Perang Gaza dalam Lensa Kiamat penulis : Hermanto Harun (Mahasiswa Program
S-3, Ph.D., University Kebangsaan Malaysia). Seorang
akademisi Prancis yang berdarah Yahudi, Andre Nocy mengungkapkan
gumamnya atas ekspansi Zionis Isreal ke Gaza, bahwa kebiadaban Zionis
Israel di Gaza sekarang ini persis sama dengan perilaku kebiadaban yang
pernah dilakukan Adolf Hitler terhadap sebagian negara Eropa. Kemudian,
Andre juga mengucapkan doa celakalah bagi Israel, saya sungguh malu
atas perilaku mereka dan semoga tuhan melaknat mereka selama-lamanya.
Ungkapan yang dirilis oleh al-Jazeera (13/10/2009) yang dikutip dari Quds Press
tersebut setidaknya menunjukkan bahwa dari kalangan Yahudi sendiri
sudah muak dengan kebiadaan Zionis Israel sekarang. Bagaimana tidak,
sampai saat ini, hari ke 21 (17/01/2009) kekejaman militer Zionis di
Gaza tersebut telah menelan korban 5300 orang lebih, 4300 orang
luka-luka dan 1170 syuhada. Dari jumlah para syuhada tersebut, 410
anak-anak, 110 perempuan dan 100 orang usia senja. Dari semua jumlah
korban baik yang syahid maupun yang luka, hampir 50 persen korbannya
adalah anak-anak dan kaum perempuan (alqassam.ps).
Kebrutalan Zionis di negeri tiga agama itu tidak hanya sebatas
paradigma perang, akan tetapi sudah memasuki ranah pembantaian etnis (al-harb
al-ibadah) atau yang disebut seorang ahli hukum Polandia, Raphael Lemkin dengan
istilah Genocida. Dalam bukunya Axis Rule in Occupied Europe (1944), Lemkin
mengartikan Genosida sebagai sebuah pembantaian besar-besaran sistematis
terhadap satu suku bangsa
atau kelompok dengan maksud memunahkan bangsa tersebut. Istilah
Genosida memang tepat untuk potret kebiadaban Zionis Israel, mengingat
sejarah berdirinya Israel sangat identik dengan perilaku barbaristik
yang setiap jengkal terotorialnya digaransikan dengan darah rakyat
Palestina.
Jika ditelisik dalam lensa sejarah, lakon Zionis Yahudi di tanah
Palestina sekarang bukanlah hal yang baru, mengingat konflik
Palestina-Israel bukanlah konflik satu bangsa dengan bangsa lain, tapi
konflik peradaban, atau bahkan konflik agama yang telah direkam sejarah
dalam usia panjangnya. Bentangan sejarah perilaku congkak Yahudi
dibuktikan dengan memusuhi semua ras besar dunia. Konflik antara Nabi
Muhammad saw dengan kaum Yahudi di Madinah, konflik antara Yahudi dan
Romawi, konflik antara Yahudi dengan negara-negara Eropa, konflik
antara Musa dengan Fir'aun, bahkan konflik antara nabi Yusuf dengan
saudara-saudarnaya. Lakon kebiadaban Israel saat ini hanyalah
pengulangan peristiwa, semenjak era Perang Arab, pembakaran Masjid
al-Aqsha, tragedi Sabra Satila, Intifadhah akhir 80-an, tragedi
al-Khalil Hebron, penembakan Muhammad al-Durrah, pembunuhan Syekh Ahmad
Yasin dan Abdul Aziz Rantisi dan pejuang Palestina lainya. Perbedaan
keganasan Israel sekarang dengan yang terdahulu hanya pada waktu dan
pelaku.
Dalam perjalanannya, keberadaan Zionis Isreal memang selalu bersama
aliran darah. Semenjak terbentuk pada 1897 dan diproklamasikan di Swiss
yang akhirnya membuat keputusan bahwa bangsa Yahudi harus kembali ke
Palestina, maka dari sana cerita simbahan darah rakyat Palestina selalu
menjadi tinta dalam kelam sejarah. Bermula dari kongres di Swiss hingga
terbentuknya negara Israel Raya 1948 yang didudukung sepenuh oleh
negera-negara Barat, perilaku bangsa kera tersebut selalu membuat
ulah. Hingga hari ini, kebejatan Israel terhadap rakyat Palestina
seolah hanya menjadi cerita yang tidak berarti bagi dunia. Bangsa Barat
bahkan ikut merestui kepongahan Israel dengan tanpa reserve.
