all...,

ini artikel Motivasi yang sangat menarik....!!!
trims pak/bu "dodit rahayu", trims atas postingnya....


APAKAH kita baru akan "bergerak"/ACTION, karena...
... karena IMING2, angan2, harapan, cita2...., atau..
... karena KEPEPET, "harus klo tidak...".

saya pernah menggunakan yang Motivasi "KEPEPET"....
dan hal ini sangat efektif untuk/agar saya ACTION segera...!!!

Cerita singkat-nya begini...

tahun....
2000: anak ke-2 saya lahir
2002: anak ke-3 saya lahir

2015: "by system" saya akan PENSIUN (sesuai dengan sistim di kantor)...
- pada saat itu anak ke-2 ber-usia 15 tahun, anak ke-3 ber-usia 13 tahun.
- pada saat itu saya "kehilangan" INCOME atau kehilangan PENDAPATAN RUTIN 
(gaji) karena pensiun....
- pada saat itu saya (pikir) akan menghadapi problem "income"... lalu HARUS 
mencari kerja lagi...?? bersaing dengan yang muda2...?? 

LALU... 

BAGAIMANA dengan pendidikan anak ke-2 dan ke-3...???
- mereka masih perlu bekal pendidikan s/d usia 25 tahun...
- mereka masih perlu 10 dan 12 tahun biaya pendidikan s/d usia 25 tahun...

>>>> BAGAIMANA TANGGUNG JAWAB SAYA SEBAGAI ORANG TUA....?!?!?!?!?!
>>>> BAGAIMANA TANGGUNG JAWAB SAYA SEBAGAI ORANG TUA....?!?!?!?!?!
>>>> BAGAIMANA TANGGUNG JAWAB SAYA SEBAGAI ORANG TUA....?!?!?!?!?!

BAYANG-kan....
... ini-lah bayangan saya JIKA harus pensiun NANTI....
... ini-lah bayangan saya JIKA "terlena" dengan kondisi gaji sekarang...
... ini-lah bayangan saya JIKA "menyerahkan" masalah finansial saya (dan 
keluarga) kepada pihak lain (perusahaan, pemerintah dsb.dsb.dsb.)

Oleh karena itu.....
... saya HARUS memikirkan hal tsb SEKARANG....
... saya HARUS mulai SEKARANG.................
... saya HARUS bertindak SEKARANG.............

Bagaimana dengan BAYANGAN ANDA...???


PENUTUP...

PERASAAN (bayangan) tsb. di atas....... adalah Motivasi "KEPEPET"... 
dimana saya SENGAJA MENCARI alasan yang "tepat" agar saya MERASA kepepet....,
klo saya tidak melakukan sekarang juga, MAKA.....

dan hal (BAYANGAN) yang paling mengganggu saya...
bahwa akibat dari saya tidak melakukan apa2 SEKARANG.... 
MAKA anak2 saya yang saya cintai yang akan .... nanti.

Bayangkan... bayangkan... bayangkan.... 

semoga bermanfaat.

salam,
[EMAIL PROTECTED]
http://www.richdad.com/Forum/forum.aspx?g=posts&m=1345838#1345838

--- On Wed, 11/5/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Motivasi : Kepepet Vs Iming-Iming 
Posted by: "dodit rahayu" [EMAIL PROTECTED]   dede_354 
Tue Nov 4, 2008 4:44 pm (PST) 

Kepepet Vs Iming-Iming Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. 
Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal 
tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi.

Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer 
motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk 
menggerakkan audiens.

"Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau 
bahkan kapal pesiar?" Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan 
termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka 
dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh 
orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. 
Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus.

"Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus 
jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya.

"Gimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi.

"Semagaat..ngat. .ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah 
siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si 
manager bertanya,

"Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?".

"Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 
3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. 
Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya,

"Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya 
tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. 
Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, 
kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok 
bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, 
dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol.

"Trus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama 
ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui.

Itulah yang disebut The Power of Kepepet. 97% orang termotivasi karena Kepepet, 
bukan karena iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi 
Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan 
Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua 
pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, 
tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh 
sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa 
punishment.

John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan " Establishing Sense of 
Urgentcy" adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu 
organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, 
membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan "VISI". "Jika rasa sakit 
terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah"

Jadi analisa kembali kehidupan Anda sekarang ini. Jika Anda tidak mengubahnya, 
rasa sakit atau kerugian apa yang akan Anda dapatkan dimasa mendatang. Saran 
saya, jika Anda berada di zona yang sangat nyaman untuk tidak berubah (tidak 
melihat ancaman), ciptakan sedikit trigger (challenge) misalnya berupa 
penambahan investasi rumah. Jangan beli rumah yang sesuai dengan kemampuan 
bayar Anda, tapi 'sedikit lebih' dari kemampuan Anda sekarang. Nah, dengan 
begitu Anda mau nggak mau dipaksa untuk mencari penghasilan tambahan atau 
mengurangi porsi pengeluaran yang tidak penting. Langkah kedua baru pikirkan 
nilai investasi itu 5 sampai 10 tahun mendatang, mungkin bisa sebagai solusi 
pembiayaan uang sekolah anak Anda kelak. Dengan meletakkan porsi dan posisi The 
Power of Kepepet dan Iming-iming secara tepat, InsyaAllah kita akan selalu 
termotivasi. FIGHT!

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Apapun masalah kesehatan Anda,
kunjungi segera :  http://gayahiduporg anik.blogspot. com
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -



      

Kirim email ke