Potensi Diri

By: agussyafii

Setiap Manusia memiliki potensi diri. Dalam bentuk fisik, intelektual, 
emosional dan spiritual yang berbeda-beda kapasitasnya. Ada orang yang sangat 
intelek, tetapi emosinya tidak stabil. Yang lain emosinya sangat terkendali 
tetapi intelektualitasnya kurang. Ada juga orang yang menonjol justeru potensi 
spiritualitasnya . Perilaku manusia dalam keseharian mencerminkan aktualitas 
dari potensi itu.

Ada orang yang berwajah garang tetapi hatinya lembut, ada orang yang fisiknya 
kecil dan nampak lemah tetapi hatinya bergejolak penuh dengan kebencian dan 
dendam. Demikian juga halnya dengan corak cinta, ada seorang lelaki yang jika 
jatuh cinta kepada seorang wanita, ia merasa harus menguasai dan memonopoli 
secara total lahir batin, tidak boleh sedikitpun si wanita memiliki perhatian 
kepada selain dirinya. Ia sangat pecemburu, dan jika ia gagal memiliki wanita 
yang dicintainya itu maka ia memilih menghancurkan sang kekasih daripada harus 
melihat ia dimiliki oleh orang lain. Di sisi lain, ada seorang lelaki pecinta 
yang sangat penuh pengertian, ia sangat memaklumi dan sangat memaafkan atas 
kekurangan sang kekasih.

Ia bukan saja tidak bermaksud menguasai tetapi justeru selalu ingin memberi 
kepada kekasihnya apa yang menjadi keinginannya,. Ia sangat berbahagia jika 
bisa memberikan kesenangan kepada kekasihnya, meski untuk itu ia menderita. Nah 
cinta itu ada di dalam hati. Hadis Nabi menyebutkan bahwa di dalam tubuh setiap 
manusia ada qalbu (hati) yang
menjadi penentu kualitas manusia, jika qalbu nya baik maka seluruh ekpressinya 
baik, sebaliknya jika qalbu nya buruk maka buruk pula ekpressi orang itu. Orang 
suka berkata; dalamnya laut dapat di duga, dalamnya hati siapa yang tahu ?

Isi hati manusia sungguh sangat sangat banyak dan beragam, diantaranaya adalah 
cinta. Dapat dipastikan bahwa tidak ada satupun keterangan yang obyektip 
tentang hati manusia yang berasal dari manusia, karena semua manusia bersifat 
subyektif, oleh karena itu keterangan yang paling obyektif tentang hati manusia 
hanya yang berasal dari sang Pencipta hati itu sendiri, yaitu Alloh SWT, dan 
keterangan itu ada di dalam kitab suci Al Quran.

Wassalam,
agussyafii

--
Tulisan ini dibuat dalam rangka program kegiatan "Amalia Cinta Rasul" (ACR), 
Hari Kamis, tanggal 26 Maret 2009 di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 
Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sud-Tim, Ciledug. TNG. silahkan kirimkan dukungan 
dan komentar anda di 087 8777 12 431, [email protected] atau 
http://agussyafii.blogspot.com




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke