Hidup itu Indah
By: agussyafii
Kehidupan ini buat saya bagai bunga nan harum menyebar harum mewangi. Membuat
hidup saya penuh keindahan yang menyebar dihati orang-orang yang hatinya penuh
cinta dan kasih sayang.
Pernah satu pagi saya didalam bis, hp saya berbunyi. Seorang bapak yang lupa
memperkenalkan diri dia bertutur dengan penuh semangat. Ditengah dia bertutur
suara bergetar. Katanya, tulisan anda yang berjudul kebun bunga telah
menyadarkan saya. Setelah saya bertahun- tahun mengabaikan orang yang telah
mendampingi saya separuh umur hidupnya. Tak tau harus bagaimana saya
membalasnya. Diakhir kata dia mengucapkan terima kasih. Sungguh indah hidup
ini. Saya bisa merasakannya.
Sikap yang dalam bahasa Inggris disebut attitude dalam istilah psikologi adalah
kesiapan mental seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal
tertentu. Sikap bisa positif bisa juga negatif. Dalam hal sikap positif,
kecenderungan tingkah lakunya mendekat, menyenangkan, dan mengharapkan terhadap
terhadap objek yang membawa kebahagiaan, keindahaan dan kegembiraan. dan akan
menyebarkan kebahagiaan, keindahan dan kegembiraaan pada orang lain. Sedangkan
dalam hal sikap negatif, kecenderungan tingkah lakunya adalah menjauhi,
menghindar, membenci, dan tidak menyukai sesuatu yang indah, membahagiakan, dan
menggembirakan dan yang dilakukannya menyebarkan kebencian pada orang lain.
Sikap ada yang dianut oleh banyak orang, disebut sikap sosial; ada yang dianut
hanya oleh orang tertentu saja yang disebut sikap individual. Sikap sosial
adalah sikap yang ada pada kelompok orang yang ditunjukan kepada suatu objek
yang menjadi perhatian oleh seluruh kelompok orang, misalnya sikap negatif kaum
muslimin terhadap daging babi. Sikap individual adalah sikap yang khusus
terdapat pada satu persatu orang terhadap objek yang menjadi perhatian dari
orang itu, seperti sikap seseorang terhadap ulat berbulu, atau sikap seorang
mahasiswi muslimah terhadap jilbab, atau sikap seseorang yang sedang sakit
terhadap dukun.
Sikap tidak berdiri sendiri tetapi mempunyai objek; bagaimana sikapnya terhadap
apa, dan tidak ada sikap yang tidak ditunjukan terhadap objek. Objek yang
disikapi bisa berupa benda, orang tertentu, kelompok orang, pandangan hidup,
nilai-nilai sosial, hukum, lembaga sosial, dan sebagainya.
Sikap tidak dibawa sejak lahir, tetapi merupakan respons yang diberikan
berulang-ulang terhadap stimulus yang sama sehingga menjadi kebiasaan pikiran
setiap kali menjumpai stimulus itu. Jadi, sikap terbentuk melalui interaksi
sosial atau proses balajar yang terjadi pada tiap-tiap individu atau oleh
pengalaman yang ditempuh seseorang sepanjang hidupnya. Karena terbentuk dari
pengalaman an belajar, maka sikap seseorang dapat berubah jika berjumpa dengan
pengalaman lain yang lebih berpengaruh.
Berbeda dengan pengetahuan, dalam sikap terkandung motivasi dan perasaan. Oleh
kerena itu, meski sikap dapat berubah, tetapi ia lebih menetap dibanding
pengetahuan. Proses perubahan sikap memerlukan waktu yang panjang. Berbeda
dengan motif yang bisa hilang jika terpuasi, sikap tidak hilang dari seseorang
meskipun telah dipenuhi kebutuhannya. Perhatian seseorang terhadap suatu objek
akan melahirkan sikap tertentu kepadanya. Oleh kerena itu, seseorang bukan
hanya memiliki satu sikap, melainkan sejumlah sikap, bergantung sejumlah objek
yang menjadi perhatiannya.
Itulah sebabnya bagi seseorang yang berpikir positif bahwa kebahagiaan,
penderitaan, sehat, sakit, kaya, miskin semuanya adalah kehidupan yang indah
senantiasa disyukurinya. dan apapun yang dilakukannya melahirkan sikap-sikap
yang membawa keindahan di dalam hidup untuk dirinya dan untuk orang lain.
Wassalam,
agussyafii
--
Kegiatan 'Amalia Cinta Rasul Bertempat di Rumah Amalia Jl.
Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sud-Tim,
Ciledug. TNG akan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 26 Maret 2009,
Dari jam 8 pagi s.d 3 sore- Susunan Acara Amalia Cinta Rasul (ACR)
sebagai berikut:
1. Ta'aruf (jam 8.00-9.00)
2. Aku Cinta Rasul (jam 9.00-10.00)
3. Meneladani Sifat Rasul (jam 10.00-12.00)
4. Istirahat-Sholat-Makan Siang (Jam 12.00-13.00)
5. Rasul Idolaku (Jam 13-15.00).
[Non-text portions of this message have been removed]