Nasional 

Sejarah Jangan sebagai Dendam pada Masa Lalu
Oleh : Adi Supriadi 

17-Nov-2008, 21:19:10 WIB - [www.kabarindonesia.com]




KabarIndonesia - Sejarah jangan dibaca sebagai dendam pada masa lalu, usaha 
menuntaskan pembalasan dendam, dan usaha membalaskan dendam. Bangsa ini tak 
akan pernah menjadi bangsa besar kalau anak bangsa membaca sejarah bangsa ini 
sebagai sejarah dendam. Sebab, membaca sejarah dengan dendam, mendorong 
lahirnya dendam baru yang terus berulang. 

"Akan lahir sebuah proses regenerasi dendam dalam episode yang tidak 
berkesudahan dan menghabiskan energi bangsa ini," ujar Sekretaris Jenderal 
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Anis Matta dalam diskusi tentang tokoh dan 
dendam sejarah di Jakarta, kemarin.

"Sejarah pahlawan kita bukanlah sejarah malaikat yang bebas cacat dan bukan 
pula cerita tentang manusia sempurna. Pahlawan bangsa kita hanyalah manusia 
biasa yang berusaha melakukan pekerjaan luar biasa bagi bangsa dan negara," 
ujarnya.

Sejarah pahlawan, menurut Anis, merupakan pergulatan kemanusiaan yang penuh 
haru biru dan yang harus dibaca dengan kacamata kemanusiaan yang jujur dan 
adil, bebas dari dendam. Hanya dengan begitu, sejarah bangsa ini bisa menjadi 
cermin pembelajaran bagi generasi baru untuk melangkah ke depan. 

"Pembelajaran antargenerasilah yang membuat sejarah kita sebagai bangsa 
tersambung sebagai sebuah mata rantai antargenerasi yang saling mengisi. Sebab, 
peradaban besar adalah karya bersama seluruh generasi dan bukan kerja satu 
orang dan yang bisa diselesaikan dalam semalam," ujarnya lagi.

Sehari sebelumnya, Sabtu di Jakarta, Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat 
(Hanura) Wiranto mengatakan, bangsa ini juga harus bisa menghilangkan kebiasaan 
buruknya menyalahkan pihak lain. Kebiasaan ini tentu tidak menguntungkan bagi 
konsolidasi bangsa. 

"Problem bangsa ini masih dipenuhi masalah internal, sarat pertengkaran, salah 
menyalahkan di antara anak bangsa. Energi yang kita miliki banyak terkuras 
untuk hal-hal yang sebetulnya tidak perlu," ujarnya.

Menanggapi rekonsiliasi ini, Rektor Universitas Paramadina, Jakarta, Anies 
Baswedan sepakat, dendam memang harus diakhiri dan rekonsiliasi juga perlu 
segera dilakukan. 

Kunjungi : 
Blog: http://www.rabbanionline.blogspot.com 
Alamat ratron (surat elektronik):[EMAIL PROTECTED] 



      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke