturunan juga kadang ikut
menjadi faktor yang berpengaruh.
Maka syariat Islam tidak membatasi usia minimal pernikahan. Tapi bukan berarti
Islam membenarkan bentuk kekerasan seksual kepada wanita di bawah umur. Tentu
tidak demikian. Keduanya adalah dua hal yang berbeda. Seorang wanita di bawah
umur yang dinikahi secara sah, tidak bisa secara serta merta dianggap telah
disakiti secara seksual.
Jadi kesimpulannya, kasus Pujiono itu perlu didekati langsung ke orangnya,
bukan dibahas di media, agar tidak menjadi bola panas dan liar. Yang jelas,
kalau pertanyaanya syariat Islam punya batasan usia untuk menikah, jawabannya
tidak. Namun bahwa Islam melindungi wanita dan anak-anak, jelas sekali dan
tidak perlu dipertanyakan lagi.
Adapun tuduhan bahwa Muhammad SAW seorang pedofilia, dan apakah benar beliau
SAW menikahi wanita di bawah umur, insya Allah ada pembahasannya sendiri nanti.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]