Artikel: Biarkan Roda Kehidupan Itu Terus Berputar

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Salah satu frase paling populer dilingkungan kita berbunyi;"belajar 
sepanjang hayat."  Jika kita terlalu berfokus kepada pelajaran 
formal, tentu frase itu tidak akan relevan. Namun, jika kita meyakini 
bahwa proses belajar itu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, 
maka kita tidak akan pernah kehilangan momentum untuk bisa belajar 
dan meningkatkan diri. Tetapi, apakah proses belajar itu bisa 
dilakukan dalam 'situasi apapun'? Kelihatannya memang demikian. Dalam 
situasi sulit sekalipun? Betul. Sesulit apapun? Nampaknya begitu. 

Saya teringat dengan sepeda pertama yang saya miliki dimasa kecil. 
Ketika mendapatkan sepeda itu, saya belum benar-benar bisa bersepeda. 
Sehingga ketika sepeda itu tiba dirumah, pada awalnya saya hanya bisa 
menatapnya saja. Rasa senang dan takut bercampur aduk. Lalu, 
berkembanglah itu menjadi antsusiasme dan kenekatan. Antusias karena 
senang, nekat karena sebenarnya belum bisa bersepeda. Walhasil, hal 
paling mudah dikenang dari masa-masa awal belajar bersepeda itu 
adalah ketika sepeda saya tidak bisa dikendalikan hingga menabrak box 
penjual rokok dipinggir jalan. Lecet disikut kiri kanan, ditambah 
omelan dari sang pedagang tidak bisa menghentikan kenekatan itu. 
Diulangi lagi. Dan ndilalah, lha kok setelah nabrak itu saya menjadi 
lancar bersepeda.  

Saya yakin, anda memiliki pengalaman serupa itu ketika belajar 
bersepeda. Dan sekarang, kita semua sudah sangat mahir melakukannya. 
Cobalah anda bayangkan; apa jadinya kita seandainya dulu, kita 
langsung berhenti setelah terjatuh? Tentu kita tidak akan pernah 
mahir naik sepeda. Mengapa? Karena setelah kejatuhan yang menyakitkan 
itu, kita tidak mau mencoba memulainya kembali. 

Menurut pendapat anda, apakah hidup juga demikian?  Kelihatannya iya, 
ya. Dalam hidup pun, kadang kita terjatuh. Kita merasa sakit fisik. 
Sakit perasaan. Luka di badan. Dan luka kehormatan. Dan,  seperti 
bersepeda tadi; seandainya kita berhenti setelah mengalami jatuh dan 
luka-luka itu, mungkin kita tidak akan terampil lagi dalam mengarungi 
hidup. 

Dalam dunia nyata, kita menyaksikan betapa banyak orang yang benar-
benar terhenti oleh kegagalan hidup. Oleh jatuhnya bisnis mereka. 
Oleh berakhirnya kontrak kerja mereka. Dan setelah bertahun-tahun 
kemudian, mereka terus terkurung oleh perasaan marah dan kecewa. 
Lantas menumpahkan kemarahan itu kepada tindakan-tindakan yang kurang 
produktif, sehingga akhirnya mereka benar-benar kehilangan makna 
hidup. Padahal, mereka adalah orang-orang yang memiliki potensi diri 
yang begitu tinggi.

Dalam dunia nyata, kita juga menyaksikan betapa banyak orang yang 
begitu gigih dan tidak membiarkan dirinya dihentikan oleh cobaan 
hidup yang berkali-kali menimpanya. Ketika bisnisnya jatuh, mereka 
bangun lagi. Jatuh lagi, bangun lagi. Itulah sebabnya mereka tidak 
menyebut bisnisnya 'jatuh', melainkan 'jatuh-bangun'. Artinya, ketika 
terjatuh pun, mereka masih berusaha bangun lagi. Ketika perusahaan 
tempat mereka bekerja berkata;'we are sorry to tell you that we 
cannot keep you stay with us.....' tentu mereka kecewa. Tetapi, 
mereka tidak berhenti pada 'kecewa', karena segera setelah itu mereka 
meneruskan hidup dengan melakukan apa saja untuk memastikan roda 
kehidupannya terus berputar. Sehingga, meskipun mereka telah 
kehilangan pekerjaan itu; mereka menemukannya kembali. Bagaimana jika 
dengan semua usaha yang dilakukannya, mereka  tidak berhasil 
menemukannya kembali? Mereka belajar sesuatu dari 
ketidakberhasilannya. Lalu mereka membuat pekerjaannya sendiri. 
Sehingga selalu ada pekerjaan yang bisa menjaga diri mereka tetap 
produktif.

Bagaimana mereka bisa setangguh itu? Sederhana; mereka percaya bahwa 
bahwa hidup selalu menyembunyikan pelajaran berharga. Dari perjalanan 
hidup mereka menemukan pelajaran untuk melanjutkan hidup. Dan, ketika 
secara konsisten mereka melakukan itu, mereka mendapati roda 
kehidupan terus berjalan. Dan semakin hari, mereka semakin terampil 
menjalaninya.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/ 
Business Administration & People Development 
Business Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio 

Catatan Kaki: 
Kehidupan itu seperti sepeda; kita tidak akan pernah terjatuh, selama 
kita terus mengayuh.


Kirim email ke