kmbak leni kalo boleh tahu, pns-nya di instansi mana? hati2 lho mbak. ada instansi2 tertentu yg jam kerjanya ternyata ngga seperti umumnya instansi pemerintah yg sering kita bayangkan (masuk jam 10 pagi, pulang jam 2 siang). apalagi kalau ditempatkan di bagian yg memang sibuk. beberapa unit kerja di setneg, kemenko kesra, depkumham dipastikan masuk jam 8 pulang di atas jam 7, malah hampir semua unit deplu jam kerjanya segitu. jadi, harapan mbak untuk berkumpul lebih lama dengan anak bisa ngga terwujud. coba caritahu dengan karyawan setempat (apalagi anda sudah tahu mau diplot di unit mana).
mengenai sanksi: well, lihat dulu terms&conditions-nya sebelum anda rekrutmen cpns deplu memang ada dendanya. ngga tahu juga sih model rekrutmen instansi lain. kalo ngga ada ketentuannya, jangan mau disuruh bayar. ngga jelas juga mau masuk ke pos pendapatan apa. pnbp? belum tentu. jadi... selamat memilih dan telitilah sebelum membeli he he he --- In [email protected], budi_rach...@... wrote: > > > > Hi Leni...., > > klo saya baca "sepintas" alasan anda adalah WAKTU untuk anak.... maka... > >>> saya PILIH..... untuk memberikan WAKTU untuk anak.... > > TAPI klo "dibelakang" itu adalah masalah "lain", gimana...?? > - apakah bekerja "diharuskan" karena keperluan Financial...??? > - apakah bekerja "hanya" untuk "mengabdikan" ilmu yang sudah dipelajari...??? > - atau sebab2 lainnya.....??? > > MASALAH-nya jadi tidak sesederhana itu khan...??? > > SELAMA anda masih "membarter" WAKTU anda untuk mendapatkan uang/pendapatan maka anda harus siap untuk meng-SHARE waktu yang anda miliki.... > dengan anak, suami, pekerjaan, teman (sosial) dsb.dsb.dsb.... > > PADAHAL kita semua punya WAKTU sama banyak, yaitu 24 jam dalam SEHARI.... > > Saya belajar dari buku Robert T.Kiyosaki "Cashflow Quadrant".... > dimana INCOME... bisa diperoleh.... > - bisa diperoleh dengan mem-barter waktu yang kita miliki (= Active Income) dan.... > - bisa pula diperoleh tanpa mem-barter waktu yang kita miliki (= Passive Income). > > Dengan pemahaman tsb... dengan upaya yang kuat...., > saat ini saya memiliki 5 SUMBER INCOME, yaitu; > - dari 2 unit biz ritel (= Passive Income), > - dari 2 unit properti sewaan (= Passive Income), dan > - dari biz mining (= Active Income). > > DAN sedang meng-upaya-kan untuk mendapatkan 1 lagu sumber income dari Internet biz.... > > > KEMBALI ke masalah anda.... > > PANDANGAN saya....., > pastikan bahwa Income/Pendapatan anda sekeluarga > daripada Expenses anda sekeluarga. > > Lalu, investasikan "kelebihan" income tsb di atas pada biz yang menghasilkan Cashflow (pendapatan rutin) dan yang tidak mengharuskan anda ikut dalam "day-to-day" kegiatan biz tsb....>>> Passive Income... > > JIKA... > anda masih tetap bekerja dikantor yang sama... seharusnya income (gaji) anda akan lebih tinggi (khan udah ditawari oleh boss anda)... > Investasikanlah "kelebihan" tsb.... > > JIKA... > anda menjadi PNS... maka (diharapkan) anda memiliki banyak waktu... maka gunakan waktu anda untuk ber-investasi.... > > Klo mo tau.... bagaimana saya melakukannya.... liat link di bawah ini... > > FYI.... apa yang saya peroleh saat ini bukanlah sesuatu yang instan... yang tiba2 saya beroleh.... tapi hal tsb adalah hasil dari PROSES yang telah saya mulai sejak tahun 2002/3 yll. > > > semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kata2 yang kurang berkenan. > > salam, > BUDI Rachmat > - www.WealthStrategyAlaKIYOSAKI.com > - "KAYA ala KIYOSAKI" di http://budirachmat.wordpress.com > - Forum Richdad.com di http://www.richdad.com/Forum/forum.aspx? g=posts&t=213770 > > > > --- On Tue, 1/27/09, [email protected] <SSR- [email protected]> wrote: > > From: Leni Herdiani <midorik...@yahoo. co.id> > Subject: [SSR-Klub] PNS atau Karyawan ? > To: ssr-k...@yahoogroup s.com > Date: Wednesday, January 21, 2009, 10:20 AM > > Dear rekans milis, >  > Saya mohon pendapat / masukan sebagai bahan pertimbangan saya. > Saat ini saya bekerja sebagai interpreter bahasa Jepang di sebuah industri makanan. Desember lalu ikut ujian Pns dan alhamdulillah lulus. Saya sudah urus segala pemberkasan, tinggal tgg SK. Tetapi saat saya bicara dengan bos tuk mengundurkan diri, beliau tidak setuju. Beliau malah memberikan pandangan bagaimana kerja pns, sistem kerja, dll. Dan akhirnya beliau menawarkan gaji "lebih tinggi", setelah 2x dipanggil beliau. >  > Sebenarnya alasan saya mau berhenti karena waktu. Kalau di pabrik saya harus pergi jam 6.30 pagi nyampe rumah jam 6.30 malam dan kadang sampai jam 9 malam. Sy merasa capek, terlebih krn memang gaji yg sy dpt sy rasa tidak sepadan. Mending gaji pns dengan jam kerja tidak sampai malam, sehingga masih punya banyak waktu tuk dekat dengan anak. >  > Bagaimana menurut rekans? > 1. Apakah saya ambil tawarannya dan terus bekerja di persh itu? > 2. Bila saya tidak jadi ambil pns, apakah ada sanksi dari pemerintah? denda atau di black list (tidak bisa jadi pns lagi bila suatu hari saya kembali menginginkannya) >  > Mohon pendapatnya. > Terima kasih sebelumnya, >  > salam, > Leni >  >  > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