Hak Asasi Manusia yang didewakan oleh pengagum Barat, hanya berlaku
bagi kesalahan ras dan bangsa lain terhadap Yahudi, namun tidak
bermakna apapun, jika kejahatan Yahudi bagi bangsa selain mereka.
Lantas, kita patut bertanya, apakah kekejaman dan kebiadaban Zionis
Yahudi terhadap bangsa Palestina tersebut sebatas persoalan politik,
sebagaimana yang dikampanyekan kaum liberal di Indonesia dalam
menjustifikasi penegasan Ehud Olmert, bahwa target mereka hanyalah
menumbangkan Hamas. Atau konflik dalam pentas sejarah ini sudah
marasuki wilayah agama?
Jika melihat persepsi sejarah, sulit menapikan bahwa kucuran darah
yang selalu mengalir di bumi Palestina tersebut hanya bermotif politik
semata. Sebab berdirinya Israel tahun 1948 merupakan mimpi besar Yahudi
sejak masa Musa, Dawud, Sulaiman, bahkan zaman Nabi Muhammad saw.
Yahudi sangat membutuhkan "Kerajaan Bani Israil" untuk mengalahkan ras
selain mereka. Dan ketika Yahudi menakulkkan al-Quds pada tahun 1967,
pasukan Israel berkumpul di tembok ratapan. Mereka berteriak dengan
menyatakan hari ini kita berhasil membalas dendam perang Khaibar
kemudian mereka menerikakan tumpangkan buah misy-misy di atas buah
Apel, agama Muhammad telah lari dan pergi. Selain itu juga, Rundolf
Churchil menyatakan bahwa lepasnya al-Quds dari penguasaan Islam
merupakan impian bersama umat Kristiani dan Yahudi. Parlemen Israel
telah mengeluarkan keputusan mengenai al-Quds, yaitu sebagai kota milik
bangsa Yahudi dan sekali-kali tidak boleh kembali ke tangan umat
Islam.
Lebih jauh dari itu, konflik di Timur Tengah yang disebabkan oleh
Isreal merupakan skenario Yahudi dalam menerjemahkan doktrin Talmud
yang sangat mereka yakini, bahwa negara Isreal Raya berdiri dalam
batasan sungai Nil di Mesir sampai sungai Furat di Iraq. Profesor Jamal
Abd al-Hadi dan Wafa Muhammed Rifat dalam bukunya al-Tariq Ila Bayt al-Maqdis
mengungkapkan beberapa doktrin Talmud yang dijadikan Yahudi sebagai
acuan dalam menjustifikasikan ambisi bejat mereka, diantaranya adalah, pertama,
asal manusia selain Yahudi sama dengan asal hewan. Kedua, arwah
orang Yahudi sangat mulia di sisi Tuhan, sementara arwah manusia selain
mereka adalah arwah setan yang menyerupai ruh hewan. Ketiga,
membunuh selain Yahudi merupakan kebajikan yang akan dibalas oleh
Tuhan. Jika tidak mampu membunuh selain Yahudi secara langsung, maka
wajib bagi Yahudi membuat segala cara untuk kehancuran selain mereka. Keempat,
kehidupan orang selain Yahudi adalah milik Yahudi, begitu juga dengan harta
mereka. Kelima, perbedaan manusia dengan hewan sama seperti Yahudi dengan
manusia selain mereka.
Ada banyak teks Talmud yang diimani oleh Zionis Israel untuk
menghancurkan manusia selain mereka. Dengan demikian, ambisi Zionis
tidak akan pernah padam sebelum cita mereka terbukti nyata. Bagi kaum
Zionis Isreal, segala cara menjadi halal demi kepentingan dan keculasan
mereka. Sifat kaum Zionis Yahudi itu mewarisi sifat besar, yaitu sifat
durhaka diturunkan dari sifat saudara-saudara Yusuf (seayah berbeda
ibu). Disana sudah terpupuk bakat-bakat kelicikan, dengki, kebohongan,
dan sebagainya. Walau sifat-sifat itu sebatas potensi, bukan kemutlakan
takdir.
Jadi, kebiadaban Zionis Israel saat ini di Gaza hanyalah sebagian
dari konsekuensi dari dendam sejarah. Awalnya, Bani Israil (Yahudi)
hanyalah sebuah kaum yang selalu mendapat bimbingan seorang Nabi. Namun
dinamika sejarah Yahudi yang sangat panjang melahirkan watak biadab dan
tidak berprikemanusiaan. Semua karakter buruk Yahudi tersebut seolah
telah menjadi skenario Tuhan untuk menjadi cobaan di akhir zaman.
Mungkin, kelakuan Zionis Yahudi yang terhadap rakyat Palestina
merupakan rahasia yang mulai terkuak untuk membuka mata dunia. Karena
Israel selalu picik dalam mempengaruhi opini manusia. Atau mingkin,
kebiadaban Zionis Israel sekarang ini menjadi potret dari lensa kiamat,
sebagaimana isyarat baginda Nabi dalam sabdanya, bahwa nanti di akhir
zaman, ketika kiamat sudha mendekat, akan terjadi perang antara muslim
dan Yahudi. Jika benar demikian, maka kebiadaban Zionis Israel di Gaza
sekarang ini bukanlah perilaku akhir mereka. Semua itu hanya replay sejarah dan
postponed scenario sebelum go with new aggression.
*Dosen Fakultas Syariah IAIN STS Jambi. Mahasiswa Program Doktor University
Kebangsaan Malaysia.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Usaha Berubah, Selalu Kalah ?
Apakah Anda merasa diri Anda sia sia dan tidak berdaya karena semakin Anda
ingin berubah, Anda semakin kalah, semakin Anda ingin berprestasi justru
semakin frustrasi ?
Apakah Anda merasa hidup Anda buruk dan terpuruk karena semakin Anda berusaha,
Anda semakin menderita, semakin Anda menahan diri justru semakin tidak
terkendali ?
No Problem ! Di SERVO Aja !
S.E.R.V.O membebaskan Anda dari "jerat atau penjara" emosional, menemukan
potensi dan jati diri Anda serta mengaktifkan "mesin" sukses otomatis Anda
seperti milik para BINTANG.
Dengan Terapi S.E.R.V.O :
- Lebih sehat tanpa obat. Anda tidak lagi perlu mengalami gangguan psikosomatis
seperti pusing, berdebar debar, leher kaku, sakit perut, insomnia
- Lebih bahagia tanpa fobia. Anda tidak perlu merasa cemas, takut, gugup,
panik, bingung, lupa, marah, gangguan seksual
- Lebih bergairah tanpa masalah. Anda tidak perlu terjebak pada kebiasaan buruk
seperti kecanduan rokok, obat, makan, tidur, belanja, korupsi
- Lebih mudah tanpa menyerah. Anda tidak perlu lari dari masalah, merasa malu,
bersalah, gagal, bernasib sial, depresi, putus asa, malas dan menunda pekerjaan
- Lebih percaya diri tanpa iri. Semakin awal Anda menemukan potensi dan jati
diri, semakin cepat Anda menjadi diri sendiri dan menjadi yang terbaik
dibidangnya
- Lebih berprestasi tanpa korupsi. Memanfaatkan seluruh waktu produktif Anda
untuk membuat cetak biru kesuksesan pribadi, keluarga dan kehidupan sosial
Anda.
Kesaksian !
Nana, Pengusaha. ...Tadinya saya kurang yakin dengan pengobatan ini, tetapi
setelah saya coba benar benar luar biasa. Saya sudah seperti orang biasa yang
tegar menghadapi tantangan hidup ini. ...
Hubungi : http://klinikservo.com/
(021) 5574 5555, 554 6009
---
TERAPI GRATIS !
FOBIA terhadap BENDA NYATA seperti Karet, Pepaya, Bulu Ayam, Karpet, Susu,
Sayur, Nasi dsb. Hanya untuk Peserta Pertama, dari masing masing Fobia !Yahoo!
Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/