Sifat dan Keadaan Qalb (Hati)

By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA

Qalb mempunyai karakter tidak konsisten, oleh karena itu ia bisa terkena 
konflik batin. Interaksi yang terjadi antara pemenuhan fungsi memahami realita 
dan nilai-nilai (positif) dengan tarikan potensi negatif yang berasal dari 
kandungan hatinya, melahirkan satu keadaan psikologis yang menggambarkan 
kualitas, tipe dan kondisi dari qalb itu. Proses pencapaian kondisi qalb itu 
melalui tahapa-tahapan perjuangan rohaniah, dan dalam proses itu, menurut 
al-Qur’an, manusia mempunyai sifat tergesa-gesa, seperti yang dipaparkan dalam 
surat al-Anbiya / 21:37 dan Q., s. al-Isra / 17:11, dan berkeluh-kesah, seperti 
yang terdapat dalam surat al-Ma'arij / 70:9-20.

Proses interaksi psikologis itu mengantar hati pada kondisi dan kualitas hati 
yang berbeda-beda, yaitu:

1) Keras dan kasar hati, surat Ali Imran / 3:159,

2) Hati yang bersih, surat al-Syuara / 26: 89,

3) Hati yang terkunci mati, surat al-Syura / 42:24 dan surat al-Mumin / 40:35,

4) Hati yang bertaubat, surat Qaf / 50:33, 

5) Hati yang berdosa, surat al-Baqarah / 2:283,

6) Hati yang terdinding, surat al-Anfa / 8:24,

7) Hati yang tetap tenang, surat al-Nahl / 16:106,
 
8) Hati yang lalai, surat al-Anbiya / 21:3, 

9) Hati yang menerima petunjuk Allah SWT, surat al-Taghabun / 64:11,
 
10) Hati yang teguh, surat al-Qashashsh / 28:10, dan surat Hud / 11:120,

11) Hati yang takwa, surat al-Hajj / 22:32, 

12) Hati yang buta, surat al-Hajj / 22:46, 

13) Hati yang terguncang, surat al-Nur / 24:37,

14) Hati yang sesak, surat al-Mu'min / 40:18,

15) Hati yang tersumbat, surat al-Baqarah / 2:88,

16) Hati yang sangat takut, surat al-Naziat / 79:8,

17) Hati yang condong kepada kebaikan, surat al-Tahrim / 66:4,

18) Hati yang keras membatu, surat al-Baqarah / 2:74,

19) Hati yang lebih suci, surat al-Ahzab / 33:53,
 
20) Hati yang hancur, surat al-Tawbah / 9:110,
 
21) Hati yang ingkar, surat al-Nahl / 16:22,
 
22) Hati yang takut, surat al-Mu’minun / 23:60,
 
23) Hati yang kosong, surat Ibrahim / 14:43, surat al-Qashashsh / 28:10, dan

24)    Hati yang terbakar, surat al-Humazah / 104:6-7. 

Dari keterangan di atas, yang berkaitan dengan fungsi, potensi, kandungan dan 
kualitas hati yang disebut dalam al-Qur'an, dapat disimpulkan bahwa qalb 
memiliki kedudukan yang sangat menentukan dalam sistem nafsani manusia. Qalb 
lah yang memutuskan dan menolak sesuatu, dan qalb juga yang memikul tanggung 
jawab atas apa yang diputuskan. Dalam perspektif inilah tampaknya Nabi 
menyatakan bahwa qalb lah penentu kualitas manusia, seperti yang disebutkan 
dalam hadits riwayat Bukhari Muslim. Dalam hadits yang  menyebutkan tentang 
kejelasan sesuatu yang halal dan haram serta kesamaran sesuatu yang syubhat itu 
di gambarkan bahwa qalb memiliki kedudukan yang sangat menentukan kualitas 
keputusan seorang manusia. 


Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas, tetapi di antara 
yang halal dan haram itu banyak perkara syubhat yang kebanyakan orang tidak 
mengetahuinya. Maka barang siapa menjaga diri dari yang syubhat berarti ia 
telah membersihkan agama dan kehormatannya, dan barang siapa yang terjerumus ke 
dalam syubhat berarti ia telah terjerumus ke dalam yang haram, seperti seorang 
pengembala yang mengembalakan ternaknya di sekeliling tanah larangan, 
dikhawatirkan akan masuk ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai 
daerah larangan, dan ketahuilah bahwa daerah larangan Allah SWT adalah hal-hal 
yang di haramkan. Ketahuilah bahwa dalam setiap tubuh manusia ada sepotong 
organ yang jika ia sehat maka seluruh tubuhnya juga sehat, tetapi jika ia 
rusak, maka seluruh tubuhnya terganggu, ketahuilah bahwa organ itu adalah qalb 
(H.R. Bukhari Muslim).   

Jika berfungsi tidaknya akal pada manusia diungkapkan al-Qur’an dengan kalimat 
tanya atau yang sebangsanya, maka besarnya peranan qalb dalam pengambilan 
keputusan diugkapkan oleh hadits riwayat ahmad dan al-Darimi dengan kalimat 
perintah,  yang artinya mintalah fatwa kepada qalb-mu. Qalb di sini adalah 
tempat bertanya bagi seseorang jika ia harus memutuskan sesuatu yang sangat 
penting.

Rasyid Ridla dalam Kitab Hadits Arbain menyebutkan bahwa qalb itu ada dua 
macam, yaitu sepotong organ tubuh yang menjadi pusat peredaran darah, dan qalb 
merupakan subsistem nafs yang menjadi pusat perasaan. Bagian pertama memiliki 
pengaruh yang besar terhadap kesehatan badan dan bagian kedua memiliki pengaruh 
terhadap kesehatan jiwa.  


sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com

Wassalam,
agussyafii





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke