Hendrik Jualan Kantong Plastik

By: agussyafii

Pagi sebelum berangkat saya bertemu teman. Teman bertutur dirinya sering 
melihat Hendrik jualan kantong plastik di pasar Ciledug. Hendrik adalah salah 
satu anak ananda. Ibunya jika pagi hari mengojek di pasar. Saya katakan padanya 
ayah Hendrik sudah tiada. Sebelum masuk sekolah siang hari, pagi hari hendrik 
jualan kantong plastik untuk ongkos sekolah.

Buat saya adalah kebanggaan karena hendrik bekerja untuk dirinya, jawab saya 
pada teman. kegigihan Hendrik untuk bekerja akan menumbuhkan hidup bermakna 
pada dirinya tanpa harus mengetengadahkan tangan pada orang lain. Pada Malam 
hari hendrik belajar mengaji pada saya. Sejak ayahnya meninggal hampir tidak 
pernah ada orang yang membimbing Hendrik, ibunya sibuk mencari nafkah. Jadi 
membimbing Hendrik merupakan tugas kita dan kami, Ananda membantu biaya 
sekolahnya.

"Oo..luar biasa ya Hendrik, jadi ayahnya sudah tidak ada ya mas? jualan kantong 
plastik itu untuk membiayai hidupnya ya" kata teman tersebut, matanya nampak 
berkaca-kaca. 

Tidak semua anak bisa beruntung dengan bermain di rumah bersama ayah dan 
ibunya, sarapan pagi, minum susu sambil menonton tv namun ada anak yang mesti 
jualan kantong di pasar untuk membiayai hidupnya. 

--
Barang siapa yang dikaruniakan harta oleh Alloh SWT maka hendaknya menyambung 
silaturahmi, menghormati tamu, memuliakan anak yatim dan hendaknya bersabar 
dalam menghadapi ujian karena dengan semua ini kemuliaan dunia dan kebahagiaan 
akherat didapatkannya. (ali bin abi thalib).



Wassalam,
agussyafii

----

Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye kegiatan "Untukmu Ananda." kegiatan 
"Untukmu Ananda." Kegiatan memuliakan anak-anak yatim. Pada tanggal 14 Februari 
2009. selanjutnya silahkan kirimkan dukungan dan kepedulian anda kepada 
"Untukmu Ananda" di 087 8777 12 431 atau di http://agussyafii.blogspot.com





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke