Keteladanan Bagi Icha

By: agussyafii

Malam sudah mulai larut. Icha berpidato didepan anak-anak pengajian Amalia. 
Temanya "Aku Anak Insan Mulia." Suaranya lantang. Dalam pidatonya Icha 
mengatakan, "Icha adalah anak-anak Insan Mulia, ingin menjadi dokter dan 
menjadi guru mengaji seperti bunda berguna bagi semua anak-anak. Terus apa lagi 
ya.." terdengar suara gerr, tertawa anak-anak Amalia. Saya melihat sendiri 
semua yang dikerjakan Icha selalu mengikuti apa yang dikerjakan oleh istri 
saya, termasuk mengikuti  ketika sedang mengajar mengaji. Barangkali itulah 
keteladan bagi Icha. Bercita-cita ingin menjadi dokter dan juga guru mengaji.

Membangun keteladanan dalam keluarga bisa dilakukan oleh ayah ibu,
misalnya sosok ibu yang sangat penyabar dan sangat lembut, sosok ayah yang 
berwibawa. Keagungan seorang ibu tidak terletak pada ketinggian ilmunya, tetapi 
pada berfungsinya sifat keibuan menurut persepsi anggota keluarga. Seorang ibu 
mungkin hanya tammatan SD, tetapi karena kuat sifat keibuannya, ia dipandang 
sangat tinggi oleh anaknya yang doktor. Seorang ayah mungkin hanya guru SD, 
tetapi karena kewibawaan internal dalam keluarganya, ia menjadi idola bagi 
anak-anaknya yang kesemuanya sarjana.

Nah ayah dan ibu tidak serta merta menjadi idola dan teladan bagi
anak-anaknya, tetapi harus membuktikan terlebih dahulu konsistensinya dalam 
hal-hal yang mengagumkan hati anak-anaknya, dan itu biasanya di capai setelah 
sang ayah atau sang ibu berusia lanjut.

Wassalam,
agussyafii

--
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye Program Pendidikan "Anak-anak Insan 
Mulia (Amalia)"  Program Pendidikan anak-anak dengan kasih sayang, silahkan 
kirimkan dukungan dan komentar anda di 087 8777 12 431 atau di 
http://agussyafii.blogspot.com




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke