*Bukan untuk yang pertama kalinya *


Kau selipkan mawar putih tadi malam disela-sela mimpiku. Aku menangkap
harumnya disela-sela lelapku. Kau ucapkan pula dalam desahmu tadi malam *I
Love You Honey*.

Aku menangkapnya dalam hatiku.



*Bukan untuk yang pertama kalinya *



Ku peluk hangatmu dalam memori bawah sadarku. Dan membawamu dalam imaji
mimpiku. Dan kau pun menari riang diantara peluhmu bersama jiwa yang
melayari seluruh kebahagiaan ini. Sesekali kau berhenti dan memegang
tanganku untuk menikmati sajak yang mengalun itu bersamamu.



*Bukan untuk yang  pertama kalinya*



Kau merobek seluruh hatiku dengan tulus cintamu dan selalu hidupkan sang
surya dihatiku. Pagi ini pun setelah lima kali jam berdentang dan embun
hadir di ujung pagi. Kau tinggalkan padaku kecupan selamat pagi. Dan masih
ku rasa hangatnya sentuhanmu sampai kini.



*Memang bukan untuk pertama kali, tapi selalu pertama kali untukku*

-- 
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

ViSiT My BLoG
www.napasbidadari.multiply.com


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke