Minggu, 5 April 2009 | 21:54 WIB
DPR Baru Lebih Buruk

*Surabaya, Warta Kota*

Anggota DPR Joko Susilo mengemukakan, kualitas anggota DPR hasil Pemilu 2009
diperkirakan akan lebih buruk. "Sekarang ini banyak calon anggota DPR dari
kalangan selebritis dan orang terkenal yang hanya menjual nama dan
popularitas," kata politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu di
Surabaya, Minggu (5/4).

Selain itu saat ini banyak calon anggota DPR periode 2004-2009 yang
berkualitas buruk diajukan kembali oleh partai. Misalnya, selama lima tahun
mereka itu tidak pernah masuk ke gedung dewan, apalagi mengikuti sidang.

"Ada sejumlah tokoh yang selama lima tahun itu masuk ke kantor dewan tidak
lebih dari 10 kali, tapi ketika kampanye di Surabaya dielu-elukan seperti
pahlawan saja. Ini masalah, karena yang dirugikan adalah rakyat juga," kata
mantan wartawan itu.

Konyolnya, Badan Kehormatan (BK) DPR tidak berani memberikan tindakan,
karena yang bermasalah itu adalah tokoh-tokoh dari partai politik. "Saya
kira ini juga merupakan kegagalan dari pers kita yang tidak mengungkap
hal-hal yang seperti ini. Coba ada yang mempermasalahkan anggota dewan yang
seperti itu," katanya.

Karena itu, ia pesimis DPR periode mendatang mampu melaksanakan fungsi
legislasi dan fungsi lainnya secara maksimal.

Ia mengemukakan, di DPR itu ada empat tipe anggota. Pertama anggota yang
vokal, kreatif, idealis dan dinamis. Kelompok ini hanya lima hingga 10
persen di setiap komisi. "Sayangnya, kelompok ini tidak mendapatkan
apresiasi dari masyarakat. Padahal kami selalu bersuara keras menyoroti
masalah dan bersikap tegas, tapi tidak pernah mendapatkan dukungan,"
katanya.

Kelompok kedua banyak mengeluarkan pernyataan, namun tidak didukung dengan
data dan analisa. Kelompok ini merupakan mayoritas di DPR, yakni sekitar 40
hingga 50 persen. "Ketiga adalah kelompk 4D, yakni datang, duduk, dengar,
dan duit. Ini lebih kecil dari yang lain. Kelompok keempat adalah yang
sebutkan tadi, kelompok pemalas. Kelompok pemalas ini banyak yang tokoh
terkenal dan selama lima tahun hanya mengikuti sidang satu atau dua kali,"
katanya mengungkapkan. *(Ant/tig)*

**

http://www.wartakota.co.id/read/news/2524


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke