Keluarga Istimewa

By: agussyafii

Di pengajian Amalia (Anak Insan Mulia) hampir rata-rata anak orang yang tidak 
mampu, anak yatim juga ada yang tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu. 
Namanya Atun. Atun dan keluarganya teramat istimewa buat istri saya. Dia selalu 
diperlakukan istimewa. Buat saya ada kekaguman pada diri istri saya, bagaimana 
mungkin orang itu begitu istimewa. Tinggalnya masih ngontrak, bapaknya penjual 
gorengan diperempatan jalan, ibunya ibu rumah tangga. Anaknya banyak. Bahkan 
dibilang keluarga itu keluarga miskin.

Saya sempat katakan padanya, apa yang istimewa pada diri atun dan orang tuanya. 
Istri bertanya. "apakah dia pernah mengeluh karena kemiskinannya?"

"Tidak." jawab saya.

"apakah dia pernah mengambil hak orang lain?" katanya.

"tidak." jawab saya.

"apakah dengan kemiskinannya menghalanginya untuk rajin beribadah?" tanyanya.

"Tidak, Saya sering bertemu dengan ayahnya atun jamaah dimasjid." jawab saya.

"Itulah sebabnya Mas, kita harus mengistimewakan orang-orang seperti mereka, 
dengan kondisi yang kekurangan mereka tetap istiqomah dalam hidupnya."

--

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan 
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya 
kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu 
di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya 
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13).


Wassalam,
agussyafii

--
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye Program Pendidikan "Anak-anak Insan 
Mulia (Amalia)"  Program Pendidikan anak-anak dengan kasih sayang, silahkan 
kirimkan dukungan dan komentar anda di 087 8777 12 431 atau di 
http://agussyafii.blogspot.com





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke