To: "kcb millis" <[email protected]>
Date: Wednesday, April 15, 2009, 4:02 PM

Assalamualaikum wr wb..
Hari kamis - saatnya memposting beberapa article yang kalian punya...silahkan 
ya, ini ada article dari sahabat saya.mudah-mudahan bermanfaat..Wassalam.


----- Pesan Diteruskan ----

 
Pilihlah Karena Agamanya 
Oleh M. Arif As-Salman 
--------


Perasaan bahagia menyelimuti hati Faizul Haq-bukan nama sebenarnya. Kebahagiaan 
yang sulit untuk ia lukiskan. Barangkali, hari itu adalah hari yang paling 
bersejarah dalam hidupnya, hari yang penuh suka cita. Hari dimana ia telah 
dipertemukan dengan dambaan hati, 'buruan' cinta.  Senyum mengembang di langit 
wajahnya. 

Bahkan air mata bahagia dan haru menetes mengairi taman hatinya yang rindu akan 
belaian cinta dan kasih sayang. Ia telah berani melangkah, demi menyelamatkan 
iman, agama dan hatinya. 

Mesjid Assalam di Kairo menjadi saksi bisu akad nikah dan walîmatul 'urs Faizul 
Haq dengan Sabira Husna-bukan nama sebenarnya. Hari dimana dua makhluk Allah 
bertemu dalam
 cinta kasih yang sah, terikat dalam mîtsâqan ghalîzhan. Kepada kedua pengantin 
setangkai bunga do'a dari hati yang tulus kami persembahkan,  "Bâkarakallâhu 
laka, wabâraka 'alaika, wajama'a bainakumâ fî khairin." Semoga menjadi keluarga 
yang sakinah, mawaddah dan rahmah, amin.

Faiz telah menempuh jalan yang lurus, jalan yang selamat dan diridhai Allah. 
Jalan orang-orang yang merindukan kejernihan hati dan ketentraman jiwa. Berbeda 
dengan mereka yang menempuh jalan menyimpang.   Jalan orang-orang yang hatinya 
telah dikotori oleh kotoran setan dan nafsu. Orang-orang tertipu yang memilih 
kesenangan sesaat. Jalan laki-laki yang pengecut, pengumbar hawa nafsu dan 
jalan wanita-wanita yang bodoh, yang suka mengobral dan menjual kemuliaan diri.

Tidak dipungkiri, Faizul Haq telah merancang dari jauh hari bagaimana ia 
menyiapkan hari yang bersejarah dalam hidupnya. Bagaimana ia menyiapkan segala
 keperluan untuk pernikahan. Mulai dari ilmu, mental, finansial, dan kesehatan 
fisik. Barangkali keinginan menikah telah menjadi humum Faiz sejak beberapa 
tahun kebelakang, sebagaimana yang juga bergejolak dalam hati banyak anak muda. 
Kerinduan yang tak lagi tertahankan untuk berjumpa sang kekasih dambaan jiwa. 
Kerinduan untuk bisa memadu hati, menumpahkan segala keluh-kesah dan gelora 
jiwa.

***

Setiap laki-laki yang soleh mendambakan seorang istri yang solehah.  Istri yang 
ketika dilihat menyenangkan hati, ketika diperintah ia patuh, ketika 
ditinggalkan ia menjaga harta dan dirinya, dan ketika salah ia mau diingatkan. 
Istri solihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. 

Ia ibarat sebuah madrasah yang kelak didalamnya anak-anak yang lahir akan 
dibesarkan, dididik dan dibina. Bijak dan tepat memilih calon istri sebelum 
menikah adalah diantara faktor kebahagiaan rumah tangga.  Salah dalam memilih 
akan
 berisiko dikemudian hari. Dengan demikian, jangan tergesa-gesa menentukan 
pilihan, tapi kalau sudah nampak yang cocok dengan persepsi dan keinginan 
hendaknya segera mengajukan lamaran. Karena biasanya sesuatu yang berharga dan 
bernilai tinggi menjadi rebutan banyak orang...  

Istri solehah akan selalu menjadi sumber kekuatan, tempat bertenang ketika 
gelisah melanda jiwa, tempat berbagi ketika resah menghimpit hati. Istri 
solihah bukanlah tipe wanita materialistis, yang ketika ada uang, abang 
disayang, nggak ada uang abang jangan pulang atau piring melayang. Sabar disaat 
kesulitan melanda, qana`ah dengan apa yang ada dan bersyukur ketika mendapat 
kelebihan rezki. Bagi seorang istri solihah keridhaan suami adalah diatas 
segalanya, walau ia harus melawan keinginannya. 

Hidupnya seluruhnya ia abdikan untuk suami dalam rangka beribadah dan ketaatan 
pada Allah Swt. Istri solehah adalah ibarat taman indah nan penuh pesona. Tak
 lelah mata memandang keindahan budi pekerti dan tingkah lakunya. 

Istri solehah selalu dirindu dan dikenang. Rindu pada belaian lembutnya, rindu 
pada teguran halusnya, rindu akan senyum tulusnya, rindu pada wajahnya yang 
teduh, air mukanya yang jernih dan rindu pada kata-katanya yang mesra. Hati 
akan resah bila lama tidak berjumpa, bila jarak telah memisahkan. Hati akan 
gelisah bila satu hari tidak bertemu.  Karena cinta yang telah tenggelam dalam 
samudera hati, cinta akan kebaikan dan kebagusan akhlaknya. Sungguh benar apa 
yang disampaikan Rasulullah Saw. bahwa memilih wanita solehah akan 
membahagiakan seseorang di dunia dan di akhirat. 

Untuk calon suami, pilihlah seorang calon istri yang telah dikenal baik akhlak 
dan agamanya. Utamakanlah itu atas segalanya. Dan jangan lupa untuk juga 
mempersiapkan diri menjadi seorang suami yang soleh.  Dan bagi seorang calon 
istri, bila datang seorang laki-laki yang
 Anda kenal baik agama dan akhlaknya dan Anda memang telah siap untuk menikah, 
janganlah menolak, tapi terimalah niat baiknya dengan hati yang terbuka. Dan 
jangan lupa untuk mempersiapkan diri Anda menjadi bidadari baginya di dunia dan 
di akhirat.

Istri solehah adalah harta yang paling berharga dan bernilai tinggi yang tiada 
duanya. Sungguh beruntung dan berbahagia seseorang yang dikaruniai seorang 
Bidadari Dunia. Hidup akan penuh dengan kebaikan dan ketaatan. Hidup yang 
selalu bersemangat, penuh cinta dan cita-cita mulia. 

Aa Gym pernah berkata, "Istri solehah adalah sebaik-baik keindahan, 
kata-katanya menyejukkan kalbu, ia bagaikan bidadari surga yang hadir di dunia. 
Ia adalah istri yang meneguhkan jihad suami, penebar rahmat bagi rumah tangga, 
cahaya dunia dan akhirat." 

Beberapa orang pernah datang kepada saya, curhat tentang keinginan mereka untuk 
menikah. Yang datang pun bervariasi, dengan berbagai permasalahan yang mereka
 miliki.   Setiap yang datang selalu saya berikan dorongan untuk tidak ragu 
melangkah ketika melihat diri telah siap.  Siap yang tidak saya artikan sebatas 
modal kemauan, namun konkritnya ada bekal yang telah dimiliki untuk membina 
rumah tangga. Juga melihat kesiapan dengan kejernihan hati dan pikiran, bukan 
dengan kacamata nafsu dan setan. 

Harus ada kesadaran yang penuh ketika merespon dorongan-dorongan yang muncul 
dalam hati. 

Fakta telah banyak berbicara, tentang orang-orang yang menikah hanya untuk 
melampiaskan hasrat nafsu yang tak lagi bisa ditahan. Apa yang terjadi adalah, 
hubungan yang tidak pernah harmonis dan sering terjadi cekcok antara 
suami-istri hanya disebabkan permasalahan sepele. Karena masih didominasi oleh 
sikap kekanak-kanakan dan sikap yang cenderung egois, emosian, sentiment dan 
penuh curiga.

Ketika seseorang ingin ikut serta dalam sebuah perlombaan, kesiapan yang ia
 miliki menjadi tolak ukur kesuksesannya. Jika ia mempersiapkan diri dengan 
matang, peluang untuk menang akan terbuka dihadapannya.  Tapi ketika persiapan 
yang ia miliki apa adanya, maka hasilnyapun akan jauh dari yang diharapkan. 
Tidak hanya dalam perlombaan, tapi dalam setiap dimensi kehidupan yang kita 
jalani, adanya kesiapan sangat menentukan kesuksesan kita. 

Pernikahan tidak hanya semata hubungan biologis, kalau kita memaknai demikian, 
tentu tidak berbeda cara pandang kita dengan hewan. Namun dengan menikah ada 
nilai-nilai yang ingin kita raih, ada tugas, amanah dan kewajiban yang harus 
ditunaikan dan dipertanggung jawabkan. Ibarat kita ingin mendirikan sebuah 
gedung diatas sebidang tanah. Ketika pondasi yang dibangun kuat, pondasi akan 
tetap kokoh dan gedung tidak akan runtuh. Sedangkan bila pondasi lemah, besar 
kemungkinan gedung tidak akan bertahan lama dan akan cepat roboh.

Pada intinya, kita perlu
 mempersiapkan diri, dan itu sudah menjadi keharusan. Siapkan ilmunya, mental, 
kesehatan dan finansial. Dan yang paling utama kita harus memiliki hubungan 
yang baik dengan Allah Swt.. Kita harus terus berupaya untuk meraih kedudukan 
taqwa. Dengan ketaqwaan segala kesulitan akan menemukan jalan keluarnya.  Allah 
Swt. telah menjanjikan, bahwa barang siapa yang bertaqwa maka Allah Swt. akan 
memberinya jalan keluar terhadap kesulitan yang ia hadapi dan memberinya rezki 
dari arah yang tidak ia duga.

Dari sekarang, binalah hubungan yang baik dengan Allah Swt. Dan dengan orang 
lain. Latihlah diri Anda dalam ketaatan, gemar berbuat kebaikan dan rajin 
beribadah. Latihlah diri Anda dengan perilaku yang mulia sehingga ia menjadi 
kebiasaan Anda. Dan bila diri Anda telah siap, maka melangkahlah dengan yakin. 
Adanya kekurangan ekonomi janganlah jadikan penghalang utama. Anda harus yakin 
rezki setiap hamba telah ditentukan kadarnya oleh Allah
 Swt. Bukankah itu suatu hal yang menggembirakan. Anda tidak perlu merasa 
susah, tinggal Anda berusaha untuk menjemput rezki itu. 

Dan terakhir, jangan salah pilih, jangan tertipu dengan penampilan luar, 
pilihlah dengan hati dan pikiran yang jernih. Jangan memilih dengan landasan 
nafsu dan bisikan setan. Utamakanlah agama diatas segalanya, dengan demikian 
kita akan bahagia sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw. 

Jadi, jangan tunda lagi kalau Anda sudah siap, bersegeralah ...!




-- 
visit www.asep_sumantri.net.id












        Berselancar lebih cepat. 
 Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke