Pendidikan Sebagai Usaha penyucian Nafs

By: agussyafii        

Al-Quran mengisyaratkan bahwa jiwa yang tercemar masih dapat diusahakan untuk 
menjadi suci kembali, baik dengan usaha sendiri, melalui pendidikan atau karena 
anugerah dan rahmat Allah seperti yang diisyaratkan oleh surat Q,. s. al-Tawbah 
/ 9:103, Q., s. Ali Imran / 3:164.

Sungguh Allah  telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika 
Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, 
yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan  
mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum 
(kedatangan Nabi) itu mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata (Q., 
s. Alu ‘Imran / 3:164).

Ayat al-Quran tersebut mengisyaratkan bahwa orang yang ingkar masih 
dimungkinkan untuk dibersihkan jiwanya. Usaha atau proses penyucian jiwa itu 
disebut tazkiyah al-Nafs.

Tazkiyah bisa dilakukan karena dorongan sendiri, atau di dorong  oleh orang 
lain, melalui pendidikan. Menurut al-Quran surat Fathir / 35:18 manusia dapat 
secara sadar melakukan perbuatan yang dimaksud untuk mensucikan jiwanya. 
Perbuatan yang dapat menyucikan jiwa seseorang menurut al-Quran adalah:

a) Pengeluaran infak harta benda, surat Q., s. al-Layl / 92:18 

b) Takut terhadap azab Allah dan menjalankan ibadah salat, surat Q., s. Fathir 
/ 35:18.

c) Menjaga kesucian kehidupan seksual, surat Q., s. al-Nur / 24:30

d) Menjaga etika pergaulan, surat al-Nur / 24:28

Al-Quran juga mengisyaratkan bahwa proses tazkiyah itu bisa melalui orang lain. 
Ada empat ayat yang menyebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh para Rasul kepada 
umatnya dengan mengajarkan al-Kitab dan al-Hikmah merupakan pekerjaan yang 
membuat umatnya tersucikan jiwanya, yakni surat al-Baqarah / 2:129, 151, Q., s. 
Alu ‘ Imran. 3: 164, dan Q., s. al-jumu’ah / 62:2. 

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang yang beriman ketika Allah 
mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang 
membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan 
menalarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum 
(kedatangan nabi) itu mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata (Q., 
s. Alu ‘Imran / 3:164).

Tentang makna tazkiyah al-nafs, para mufassir mempunyai pandangan yang 
berbeda-beda:

1. Tazkiyah dalam arti para Rasul mengajarkan kepada manusia sesuatu yang jika 
dipatuhi, menyebabkan jiwa mereka tersucikan dengannya.

2. Tazkiyah dalam arti mensucikan manusia dari syirik, karena syirik itu soleh 
al-Quran dipandang sebagai sesuatu yang berifat najis.

3. Tazkiyah dalam arti mensucikan manusia dari syirik dan sifat rendah lainnya.

4. Tazkiyah dalam arti mensucikan jiwa dari dosa.

5. Tazkiyah dalam hati mengangkat manusia dari martabat orang ingkar ke 
martabat mukhlisin.  

Disamping tazkiyah sebagai usaha, al-Quran juga mengisyaratkan adanya anugerah 
Allah kepada manusia berupa tazkiyah.  Dalam surat al-Nur / 24:21 disebutkan 
bahwa seandainya bukan karena anugerah Allah maka seseorang selamanya tidak 
bisa menyucikan jiwanya, dan Allah memberikan anugerah itu kapada orang yang 
dikehendaki. Dalam surat al-Nisa /4:49, ketika al-Quran mencela tingkah laku 
manusia yang merasa dirinya telah suci, juga ditegaskan bahwa Allahlah yang 
membersihkan jiwa dari orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih. 
Sebenarnya allah  memberihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak 
dianiaya sedikitpun (Q., s. al-Nisa / 4:49). 


Wassalam,
agussyafii

--
Tulisan ini dalam rangka kampanye program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU) Minggu, 
tanggal 17 Mei 2009, di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek 
Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG. Program 'Amalia Cinta Bumi 
(ACIBU)' mengajak. 'Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, 
bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik 
sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- 
Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan 
dukungan anda pada program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui 
http://agussyafii.blogspot.com atau sms 087 8777 12431




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke