masih dari suatu sumber
Cerita
sang cucu

Seorang kakek dan cucu sedang jalan-jalan. Karena hari panas mereka
beristirahat di bawah pohon yang di depannya ada kolam ikan. 

Si cucu yang memang cerdas mengajukan gagasan ke si kakek. 

"Kek, apakah kakek mau memberi saya uang 100 rupiah, bila saya berhasil
menegakkan seekor cacing tegak lurus di atas tanah?"

Si kakek tak percaya. Pikirnya mana bisa. Katanya: "Oke, kalau bisa, besok
kakek kasih kamu 100 rupiah."

Si cucu lantas mencari cacing di pinggir
kolam. Ketemu satu. Dibawanya si cacing eksperimen ke depan kakek. Lantas si 
cucu
mengambil hair-spray dari kantong baju. Si cacing malang disemprot beberapa 
kali, lantas mati
kaku. Dengan mudah si cucu menegakkan sang cacing tegak lurus di atas tanah. Si
kakek kagum, cucunya memang pintar.

Sampai di rumah ceritalah si cucu tentang janji sang kakek pada sang nenek. Si
nenek mendengar penuh pesona. Karena hari sudah siang, si cucu harus tidur
siang.

Sore harinya si nenek mencari si cucu sambil
membawa uang 200 rupiah. 

"100 rupiah dari si kakek, dan 100 rupiah lagi dari nenek untuk ide yang
bagus." kata sang nenek.

Si cucu melongo kurang paham.

Tusuk Gigi

Suatu hari, sang Nyonya Majikan super irit dan
pembantunya yang sedang punya masalah dgn giginya berdialog begini:

Nyonya (sambil berkacakpinggang), "Hai, gimana kamu nih, tusuk gigi baru
dibeliin sehari udah habis! emangnya kamu buang kemana?"

Pembantu (agak ketakutan), "Maaf Nyonya, tusuk giginya saya pakai, habis
gigi saya berlubang, sering banyak yang nyangkut di gigi, maaf sekali lagi
Nyonya, saya berjanji tidak akan menghabiskan tusuk gigi lagi."

Seminggu kemudian terjadi lagi dialog antar keduanya,

Nyonya, "Nah ini baru pembantu yang baik, bahkan tusuk gigipun irit
pakainya. Ngomong-2 gimana dgn gigimu? udah sembuh semua? nggak
berlubang?"

Pembantu, "Tidak Nyonya, ini gigi tetep aja berlubang, abis sudah dari
sononya begini.

Nyonya,"Lho jadi? kamu masih perlu tusuk gigi? pakai apa selama ini? koq
tusuk gigi di meja masih keliatan utuh?"

Pembantu, "Ya tetap pakai tusuk gigi itu, Nyonya. Hanya setiap kali abis
saya pakai, saya kembalikan lagi."

KB
cap Jempol

Salah seorang karyawan yang berasal dari Jawa Tengah mengeluh
karena anaknya sudah sembilan orang. Punya anak lagi, kasian isteri; disamping
usia pasangan ini sudah mendekati angka 50an. Soal KB masih awam, nggak ngerti
.

Terjadi dialog antara si pegawai dengan dokter klinik.

Pgw.: "Pak dokter, saya mau ikut KB. Anak saya sudah sembhilan, kasian
isteri...pak !" 

Dtr.: "Oh... begitu toh pak. Jadi sampeyan nggak pengen punya anak lagi
toh..."

Pgw.: "Njee... pak, tulung yo...."

Dkt.: "Baik... Ini ada beberapa cara. Yang ini (sambil memperlihatkan
kemasan pil KB), Ibu ne.. tinggal minum". Kalau yang ini, bapak yang pake
(sambil memperlihatkan bungkus plastik kecil). Bapak pilih yang mana...?"

Pgw.: "Biar yang itu sajjaaa pak dokter... biar saya yang pake...kasian
isteri kalau harus minum pil..." 

Dkt.: "Baik... Ini plastiknya bapak buka dan dipakenya beghini...!(sambil
menyarungkan karet KB kejempol kirinya memberi contoh). Kalo di pake 'e
beghini, bapak ibuk aman... Ibuk 'e nggak bakalan hamil laghi...Ngerti toh...
pak.." 

Pgw.: "Njeee... pak dokter"..

Selang beberapa bulan, si pegawai kembali ke klinik dengan muka kesal karena
ternyata isterinya hamil lagi.

Pgw.: "Pak dokter pie toh pak..isteri saya kok hamil laghi..?
"Katanya nggak bakal hamil.."! 

Dkt.: "Hamil lagi?... nggak mungkin..." 

Pgw.: "Benner lho pak... ini bapak liat sendhiri.. (sambil menunjuk pada
isterinya yang berdiri disamping).

Dkt.: "Lha... bapak pakainya gimana...?"

Pgw.: "Iyo.. sesuai petunjuk bapak!..Ini saya sarungkan ke jempol kiri
saya, ya sudhahhh...!"

Dkt.: "Pak 'e, nyarungnya jangan ke jari lho pak..! "

Para wakil naik pangkat

Suatu hari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru
yang belum pernah dilakukan di negeri lain. Semua orang yang berpangkat WAKIL
dinaikkan pangkatnya. Wakil Presiden jadi Presiden, Wakil Direktur jadi
Direktur, Wakil Komandan jadi Komandan, Wakil Gubernur jadi Gubernur, Wakil RT
jadi RT, dsb.. dsb..

Yang penting, dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada 

dobel posisi, itu bisa diatur pembagian tugasnya. Masalah pembengkakan 

anggaran, semua ditanggung oleh negara.

Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk 

mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata DPR menolak. Betul-betul menolak 

dengan keras. Bahkan sangat keras.

Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan 

berubah status dari WAKIL RAKYAT menjadi RAKYAT ...

Telat
ngangkat

Di klas IIpas-pal (jurusan ilmu pasti dan pengetahuan alam, ini

pembagian di zaman SMA tahun 1993 ke-bawah) SMA puncak sekuning

palembang.
Sesuai jadwal pelajaran, masing guru masuk ke klas tsb.

jam pertama, pelajaran Ilmu bumi alam falak, Pak Leo sedang

menerangkan keadaan cuaca, setelah itu dia bertanya kepada murid-murid

di klas :

Guru : Kenapa jemuran kering bisa basah ????

Ali : kena hujan

Guru : Salah,

Bedoel : terlambat ngangkat

Guru : Betoel...seratus !

Jam pelajaran kedua, Guru Fisika masuk, Pak Ucok,

dia menerangkan tentang proses pembakaran sehingga terjadi Carbon

mono-oxide dan di-oxide, setelah pelajaran selesai dia bertanya:

Guru : kenapa roti di oven bisa hangus ?

Ali : adanya peristiwa pemanasan tinggi, sehingga O2 di dalam oven memuai
akibatnya particles O2 yg panas pd menabrak roti sehingga rotinya mengalami
trauma tumpul akibatnya rotinya memar kehitaman.....!

Guru : salaaaahhhhhh !

Bedoel: "terlambat ngangkat !" 

Guru : betul.....betul !

Jam pelajaran ke tiga, guru biologi yang masuk, Pak Aman,

menerangkan tentang proses pembuahan.

Setelah selesai beliau bertanya kepada muridnya:

Guru : kenapa wanita hamil ???

Ali : karena terjadi zygote, yaitu pertemuan antara sperma dengan sel telur !

Guru : Salaaahhhhh !

Bedoel : "terlambat ngangkatnya" !

Guru : Tul sekali ...,
Robby Nuzly, S.Si.,Apt.Direktorat Pengawasan ProduksiProduk Terapetik dan 
PKRTBadan Pengawas Obat dan Makanan RIJl. Percetakan Negara No. 23 
JakartaE-mail:[email protected]


 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke